His Woman.
Ada seikat tali cambuk yang melingkarinya dalam keadaan genting, Vil menjerit kaget. Namun berikutnya, ia dilemparkan oleh cambuk itu, dan mendarat di antara akar-akar lembut yang menangkap tubuhnya. Kejadiannya begitu cepat, Vil, serta yang lain sampai tidak merasakan siapa yang datang. Suasananya cukup mendebarkan untuk ditelaah lebih lanjut, tetapi satu yang mereka ketahui pasti, yang datang itu seorang wanita muda. Ia mencambuk ke dalam Tartarus, sehingga meredam amukan phantom yang hendak merangkak ke luar. Cambuknya mengikat pergelangan Idia yang sudah jatuh begitu dalam, tapi wanita muda itu terlihat begitu tangguh. Ia tidak bicara, hanya bergerak cepat sampai berhasil menjatuhkan Idia di antara akar-akar lembut yang dibuatnya. Mereka tahu, itu pasti salah satu kemampuan sihirnya.
Disaksikan oleh Vil, Jamil, Azul, Leona, dan Riddle, wanita yang sama mengenakan seragam STYX itu terpantau cukup tenang, dan terkendali. Sesekali menampar pelan pipi Idia. Tampak bola mata secokelat madu mengerling dongkol diselingi meringis tatkala ia rasakan bagaimana denyut nadinya makin tipis, tenggelam oleh isu sirkuit sihir yang kacau. Dilirik lagi sungai yang membuat Idia dengan bodohnya termakan rayuan mendiang adiknya. Bohong kalau wanita muda itu tidak ingin memukul kepala Idia dengan sendok kayu.
Ia di sana melepaskan sarung tangan untuk melakukan apa yang semestinya. Meraih discreet pen dari dalam saku, cambuk yang ia gunakan masih mengalirkan api jingga yang berkilat bak petir malam saat shyam menguasai mahligai langit diletakkan di permukaan pijakan. Wanita di sana menggores sedikit jemarinya, persis di atas mulut Idia yang setengah terbuka. Membiarkan beberapa tetes darah ditelannya. Dusta kalau yang menyaksikan tidak merasa jijik. Namun, sesuatu dalam sirat mata wanita muda di sana itu menyiratkan bahwa hanya dia yang lebih mengerti Idia lebih dari orang tua Idia memahaminya.
Beberapa tetes darah mengalir ke tenggorokan, membuat warna kulit Idia yang semula biru, kembali seperti sedia kala. Ditahannya tubuh Idia sejenak yang tak berdaya, ia membuka dua kancing atas, dan memiringkan kepala untuk mencari di mana sirkuit sihirnya berada. Alirannya kacau. Bola mata cokelat mengendar nanar sebelum ia menggigitnya dalam-dalam. Detik berlalu, wanita itu menahan napasnya saat menunggu Idia merespon. Lenguhan samar terdengar lelah, ia bernapas begitu lega seakan pukulan di dadanya memudar. Kelopak mata berkedut, memberi keyakinan dalam sanubari bahwa Idia kelak bangun dari belenggu masa lalu yang menahannya.
Bola mata amber kuning selayaknya purnama baru mulai mengerling, menyesuaikan sekeliling sebelum menyadari siapa gadis yang mencermatinya pergerakan dalam lekat. Insting Idia langsung bangkit, ia tiba-tiba mendadak bangun, dan mendekap gadis itu erat untuk melindunginya dari sesuatu, mengalahkan rasa pusing di kepala yang berat, "Ini terlalu di pinggir sungai..." Serak suaranya, ada sorot cemas saat menyadari sesuatu. "... Aku tidak melukaimu, 'kan...? Tolong katakan tidak... Mustahil untuk memaafkan diriku sendiri jika hal itu terjadi..."
Rook, dan Epel saling pandang. Insting Rook mengatakan bahwa gadis itu seseorang yang cukup penting baginya. Ia sampai berdehem menyimpan senyum. Idia teralihkan, melihat teman-temannya yang agak... Kurang baik karena ulahnya. Napas tercekat saat melihat surai merah Riddle berubah ke putih. Idia ternganga, dia mendorong tubuhnya untuk berdiri dengan lengannya masih menempel ke lengan gadis yang masih mereka terka siapa.
"Tidak, bukan masalah." Leona menyambar sembari menyimpan sirat geli. "Daripada itu, mengapa tak kauperkenalkan gadis itu?"
"Aduh, kenapa ditanya, sih?" Idia menggulirkan bola mata. Namun, ia segera merangkul pinggang gadis itu, tidak ada keraguan saat ia melakukannya. Yang lain mengira bahwa gadis ini hanya pacarnya, cinta monyet alay yang membuat Idia hidup lebih waras; sedikit. Namun, jawaban yang datang sungguh tak terduga sama sekali oleh mereka. "Teman hidupku. Tunanganku sejak kami kecil."
YOU ARE READING
Nesta
FanfictionNesta; pure. a Twisted Wonderland antology. credit: Disney-Twisted Wonderland, Aniplex, and our dear Yana Toboso-sensei. Aku mah minjem karakternya aja dari kemaren-kemaren.😂😂 Enjoy, Kantokusei-san. Welcome!! first published: August 15, 2022. by...
