THE SCENT OF SILENCE (sunoo harem)

2.5K 84 8
                                        







Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








________











Sore itu di belakang sebuah rumah sakit,
Seorang pemuda dengan jaket tebal berdiri tepat di pintu belakang rumah sakit sambil menerima se lembaran data rumah sakit dari seorang perawat wanita.
"Jika ketahuan aku juga akan dapat masalah sunoo".

" Maaf sudah menyusahkan mu".
Pemuda itu menunduk sesaat dengan ekspresi sedikit bersalah.

Sedangkan si perawat hanya menghela nafas lalu tersenyum lembut.
"Kejar mimpi mu, jika terlalu sulit pulang lah kami bersama mu".

Sunoo mengangguk sembari menatap secarik kertas di tangan nya dengan penuh harap.
" Aku mengerti, bagaimana pun aku tetap omega".
__

















— The Beta Trainee





Udara malam itu cukup dingin, tapi napas Sunoo terasa lebih berat dari biasanya. Ia berdiri di depan pintu dorm baru—pintu putih dengan label kecil bertuliskan Room 07. Dari baliknya terdengar samar tawa dan suara langkah kaki. Dunia yang ia impikan selama ini ada di balik pintu itu, tapi begitu juga dengan risiko terbesar yang harus ia sembunyikan: kebenaran tentang siapa dirinya.

“Kau bisa, Sunoo… Kau hanya Beta biasa,” gumamnya pada bayangan sendiri di kaca jendela.
Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menekan degup jantung yang terlalu cepat. Obat penekan pheromone yang ia minum sore tadi mulai bekerja, tapi efeknya meninggalkan rasa panas aneh di tenggorokan—seperti ada sesuatu yang ditahan terlalu keras.

Dengan tangan gemetar, ia mengetuk pintu.
“Masuk saja, tidak di kunci!” Suara dalam dengan aksen ringan menyahut dari dalam.

Sunoo mendorong pintu perlahan.

Ruangan dorm itu sederhana tapi terasa sempit karena tiga sosok Alpha di dalamnya. Udara di sana lebih padat, hangat, dan penuh aroma samar: musk, kayu, dan sedikit wangi sabun. Insting tubuhnya bereaksi sebelum pikirannya sempat mencerna. Ia harus menunduk agar tidak menatap mereka terlalu lama.

Di sofa, Heeseung_pemuda si rambut merah duduk dengan headphone menggantung di leher, menatap Sunoo seolah menilai dari ujung rambut sampai ujung sepatu. Lalu Di dekat jendela, ada Sunghoon_ bersandar, wajahnya setenang es tapi matanya mengikuti setiap gerakan Sunoo tanpa berkedip. Sementara itu ada yang paling muda_ Riki menatap sekilas dari kasurnya, ekspresinya datar tapi penuh rasa ingin tahu.

“Jadi kau trainee baru itu?” tanya Heeseung, suaranya  halus dan ramah.

“Iya… aku Kim Sunoo.”

“Beta?”

Pertanyaan itu membuat dadanya menegang sesaat. “Iya, Beta.”

Sunghoon masih diam. Tapi begitu Sunoo menoleh sedikit, tatapan mata mereka bertemu.
Ada sesuatu di sana—dingin tapi menusuk, seperti arus listrik kecil yang lewat di bawah kulit. Sunoo buru-buru memalingkan wajah, tapi aroma samar dari tubuh Alpha itu sudah cukup untuk membuat lututnya lemah sesaat.

RED ROSE (Sunoo Harem) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang