Gempano 45

24 2 0
                                        

BELLO

HALLO GYS SEMUANYA.... INI CHAPTER 45, JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN. OH IYA, HEHE JANGAN KAGET YA SAMA CHAPTER INI... AGAK SESIKIT MMM... BACA LANGSUNG AJA...

Happy Reading.

"Lagi dan lagi,"

°Gempano°

"Lo mau kemana hm?"

Humaira terkejut, ia ingin berteriak namun mulutnya di tutup. Tubuhnya gemetar, ia tidak berani menoleh. Namun, harum tubuh ini seperti familiar di hidung Humaira.

"Lo mau kabur kemana lagi sayang?" Tanya Gempa dengan membalik tubuh Humaira menghadapnya.

Humaira membuka matanya. Ia segera memeluk Gempa, menumpahkan tangisnya yang sedari tadi ia tahan di hadapan Yogi.

"Gempa, Gempa Gue takut." Lirih Humaira dengan sesegukan.

Gempa yang melihat itu terkejut, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Gue ngagetin lo kah? Maaf ya sayang." Panik Gempa membuat Humaira menggeleng. Tangis Humaira semakin pecah, ia menggenggam seragam putih Gempa dengan tangan yang bergetar.

Darah dari tangannya kembali mengotori seragam Gempa, ia semakin memeluk Gempa dengan erat.

"Woy, sesek woy. Lo mau bunuh Gue?" ujar Gempa mulai merasa pelukan Humaira semakin erat. Gempa mengelus pelan punggung Humaira. Gempa mencoba melepas pelukan Humaira, ia menaikkan wajah Humaira yang kini basah dengan napas yang tidak teratur.

"Kenapa hm?" Tanya Gempa dengan mengusap air mata Humaira dengan jarinya. Untung saja tidak ada ingus yang menempel di wajah cantik itu.

"Gue, Gue takut. Gue takut," ucap Humaira dengan menunjukan tangannya yang gemetar.

Gempa menunduk menatap tangan Humaira, Gempa terkejut. Matanya membola, dengan meraih tangan dengan perban yang penuh darah itu. "Julia ganggu Lo lagi?" Tanya Gempa dengan tatapan yang menajam.

Humaira menggeleng, air matanya masih mengalir dengan napas yang belum teratur.

Gempa yang melihat Humaira begitu berantakan, segera menuntun Humaira menuju UKS. Tatapannya menajam, aura di sekitarnya seketika mencekam. Siapa yang membuat pacarnya begini? Apakah mereka tidak takut dengan ancaman Papa Damar dan Gempa? Apakah Julia berulah lagi? Atau, orang lain.

Gempa mendudukan Humaira di ranjang UKS, ia dengan lihai mulai mengambil kotak obat. Membuka perban yang telah penuh dengan darah itu dengan pelan. Gempa takut menyakiti Humaira.

Humaira masih sesegukan, air matanya perlahan-lahan mulai surut. Tatapan Humaira tertuju pada bagian belakang seragam Gempa yang terkena darah dari tangannya.

"Gempa, Maaf." Ucap Humaira saat Gempa menoleh kearahnya.

"Maaf kenapa?" Tanya Gempa dengan kening mengkerut.

"Baju Lo kotor lagi, gara-gara Gue." Ucap Humaira dengan suara serak.

Gempa tersenyum jahil, "Kan ada Lo, calon istri Gue yang bakalan nyuciin. Iya kan?" seru Gempa dengan menarik turunkan alisnya. ia ingin mencarikan suasana agar Humaira merasa lebih tenang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 17, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GEMPANO SKALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang