double upppp guysss
komen yang banyakk
sebenernya kacau banget, tadi pas aku mau lanjut up chap ini, semua berubah jadi bahasa Jepang, untung ada salinan nya walaupun harus di edit dulu karena yang aku salin versi paling awal dan setelahnya ada banyak perubahan
jadiiii
komen yang banyak di tiap chapterrr
_________________________
Ting!
Jaemin
|Jisung, bisa tolong datang kesini?
|Sendiri, aku membutuhkan mu
|Tolong cepat datang
Jisung segera beranjak bangun kala Jaemin mengirim lokasi, gerakan tiba tibanya itu membuat yang lain menoleh menatapnya.
"Jisung? Ada apa?" tanya Haechan penasaran.
"Aku--akan pergi sebentar, menemui teman, sampai jumpa," Jisung berlari kecil keluar dar markas.
Renjun yang tadi tak sengaja membaca pesan di hp Jisung mengernyit, "Ada apa di antara mereka berdua?"
"Siapa? Pacar nya ya tadi?" tanya Mark.
Renjun menggeleng, "Aku baca nama kontaknya tadi Jaemin."
"Oh, mungkin ada perlu," jawab Mark santai.
__________________________
"Jaemin?"
Jaemin mengerjap, menatap Eric yang kini bangun setelah nyaris satu jam tak sadar, "Eric? Ada yang sakit? Mau ku panggilkan dokter?"
"Ah tunggu, minta nomor orang tua mu, aku akan menghubungi mereka--eh? Dimana hp ku?" Jaemin mengernyit kala tak bisa menemukan hp nya di saku cardigan rajut nya.
Ia terdiam sesaat, lantas teringat kala seseorang tak sengaja menabraknya saat ia baru masuk ke rumah sakit tadi, "Jangan jangan dia pencuri? Astaga, dia mencuri handphone ku? Bisa bisanya aku tak sadar."
Eric yang baru sadar masih diam, mengernyit kala teringat sesuatu, "S-sebentar, kenapa kau disini?"
"Perawat menghubungi ku, katanya kau kecelakaan, lalu tak ada siapapun disini untuk menemani mu."
Lelaki itu kian terdiam, Jaemin--benar benar datang?
"Dimana hp mu? Biar aku hubungi orang tua mu," ucap Jaemin memecah keheningan.
Eric mengalihkan pandangan, menggigit bibirnya dengan perasaan rumit, "Tak apa, pergilah, teman ku--sebentar lagi datang, aku baik baik saja."
"Kau yakin? Aku hampir sejam disini, tak ada yang datang, kau harus mengabari mereka--"
"Kenapa kau disini?!"
Jaemin tersentak kaget, kian kaget kala mata Eric memerah seolah menahan tangis.
"Aku--aku datang karena mereka bilang tak ada siapapun disini dan kau kecelakaan, aku khawatir jadi aku datang--"
"Kenapa khawatir pada ku?! Kau lupa aku siapa?! Kau lupa semua yang sudah terjadi?!"
Jaemin kian kebingungan, "Lalu? Kau berharap aku mematikan panggilan itu dan membiarkan kau disini sendirian? Bisa saja keadaan mu parah dan tak ada seorang pun disini--"
"Kau bahkan bukan teman ku! Kenapa langsung datang?! Dasar bodoh!"
Kedua tangan Jaemin terkepal erat, ia menarik nafas dalam, berusaha menenangkan diri, sama sekali tak paham kenapa Eric tampak sangat marah dan kini bahkan--menangis?!
KAMU SEDANG MEMBACA
Iridescent ; Na Jaemin
Teen Fiction"Aku tak akan pernah menerima mu, lebih baik kau mati!" "Kau--sungguh berkata seperti itu?" ____________________ Jeno tak pernah menyangka, 17 tahun hidup ia malah menerima fakta bahwa ia mempunyai kembaran. Bertolak belakang, amat berbeda dengannya!
