Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Normal Pov*
H-7 pernikahan Zivanya dan Arvin.
Alih-alih menjalani tradisi pingitan menjelang pernikahan, keduanya justru berada di luar negeri. Mereka pergi bukan untuk berlibur, melainkan menemani kakak masing-masing menghadiri sebuah acara lelang ilegal yang hanya dihadiri oleh orang-orang dari dunia bawah tanah.
Acara tersebut diselenggarakan di sebuah gedung mewah yang lokasinya dirahasiakan. Tidak ada undangan biasa, tidak ada nama tamu yang tercantum secara terbuka, dan tidak ada seorang pun yang datang dengan identitas asli.
Malam itu, seluruh tamu yang memasuki ruangan diwajibkan mengenakan pakaian formal dan topeng yang menutupi sebagian besar wajah mereka. Para pemimpin mafia, pengusaha dunia gelap, broker senjata, hingga perwakilan kelompok kriminal dari berbagai negara bercampur menjadi satu di dalam ruangan tersebut.
Tidak ada yang saling memanggil nama asli, tidak ada yang berjabat tangan terlalu lama. Semua orang berhati-hati, karena satu kesalahan kecil saja bisa membuat identitas seseorang terbongkar dan tidak semua yang hadir saling mengenal secara pribadi, banyak yang hanya tahu nama samarannya saja.
Di lantai utama, sebuah panggung besar berdiri di tengah ruangan. Di belakangnya terdapat layar hitam raksasa yang menampilkan nomor peserta tanpa mencantumkan nama pemiliknya.
Zivanya berdiri di samping kakaknya dengan sebuah topeng hitam yang menutupi setengah wajahnya. Ia mengenakan gaun panjang berwarna gelap, sementara Damian berdiri di sebelahnya dengan setelan hitam dan topeng berwarna senada.
Di sisi lain ruangan, Arvin juga berdiri bersama Aleia dan Alvaro, dia dan Alvaro bertugas mengawal Aleia di acara ini.
Acara lelang akhirnya akan dimulai. Seluruh tamu telah duduk di kursi masing-masing, sementara suasana di dalam ruangan menjadi semakin sunyi dan tegang. Hanya cahaya lampu redup yang menerangi panggung utama.
MC baru saja membuka acara dan hendak melanjutkan penjelasannya ketika tiba-tiba
BRAK!!
Pintu utama kembali terbuka, hampir seluruh kepala langsung menoleh ke arah pintu.
Dua orang pengawal masuk lebih dahulu, kemudian berdiri di sisi kanan dan kiri, memberi jalan kepada seorang pria yang berjalan tenang di antara mereka.
"Sorry for our delay, sir." (Mohon maaf atas keterlambatan kami, tuan) Suara pria itu terdengar rendah dan tenang.
Wajahnya tertutup topeng dan pakaian yang dikenakannya pun serba hitam, dari mantel panjang, kemeja, celana, hingga sepatu. Tidak ada satu pun bagian tubuhnya yang memperlihatkan identitas asli dan yang menarik perhatian adalah setangkai mawar hitam di tangannya.
Ia berjalan melewati deretan kursi tanpa terburu-buru, diapit dua pengawal yang terus mengawasi keadaan di sekeliling mereka.
Beberapa tamu mulai berbisik. "Who is he?" (Siapa dia?)