Chapter 32 ; Pengen cium dehh

13 3 0
                                        

Halo guyss obsessed balik lagiiiii yeayyyyy
Sorry & Makasii banget buat temen-temen yg mau nungguin

Selamat membaca 🤍
.
.
.


Beberapa hari setelah insiden penculikan. Kepolisian berhasil menangkap Dania sebagai tersangka perencanaan penculikan. Keluarga Arka juga menyewa pengacara tebaiknya untuk mendampingi Meeka sebagai mantu kesayangan keluarga Randika.

Selama beberapa hari ini Arka juga menjadi lebih protektif kepada Meeka. Salah satu contohnya yaitu istrinya tak boleh pergi sendirian, kemanapun Meeka pergi Arka harus ada di sampingnya. Bahkan untuk pergi ke lobi apartemen saja Meeka harus bersama Arka.

Pintu demi pintu di lewati oleh Meeka dan Arka. berjalan sambil bergandengan tangan di lorong kantor polisi hingga berhenti di salah satu pintu yang bertuliskan ruang penyidik. Masuk sendirian tanpa ditemani Arka, Meeka akan memberikan kesaksiannya hari ini.

"Selamat siang saudari Meeka Paradibta. Bagaimana keadaannya sekarang? Sudah membaik?"

"Siang Bapak. Kondisi saya sudah mulai membaik sekarang"

Sebelum masuk ke inti, Bapak penyidik mengawali penyidikan dengan basa-basi yang umum agar Meeka merasa santai dan tidak tegang selama proses penyidikan.

"Apa alasan kamu mau melepaskan salah satu tersangka?" tanya penyidik mulai masuk ke pembicaraan inti.

"Karena mungkin dia memperlakukan saya dengan baik. Dan kalo bukan karena dia juga, mungkin saat ini wajah saya sudah di penuhi dengan sayatan. Alasan itu sudah cukup bagi saya untuk melepaskan dia" jawab Meeka dengan yakin.

"Saya tau tentang rencana sayatan dan itu ada di bukti yang kamu berikan kepada kami. Tapi apakah saudari Meeka yakin tidak ingin menindak hukum Bara sebagai tersangka?" tanya penyidik sekali lagi.

"Iya Bapak saya yakin dengan pilihan saya"

Bapak penyidik menganggukkan kepalanya, "baiklah kalu begitu terimakasih atas kerja samanya"

Meeka keluar dari ruang penyidik, bertemu Arka yang setia menunggu di depan ruangan padahal proses penyidikan dikakukan hampir 2 jam lebih tapi laki-laki itu tetap duduk disana menunggu tanpa rasa bosan.

"Bian," panggil Meeka "Ayo" lanjut Meeka sambil memberikan tangannya untuk mengandeng Arka.

Arka berdiri menerima uluran tangan Meeka "Sudah?"

Meeka menganggukan kepalanya sambil tersenyum "Emm"

Sambil berjalan bergandengan tangan. Meeka mendangakkan kepalanya untuk melihat wajah Arka karena perbedaan tinggi mereka yang lumayan jauh. Senyum di wajah Meeka tak pudar saat melihat wajah Arka. Dia tak pernah menyangka akan menikah dengan laki-laki yang bisa mendekati kata sempurna seperti Arka.

"Pengen cium deh" ucap Meeka tiba-tiba sambil menarik-narik tangan Arka.

"Jangan disini malu diliatin orang. Gimana kalo dikamar aja?"

"Ihh, Aku itu cuma mau cium pipi kamu tauk. Jangan aneh-aneh deh"

"Iya-iya sayang, Nih" Arka sedikit membungkukkan tubuhnya agar Meeka bisa mencium pipinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 15 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang