a/n: Tanpa banyak kata lagi, gue mau langsung ngasih tau aja. Gue abis mikir, selama setaun ini (lol), ternyata emang gak bagus gue bikin ending nya gitu meskipun gue sendiri demen. Apalah, freak banget gue.
Yaudah, gue buat alternatif nya. Gue harap kalian suka.
Jadi, abis chapt 33, kesini. Anggap aja, epilogue-nya, gak ada.
Enjoy!
== V a m p i r e l o v e ==
Malam itu Verra habiskan dengan menyendiri.
Membaca surat itu beratus-ratus kali, sampai ia sendiri hafal tiap kata yang dituliskan.
Siapa itu Troy? dan lagi, Nash? Dan, apa yang mereka lakukan pada gue? Pikiran Verra terus berputar disitu, lingkaran yang sama. Terus bertanya.
"Logikanya gini, ya." Ia mulai berlagak seperti seseorang yang sedang mengalisa sesuatu. "Kalo Troy itu beneran cinta sama gue, dia rela gitu dilupain sama orang yang dicintainya?" Ia berkata pada dirinya sendiri.
Sekali lagi, membuka surat itu.
"Wow, I feel special." Gumamnya, kemudian terkekeh.
Lagi, ia mulai membaca surat itu dari atas.
Hello, Verra.
Satu baris. Verra masih mengendalikan emosinya, yang belakangan ini, sedikit aneh. "Well, hello!" Ia lagi lagi terkekeh.
Aku Troy.
"Hi, Troy! Aku Verra," gadis itu terus menjawab baris demi baris. "sangat baku. Oh, gross."
Aku menulis ini setelah aku bertekad untuk menepati janji ku untuk membunuh diriku sendiri jika aku menyakiti mu.
Nyatanya, Verra tak sanggup. Dadanya sesak, lagi-lagi, air mata sudah menggumpal diujung matanya. Dengan satu kedipan saja,-
Aku yakin, sekarang ini kau pasti lupa siapa aku dan bertanya tanya siapa itu Troy. Tenang saja, aku maklum kok. Aku sengaja meminta Nash menghapuskan ingatan mu setelah aku pergi untuk selamanya meninggalkan mu, supaya kau tidak terbebani.
-air mata itu bisa jatuh.
Dan, boom, jatuhlah tetes demi tetes. Lagi, Verra mencoba mengendalikan sendiri kelenjar air matanya, namun, tidak bisa.
Jika sekarang kau masih mengingat ku, aku berani taruhan, kau akan menjerit seperti orang kesetanan dengan air mata mengalir deras.
"Oh, Troy, yang benar saja. Gue lupa lo siapa aja, gue masih nangis. Such a drama."
Aduh aku jadi tertawa membayangkannya, haha maafkan aku princess.
Well, sepertinya surat ini sama sekali tak berguna ya. Lagipula kau tidak tau siapa aku, konyol sekali sih aku ini.
Tapi aku ingin menyampaikan sesuatu,
I may regret leaving you, but it's because i love you.
Kau mendengar ku bukan? Ya, aku mencintai mu, Verra.
Maka dari itu aku melakukan ini.
Maafkan aku sudah tidak bisa berada di sisi mu hingga detik kau membaca surat ini, maafkan aku yang sudah tidak bisa memeluk mu lagi, maafkan aku yang egois, maafkan aku yang telah membuat ribuan air mata berharga mu jatuh, maaf, maaf, dan maaf.
"Kau tahu, tidak mudah menghentikan air mata ini. Meski. Aku. Melupakan. Mu." Verra sesenggukkan ditengah paragraf, kemudian, lanjut membacanya.
Dan terimakasih telah membuat ku bagaimana rasanya mencintai dan dicintai oleh oranglain selain anggota keluarga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Love
Teen FictionI love him. He loves me. I'm a human, he's a vampire. Copyright © 2014 by najuwritings #1 Vampire / #25 Fanfiction on August 5, 2014.
