Troy tampak gelisah sedari tadi sejak keluar dari aula.Ia terus-terusan mengusap wajahnya frustasi,tak jarang ia menjambak rambutnya sendiri.Entah apa yang salah pada kepala bocah vampire yang satu itu,ups,ia sudah hidup beratus-ratus tahun,salahkah kita memanggilnya bocah?
Ah-lupakan.
"Maafkan aku!" teriak Troy cukup kencang pada seorang gadis yang kurang lebih berada 1 meter berjalan didepannya
Gadis itu sontak berhenti dan menengok,ia mengernyitkan dahinya heran."Hah?" tanyanya sambil memasang wajah 'apaan-sih-lo'
Troy menghampiri gadis itu—Verra dalam hitungan detik."Maaf,maaf,maaf!" pekiknya lagi.
Verra mendengus kesal dan mundur satu langkah untuk memperoleh jarak diantaranya."Buat apa?" tanyanya kesal
"Padahal kemarin aku baru mendapatkan maaf dari mu tapi sekarang sudah ku ulang lagi ! Ayolah aku jelas-jelas bersalah,dan sekarang kau bertanya aku minta maaf untuk apa?dasar bodoh" omel Troy.Entah apa tujuan sesungguhnya,memarahi atau meminta maaf.
Verra tampak mengangkat sebelah alisnya.Lalu menghela nafas panjang."Dimaafkan" ucapnya datar.
Sekarang giliran Troy yang memasang wajah bingung."Dimaafkan?" tanyanya heran
Verra mengangguk."Ya,dimaafkan" balasnya meyakinkan.Masih dengan intonasi yang sama,flat—datar.
Troy mendengus kesal."Kau ikhlas tidak memaafkan ku?"
Verra tampak menimbang-nimbang,kemudian tersenyum mengejek."Nyesel banget gue udah maafin lo kemaren,akhirnya terulang lagi.Dalam jangka waktu kurang dari 24 jam." Balasnya
Troy tampak memejamkan matanya sebentar lalu membukanya lagi,warna itu,warna merah berbinar.Kutegaskan,merah yang berbinar.Bukan gelap.
Ups,someone mad.
"Aku tidak marah,jangan mengambil kesimpulan seenaknya." Ujar Troy sambil menghela nafas.
Verra memutar bola matanya sarkas dan melanjutkan perjalanannya menuju kelas.Dengan sigap,Troy menahan lengan Verra untuk pergi.
"Apaan lagi,idiot?" ucap Verra dingin,terlihat sekali wajahnya kesal.Tapi tampak raut kecewa dan kesedihan juga diwajahnya.
"Aku benar-benar menyesal."
"Lo ngomong kayak gitu juga kemaren."
"Aku tidak sengaja..."
"Nah yang itu juga lo omongin kemaren"
Troy tampak frustasi lalu mencengkram bahu Verra dan mendekatkan wajahnya ke wajah Verra.
"Lihat mataku." Ucap Troy tegas,tak menerima penolakkan.
Verra yang masih kaget akan tingkah Troy langsung melihat matanya dalam-dalam.
"Kau cari kebohongan disana.Tidak akan kau temukan!" pekik Troy tajam.
Verra tampak terkejut,lalu mendesah pelan.
"Entahlah,gue butuh waktu buat mikir."
Troy melepaskan cengkramannya lalu mengusap wajahnya pelan."Biar ku ingatkan,tadi aku marah karena sesuatu yang jelas.Dan lagi aku tidak menyerang mu tanpa alasan." Ucap Troy yang kemudian berjalan pergi menjauhi Verra.
Verra tertegun.Ia melihat punggung Troy yang perlahan menjauhi dan lama-kelamaan menghilang.
Seketika mimik wajahnya berubah.
Argh ! Stupid Verra!
Teriaknya dalam hati sambil mengacak-ngacak pelan rambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Love
Ficção AdolescenteI love him. He loves me. I'm a human, he's a vampire. Copyright © 2014 by najuwritings #1 Vampire / #25 Fanfiction on August 5, 2014.
