9. Hati yang ingin Melupakan

7.7K 681 56
                                        

Saya saranin buat dengerin lagu di mulmed biar baperrrrr, aih.

-----

Jauh di dalam sana, ada hati yang dulu menyukaimu, perlahan ingin melupakanmu...

---

Aku pergi.

Aku pergi..

Aku pergi...

Entah kenapa kata-kata itu selalu terngiang di telinganya semenjak Deeva pergi. Dua kata itu mampu menjungkir balikkan hatinya.

Laki-laki bodoh!

Makinya dalam hati. Rio menyesali semuanya. Dia sebenarnya tak ingin melakukan ini. Tapi mungkin ini yang terbaik baginya, juga Deeva. Gadis itu pantas mendapatkan kebahagiaan dan belajar melupakannya. Rio tak pantas dicintai setulus itu. Dia tak pantas mendapatkannya. Harusnya Deeva tahu itu.

Tapi entah kenapa, seiring langkah Deeva yang menjauh, ada kehampaan dalam diri Rio. Ini seperti ada sesuatu yang berharga pergi dan tak akan pernah kembali.

Rio mengusap wajahnya frustasi. Semuanya terlalu rumit untuk dimengerti sendirian. Rio melihat Deeva yang ingin menangis tapi gadis itu menahannya sekuat tenaga. Deeva begitu tegar. Dia tak menunjukkan betapa sakit dan menderita hatinya di depan Rio.

Kalau boleh jujur, Rio juga tak ingin melakukan ini. Tapi dia tak punya pilihan lain. Dia sudah mengambil keputusan tolol yang sudah membuatnya menyakiti Deeva, gadis yang tak bersalah apapun.

Dilangkahkan kakinya kembali ke kelas. Semuanya sudah selesai. Rio sudah mengungkapkannya. Harusnya hatinya tenang, tapi tidak. Entah kenapa ada sesuatu yang aneh saat Rio tak sengaja mengingat kata 'aku pergi' yang Deeva ucapkan beberapa menit lalu. Ada sesuatu tak rela saat gadis itu melangkah menjauhinya.

Dihembuskan nafasnya perlahan. Rio tak mengerti dengan jalan pikirannya. Semua serba rumit. Entah apa yang saat ini ada di otak dan hatinya. Semua seolah tak bisa dijawab.

---

Rio mempermainkannya. Rio benar-benar tak mencintainya.

Kenyataan itu begitu menyakitkan hingga rasanya sangat menusuk. Deeva tak mengerti. Kenapa Rio setega itu padanya? Sebenarnya apa kesalahan yang sudah dilakukannya pada Rio hingga laki-laki itu tega melakukan semua ini?

Jika Rio memang tak mencintainya, Deeva tak masalah. Karena memang perasaan tak bisa dipaksa. Tapi bisakan Rio tak perlu melakukan ini? Deeva akan dengan senang hati mengatakan kalau dia mencintai Rio jika hanya itu yang Rio butuhkan. Deeva tak masalah.

Tapi semuanya berjalan terlalu rumit. Dengan waktu yang singkat, Rio menghancurkan perasaannya. Kebahagiaan yang baru dirasakannya kini tenggelam bersama rasa sakit yang perlahan menekan lebih dalam.

Deeva menangis di dalam toilet. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini tumpah tanpa bisa dicegah. Dia menggigit bibirnya keras-keras agar tak menimbulkan isakan. Dia tahu bel masuk sudah berbunyi sejak lima menit lalu tapi Deeva tak peduli. Dia tak ingin melihat siapapun saat ini. Dia ingin meratapi nasibnya yang malang.

Cewek bodoh!

Makinya dalam hati. Harusnya dia tahu, cinta seperti ini tak mungkin akan berjalan mulus dengan kebahagiaan yang menyertai. Rio hanya mengenal namanya, Rio hanya bertemu dengannya kurang lebih empat kali. Harusnya Deeva tahu kalau Rio tak mungkin mencintainya. Tapi bodohnya, Deeva menerima permintaan tolol itu. Permintaan yang sama sekali tak ada dipikirannya. Harapannya terlalu tinggi hingga bisa terhempas kapan saja.

Sekarang Deeva mengerti. Cintanya akan selalu bertepuk sebelah tangan. Tapi hatinya memilih bertahan. Meski sudah disakiti seperti ini, hatinya masih ingin tetap tinggal. Karena hatinya yakin, suatu saat nanti Rio akan mencintainya.

ALTERIOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang