20.

912 99 16
                                        

"Mom!" Ucapku ketika aku sudah sampai dirumahku. Ya, hari ini sudah mulai memasuki liburan tengah semester. Aku sangat senang untuk ini. Walaupun, aku harus jauh dengan Nathan selama beberapa hari ini.

Sebutlah aku memang menggelikan sekarang.

Seseorang yang kupanggil pun datang menghampiriku lalu memelukku dengan erat. Sepertinya ia sedang memasakkan sesuatu untukku karena aroma bawang sangat terasa ditubuhnya.

"Hai Ana! Oh God, aku sangat merindukanmu! Kau baik saja disana?" Ucapnya setelah melepaskan pelukannya dariku.

"Ya, aku baik. Bagaimana keadaan rumah ini? Terlalu sepi kah karena tidak ada aku selama tiga bulan ini?" Candaku sambil membawa tas yang ku bawa dan berjalan menuju ruang tamu dan menghempaskan badanku menuju sofa. Aku sangat rindu rumah ini.

"Ya, tidak ada omelan dari adikmu lagi karena kakak paling jahilnya sudah tidak pernah menganggunya lagi. Sebenarnya pas sekali kau libur sekarang, Hanes sedang study tour untuk beberapa hari dan rumah ini sangat sepi selama dua hari ini" ucap Mom sambil terkekeh.

"Aku tau kau lelah, kau bisa ke kamarmu. Istirahatlah, jika makan siang sudah siap, aku akan memanggilmu" sambungnya lagi.

Aku pun langsung mengangkat tas ku dan menaiki tangga menuju kamarku yang berada di lantai dua. Sepanjang aku berjalan, aku berpikir sedang apa Nathan sekarang. Karena tadi pagi sebelum aku dijemput Dad untuk pulang, ia hanya berkata bahwa liburan ini akan sangat membosankan. Ah, aku harus segera mengirimnya pesan. Aku rindu padanya.

Akhirnya setelah aku merapikan kembali kamarku, aku langsung menyambar ponselku dan segera mencari kontak Nathan di media sosial, padahal mataku sudah meminta untuk ditutup dan otakku sudah menjerit minta istirahat.

Sabarlah, mata dan otak. Hati tidak bisa mengalah.

Akhirnya aku menemukan kontak Nathan di media sosialku. Dengan tak sabar, jari - jariku langsung mengetik pesan kepada Nathan.

Abiana: Hai:--)

Satu menit, tak ada jawaban.

Dua menit, aku sudah mulai menguap namun mataku tak berpaling dari layar ponselku.

Sepuluh menit, tiba - tiba tubuhku yang sudah setengah sadar terkejut karena ada getaran dari ponselku. Ternyata itu adalah notifikasi pesan dari Nathan. Yeay!

Nathan: Hai:p kenapa kau baru mengirimiku pesan sekarang?

Abiana: Oh God, biasanya lelaki duluan yang mengirimi pesan, kau tahu -_-

Nathan: HAHAHA maafkan aku :p aku terlalu asyik bermain :( kau sangat tepat waktu karena kuota di ponselku sudah habis jadi aku berhenti bermain.

Abiana: lalu kenapa kau bisa membalas pesanku -_-

Nathan: Nathan mencintai apapun yang gratis, sayang :--)

Abiana: -_-

Nathan: jangan mengetik emoji seperti itu nanti wajahmu seperti itu lalu tidak bisa kembali lagi:--)

Abiana: wow, lucu Nathan :--)

Nathan: ya harusnya kau tertawa:p

Abiana: whatever you do-_-

Nathan: kau sedang didatangi bulan? Kau sensitif sekali

Nathan: aku tak suka:(

Incandescent. [Discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang