"Happy Birthday, sweetheart." Miranda langsung menyambut Jessica dengan hangat, tepat di depan gerbang. Membuat Jessica tersenyum, akhirnya ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.
"Thank you mama Miranda..." Balas Jessica, seraya berhamburan ke pelukan Miranda.
Dan saat itu disana ada Fandy, David, Ricky, dan Renata langsung tertawa kecil melihat tingkah Jessica.
Entah kenapa Fandy tidak terganggu mendengar Jessica menyebut ibunya dengan sebutan 'mama'
Kemudian mereka berdua selesai berpelukan. David menghampiri Jessica kemudian mengusap rambutnya sayang, "Happy Birthday, my little daughter."
"Thank you papa David." Balas Jessica seraya tersenyum.
"Ngomong-ngomong, mama udah masakin makanan kesukaan kamu dan udah buatin kue spesial buat kamu." Kata Miranda.
"Aduh jadi nggak enak nih, tant—" Jessica menghentikan katanya kemudian tersenyum, "—mama."
"Udah jangan sungkan, yuk masuk semuanya." Ujar David.
"Selamat natal om, tante." Ucap Renata dan Ricky seraya memberikan parsel untuk Miranda.
"Selamat natal juga, Rere, Ricky." Balas Miranda dan David.
"Yuk masuk." Ajak Miranda.
Mereka semua masuk ke dalam rumah. Kemudian berkumpul di ruang keluarga. David dan Ricky sedang membicarakan bisnis, Miranda dan Renata sedang membicarakan sale natal di Mall. Sedangkan Jessica dan Fandy sedang bermain PS di kamar Fandy.
"Mampus kalah!" Kata Jessica dengan sumringah.
Fandy berdecak, "gue cuman ngasih kemenangan sama lo, karna lo selalu kalah kalau main sama gue."
"Buktinya gue menang." Balas Jessica.
"Buktinya gue kalah? Karena gue sekarang sudah membiarkan lo untuk menang." Sahut Fandy.
Jessica memutar bola matanya, "lupain aja lah. Gue mau keluar. Mau makan, laper."
"Makan mah nanti kali bareng-bareng." Kata Fandy.
"Setidaknya gue harus makan kue ulangtahun gue." Jessica mengangkat bahu.
"Terserah." Balas Fandy.
Jessica bangkit dari duduknya, namun tidak sengaja dia menginjak stik PS, sehingga dia jatuh. Jessica jatuh. Jatuh. Jatuh. Duduk di pangkuan Fandy. Membuat bokongnya agak sakit. Dan saat itu juga Fandy menopang tubuh Jessica.
Jessica mengaduh kemudian mengibaskan rambutnya. Nampaklah, wajah cantik Jessica tepat di depan wajah Fandy. Membuat jantung Fandy tidak karuan ketika menatap mata indah gadis itu.
Astaga.
Jessica ikut menatap mata Fandy. Dan entah dorongan dari mana, Fandy mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica. Membuat Jessica menatap Fandy dengan sayup.
Dan 1...2...3...
*Ceklekkkkkk
Pintu kamar Fandy terbuka. Fandy dan Jessica menolehkan kepalanya ke arah pintu, namun tetap pada posisi itu.
"Ayo Fan kita mak—" Muncul wajah Miranda dan langsung terkejut ketika melihat Fandy dan Jessica sedang ingin berciuman. "Astaga... maafin mama yah sayang. Maafin mama, yaudah lanjutin aja. Makannya nanti saja. Hihi. Mama tutup yah pintunya."
Jessica menunduk kemudian dia ingin bangkit. Dan saat itu Fandy langsung menahan tubuh Jessica.
Jessica serasa ingin copot jantungnya, "H-heh Fandy.. lo mau ngapain sih?"
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Teen Fiction"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
