Fandy datang ke rumah Faricha. Dia juga sudah izin dengan Jessica tadi, dan Jessica mengizinkan. Hanya sekedar untuk mengetahui keadaannya.
Fandy mengetuk pintu rumah Faricha kemudian munculah sosok Faricha yang menyambut Fandy dengan pelukan hangat.
"Dimana Fiona?" Tanya Fandy.
Faricha melepaskan pelukannya kemudian menjawab, "dia lagi main di taman belakang."
Setelah itu Faricha menyuruh Fandy untuk masuk. Fandy langsung menghampiri Fiona. Diikuti oleh Faricha.
"Kayaknya lo sayang banget sama Fiona yah, Fan?" Gumam Faricha seraya menatap Fandy dan Fiona.
"Jangankan Fionanya, cha. Ibunya aja gue sayang banget." Kata Fandy.
Faricha tertawa, "iyalah. Lo harus sayang sama gue."
Fandy mencium pipi Fiona, "lagian Fiona udah gue anggep kayak anak gue sendiri."
Kemudian Faricha mengelus punggung Fandy. Membuat Fandy sedikit bingung. "Kenapa, cha?"
"Jeje gak bisa punya anak ya, Fan?"
Pertanyaan yang sontak membuat Fandy terkejut, "maksudnya?"
"Lo udah nikah 4 tahun masa Jeje tetep gak punya anak juga?"
"Gue... gak pernah nyentuh Jeje." Jawab Fandy. Kemudian membiarkan Fiona bermain.
"Gak pernah? Selama 4 tahun lo gak pernah nyentuh tubuh isteri lo sendiri?"
"Maksud lo ngomong kayak gini apa sih, cha?"
Faricha kemudian menatap Fandy, "Fan, gue bener-bener lo tau sesuatu."
"Apa?"
Faricha menarik napas dalam, "gue suka sama lo."
Fandy terdiam. Dia menatap Faricha diam. Faricha menangkup kedua pipi Fandy, "gue punya perasaan yang beda, sama lo."
Fandy menurunkan tangan Faricha perlahan, "perasaan sebagai sahabat."
"Bukan." Tepis Faricha. Fandy kali ini benar-benar bungkam, "selama gue di Amerika, yang gue pikirin cuman... lo doang."
"Dan gue... selalu bahagia sama lo."
Fandy terdiam. Kemudian berkata, "cha... gue udah punya isteri."
"Gue tau kalo dulu lo suka sama gue. Lo cinta sama gue, tapi gue malahan pacaran sama Handika." Kata Faricha. "Gue baru sadar... sekarang."
"Lo udah tau tapi lo malahan pura-pura gatau?" Fandy menepis tangan Faricha, "Cha, lo itu bener-bener ya..."
"Gue tau... lo masih suka sama gue." Kata Faricha.
Fandy mengernyit, "gue gak suka lagi sama lo. Perasaan lo udah tergantikan kembali sama Jeje."
"Enggak. Lo masih suka sama gue."
"Cha, please. Lo gausah kayak gini ya. Gue akan tetep ngejaga lo kok. Setiap saat."
"Bohong." Sanggah Faricha, "setiap saat? Waktu lo cuman buat Jeje Jeje dan Jeje!"
"Karena dia adalah isteri gue, cha. Lo harusnya sadar itu!"
"Yaudah kalo gitu, jadiin gue sebagai isteri lo juga." Kata Faricha.
"Apa?"
"Dengan begitu, lo akan ada setiap saat buat gue." Manik mata Faricha berkaca-kaca, "lo gak tau kan betapa kesepiannya gue?"
"Gue sayang sama lo kok, cha." Ucap Fandy.
Faricha menatap mata Fandy, kemudian menangkup pipinya, "oke. Gue akan buat sayang lo berubah jadi perasaan yang lain!"
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Roman pour Adolescents"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
