Jessica meminum susunya di tempat duduknya, sambil mengerjakan PR matematika. Masih asik mengerjakan, sampai akhirnya Ghina menghampirinya. Duduk di sebelahnya, kemudian memeluk Jessica.
"Eh?" Jessica bingung, "kenapa, Ghin?"
"Hehe." Ghina malah tertawa kemudian menghembuskan napas, "sorry buat yang kemarin ya Jeje..."
"Emang kemarin ada apa?" Tanya Jessica, alisnya mengangkat satu alisnya.
Ghina mengerucutkan bibirnya, "kemarin gue maksa lo. Hehe, maafin gue ya Jeje..."
"Iya gapapa kok Ghina alay." Balas Jessica kemudian mengisi buku matematikanya lagi.
Ghina berdehem sebentar kemudian menatap Jessica dengan senyum aneh, membuat Jessica jadi agak takut.
"Kenapa?" Tanya Jessica langsung to the point.
"Gue juga minta maaf nyangka lo sama Fandy pacaran." Kata Ghina. Dan saat itu Jessica benar-benar bingung. Pasti ada yang salah dengan Ghina.
Jessica hanya mengangguk membalasnya.
"Fandy udah cerita ke gue kok. Hehe..." Ucap Ghina.
Dan saat itu jantung Jessica berdegup dua kali lebih cepat, bahkan ingin copot. Bagaimana Fandy bisa memberitahukannya ke Ghina?
"Apa yang Fandy kasih tau ke lo, Ghin?" Tanya Jessica sambil menatap sahabatnya itu.
"Dia bilang lo adalah sahabat masa kecilnya Fandy." Jawab Ghina. Saat itu entah bagaimana Jessica lega. Ghina malah cemberut, "kok lo nggak pernah kasih tau gue sih Je?"
Jessica menghembuskan napas, "kan gue bilang, belum waktunya. Kalau gue kasih tau lo, pasti lo ember ke semua anak di sekolahan ini. Ngomong kalau Fandy sahabat kecil gue."
"Gue bukan orang yang kayak gitu kali, Je." Sanggah Ghina. "Sorry, emang kadang gitu juga sih."
Jessica tersenyum, "gue tau elo, Ghina."
"Maafin gue ya Jeje soal semuanya." Ucap Ghina sekali lagi.
"Ok, gue maafin. Asalkan lo harus teraktir gue makan." Balas Jessica dengan syarat.
Ghina hanya mengacungkan telunjuknya tanda setuju.
***
Seperti yang di janjikan Ghina, sekarang Jessica dan Ghina tengah berada di dalam restaurant Korea yang ada di pinggir kota Jakarta. Tempat kesukaan Ghina dan Jessica.
Jessica memesan Jajangmyeon, Bullgogi spicy, dan minumnya es teh jasmine. Sedangkan Ghina hanya memesan bimbab dan ice green tea.
"Coba lo sekarang cerita..." Ujar Ghina.
Jessica tersenyum kemudian bercerita, "ya gitu, Ghin. Gue sama Fandy udah sahabatan dari lahir."
Ghina mengerjapkan matanya tidak percaya, "kok bisa?"
"Nyokap gue dan nyokapnya Fandy sahabatan dari kecil, bokap gue dan bokapnya Fandy juga sahabatan. Terus bokap dan nyokapnya Fandy nikah duluan sebulan kemudian mereka hamil Fandy. Tadinya bokap dan nyokap gue selalu berantem nggak pernah akur, sampai akhirnya kata bokap gue dia jatuh cinta sama nyokap gue. Dan 6 bulan kemudian dari pernikahan nyokap bokapnya Fandy, bokap nyokap gue nikah..."
"Sebulan kemudian nyokap gue hamil. Terus gue lahir tanggal 25 desember. Dari gue bayi nyokap gue dan nyokapnya Fandy sering main bareng, terus suka nitipin gue sama Fandy ke penitipan anak di mall."
"Terus kita main bareng, dan sangat dekat."
Saat itu Jessica mengakhiri ceritanya. Makanannya sudah tiba, tentu saja Jessica tidak akan melewatinya.
"Jadi begitu, terus kenapa sekarang jadi nggak deket?" Tanya Ghina.
"Ada sesuatu Ghin, dan gue nggak mau ngomongin hal itu. Terlalu menyedihkan kalau gue harus cerita." Kata Jessica sambil mengaduk Jajangmyeonnya.
"Cie bentar lagi ulangtahun..." Ledek Ghina. "H min berapa nih?"
"Hmmm... H-5. Haha."
"Asik... rencananya ulangtahun lo mau ngajak gue kemana Je?" Tanya Ghina.
"Lo lah ngajak gue kemana, Ghina oon."
"Iya nanti gue ajakin kok, selow aja."
***
Miranda baru saja keluar dari kamarnya, dia tidak lupa membawa kipas badainya yang berbulu. Serta kacamata hitamnya. Fandy menatapnya dengan alis mengangkat sebelah.
"Mau kemana ma?" Tanya Fandy.
"Mau beli bahan-bahan untuk kue ulangtahunnya Jeje." Jawab Miranda.
Fandy memejamkan matanya, "oh iya dia kan ulang tahun sebentar lagi." gumam Fandy.
"Mau ikut?" Tanya Miranda.
"Tidak, terimakasih madam." Jawab Fandy kemudian berjalan menuju kamarnya. Kemudian Fandy memikirkannya, sebentar lagi gadisnya ulangtahun. Tunggu, gadisnya?
Ah bodo amat, mulai saat ini Fandy akan memanggil Jessica gadisnya.
Flashback on...
Setelah membeli sepatu, Jessica dan Fandy berjalan menuju mobilnya. Saat itu mereka berdua melewati toko alat musik. Jessica mengamatinya dengan baik.
"Kenapa?" Tanya Fandy masih sibuk menyetir mobilnya.
"Gitar." Jawab Jessica sambil memandangi toko yang sudah terlewati.
"Lo beneran suka gitar ya, Je?" Tanya Fandy.
"Beneran lah, masa bohongan. Lo pasti mau beliin gue gitar ya Fan..." Tebak Jessica.
"Beliin gitar pantatmu." Balas Fandy sambil menghentikan mobilnya karena lampu merah. "emangnya lo suka warna gitar apa?"
"Hmmm... yang warnanya biru tua, terus senarnya gak sember, terus agak kecil, ah complete." Jawab Jessica.
"Kok gak hijau tosca?" Tanya Fandy.
"Nggak mau ah, nanti kotor." Jawab Jessica, "Oh iya, dia juga harus punya sertifikat."
Fandy hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, "lo lagi kode kan?"
"Enggak." Jawab Jessica datar.
"Sepertinya tidak haha. Eh udah sampe nih," Fandy berhenti di depan rumah Jessica.
Flashback off...
Sepertinya Fandy harus cari gitar untuk Jessica.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Novela Juvenil"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
