PART 22: Look a like my friend.

3.9K 175 1
                                        


Jessica memasuki kelas. Banyak mahasiswa yang sedang duduk di kursi mereka masing-masing. Ada yang sedang berkenalan, ada juga yang hanya sibuk memainkan ponsel, dan banyak lagi.

Jessica duduk di kursi tidak begitu depan dan tidak begitu di belakang.

Kemudian seseorang duduk di samping kursinya, seorang laki-laki. Jessica menghembuskan napas kemudian mengeluarkan ponselnya. Dia tidak menoleh ke arah laki-laki itu sama sekali.

Kemudian laki-laki itu memanggil nama Jessica, "Jeje, 'kan?" Jessica langsung menolehkan kepalanya, kemudian menyipitkan matanya. "Gue Dion, abangnya Erika."

"Ohhh iya... Dion..." Jessica tersenyum, "kuliah di sini juga?"

Dion menganggukkan kepalanya, "ya begitu deh, eh kok bisa kebetulan banget sih kita sekelas Je?"

Jessica mengangkat bahu, "mungkin cuman kebetulan."

"Oh iya lo sama Fandy gimana? Baik?" Tanya Dion dengan senyumnya. Jessica bengong, sumpah dia seperti pernah melihat laki-laki ini. "Lo kok malahan bengong sih, Je?"

"Ah? hmm... baik kok gue sama dia. Oh iya, gue boleh minta tolong gak sama lo?" Jessica mengecilkan suaranya.

"Oke, minta tolong apa emangnya Je?" Tanya Dion.

"Tolong jaga rahasia kalo gue udah nikah..." Bisik Jessica.

Lantas Dion tersenyum miring sehabis mendengarkannya, "sip."

"Oke, thanks ya Dion. Btw gue manggil lo 'yon' atau 'di' nih?" Tanya Jessica.

Kemudian Dion tertawa kecil, "senyaman lo mau manggil gue apa Je..."

"Emang apa nama panjang lo?" Tanya Jessica, kok dia kepo sih?

"Ricodion Pradana." Jawab Dion dengan senyumnya.

Rico—Dion? Jessica menelan air liurnya. Apakah mungkin? Dion adalah Rico? Bukankah Rico sudah dimakamkan di Amerika?

"Gue boleh manggil lo Rico nggak?" Tanya Jessica ragu-ragu.

"Errrrr... terserah lo sih." Jawab Dion.

Saat itu dosen masuk.

***

Jessica sudah ditunggu Fandy di parkiran mobil. Hari pertama kuliah tidak buruk, Jessica bahkan mendapatkan teman.

"Udah dapet temen?" Tanya Fandy setelah Jessica masuk ke dalam mobilnya.

"Udah. Temen lama." Jawab Jessica. Kemudian dia memasang safetybelt-nya.

"Temen lama? Faricha?" Tanya Fandy penasaran.

"Bukan." Jawab Jessica kemudian menatap Fandy, "Dion."

Fandy memutar kedua bola matanya, "sejak kapan Dion jadi temen lama lo?"

"Bukannya emang dia temen lama ya?" Tanya Jessica.

"Terserah lo deh..." Balas Fandy, kemudian dia tancap gas ke rumah.

Jessica kemudian berkata, "Fan, jangan bilang-bilang yah kalo kita udah nikah..."

Kening Fandy berkerut, "sejak kapan lo peduli kayak gini-ginian Je?"

"Sejak tadi." Jawab Jessica asal, "ya? Jangan bilang-bilang yah? Kalo ada yang nanya, anggep gue kayak adek lo gitu Fan."

"Kakak adik zone." Gumam Fandy, "Iya nanti gue bilang lo adek gue kok."

"Makasih yah..." Ucap Jessica.

"Sejak kapan jadi suka bilang makasih gini?" Tanya Fandy semakin takut.

EVERLASTING LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang