Tiga hari SMA di seluruh Indonesia melaksanakan Ujian Nasional. Para murid belajar dengan giat sebelum hari Ujian Nasional. Termasuk Fandy. Tetapi, Jessica hanya melihat buku sekilas kemudian tertidur.
Hari ini adalah hari terakhir ujian. Jessica bahkan mampu mengerjakan semuanya dengan baik. Fandy sepertinya mengerjakan soal itu sambil berfikir. Setelah itu bell selesai dibunyikan.
Seluruh siswa mengumpulkan kertas ujian mereka.
Jessica-pun mengumpulkan miliknya. Begitu pula dengan Fandy.
Kemudian Jessica keluar kelasnya, dia pergi ke kelas Ghina. Keluarlah Ghina dengan wajah kusut tiada tara.
"Ujian Nasional macam apa? Soalnya susah semua..." Ghina menggaruk-garuk kepalanya.
Jessica menghembuskan napas sambil tersenyum, "daripada mikirin yang udah berlalu, mendingan kita makan aja."
"Gue nggak bisa makan disaat situasi seperti ini, Je." Kata Ghina dengan wajah malang.
"Poor Ghina." Kata Jessica, "makan bareng gue atau gue makan sendiri nih?"
Ghina menatap Jessica sebentar kemudian menghembuskan napasnya lesu, "hm, iya deh."
Mereka berdua pergi ke restoran ayam. Jessica memesan chicken wings satu bak. Yang isinya 12 chicken wings. Sedangkan Ghina hanya memesan kentang goreng dan cola.
"Udah sih, Ghin. Lo pasti bisa kuliah kok. Percaya deh sama gue. Gausah galau mikirin nilai mulu." Kata Jessica.
Ghina memanyunkan bibirnya kemudian menempelkan dahinya ke atas meja, "lo ngomong begitu karena lo jenius. Lah gue?"
Jessica memutar bola matanya, "gue kayak gini karena gue nggak mau ngeliat lo kayak mayat hidup cuman karena susah ngerjain soal UN."
"Apa gue kelihatan kayak mayat hidup yah, Je?" Tanya Ghina lesu.
"Iya. Kayak zombie." Jawab Jessica. Kemudian makanan mereka datang. "Oh iya, tiga hari lagi lo harus datang ke acara pernikahan gue."
Mata Ghina langsung terbelalak, "secepat itu?"
Jessica hanya mengangguk. Kemudian dia memakan chicken wings nya, "gue udah fitting dress kawinan gue, terus gue udah pilih sepatunya, gue juga udah milih penata riasnya. Hmmm, tempatnya di Gereja deket rumah gue. Abis itu acara pernikahannya di gedung serba guna punya om David."
Ghina membelalakan matanya, "wah kayaknya persiapannya udah matang banget."
Jessica menganggukkan kepalanya, "bagus deh. Jadi gue nggak ribet-ribet lagi ngurusin."
Ghina menyipitkan matanya, "tapi..." dia menggigit bibir bawahnya, "apa lo udah punya perasaan sama Fandy?"
Jessica memakan chicken wingsnya kemudian mengangkat bahu, "perasaan sebagai sahabat mungkin..."
***
Hari ini adalah hari pernikahan Jessica dengan Fandy. Seluruh masyarakat SMA Fandy & Jessica di undang untuk menghadiri acara pernikahan ini. Begitu pula rekan-rekan, staf, karyawan Bagaskara Group di undang. Teman-teman Ricky, Renata, semuanya di undang.
Maka dari itu, hari ini banyak sekali orang yang datang.
Jessica masih menunggu di ruang pengantin wanita. Gadis itu begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih, seperti seorang puteri di Istana. Matanya begitu indah, bibirnya begitu sexy bagaikan Angelina Jollie, rambutnya di kepang variasi yang membuatnya begitu cantik.
Jessica tidak siap. Oh tidak, dia harus siap. Bagaimana bisa gadis 18 tahun menikah? Bagaimana dengan karrier-nya? Bagaimana dengan masa depannya? Bagaimana jika dia ingin bermain bersama teman-temannya?
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Teen Fiction"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
