PART 25: She's back.

4K 172 4
                                        

Kiri Faricha, kanan Jessica:)

Fandy mengetuk-ngetukkan bolpoint di atas meja. Ah hari ini Fandy full berada di kantor. Fandy begitu pusing dengan urusannya di kantor dan urusan kuliahnya. Bagaimana bisa dia mengatur dua hal tersebut secara bersamaan?

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, tetapi kerjaannya belum selesai juga. Dia sedang mengecheck hotel-hotel di setiap cabang, dengan masalah-masalahnya.

Kemudian Jessica memasuki ruangan kantor Fandy, langsung membuat Fandy terkejut.

"Lo ngapain kesini? Tunggu..." Fandy menjulurkan telapak tangannya, "...kalo alasan lo kesini buat ganggu gue, gue gak ada waktu."

"Lo tau aja gue mau gangguin lo." Jessica berjalan menghampiri Fandy.

"Dasar nenek sihir jahat." Gerutu Fandy.

Jessica memutar bola matanya kemudian dia menatap layar laptop, "masih banyak kerjaan?"

"Masih, Je. Gue pusing banget sumpah." Keluh Fandy.

"Sabar yah, nyet." Jessica menepuk-nepuk punggung Fandy kasar. Fandy hanya memperhatikan isterinya sejenak. Kemudian Jessica berkata lagi, "lah lo ngapain meriksa satu-satu kayak gini?"

"Meriksa satu-satu?" Tanya Fandy sambil melihat layar laptopnya.

"Lo meriksa semua cabang lo satu persatu. Lo buang waktu namanya." Tukas Jessica.

"Gini yah Jejekuh sayang, gue harus teliti meriksa kekurangan dan masalah-masalah yang timbul di setiap hotel." Kata Fandy.

"Lo bisa teliti kok. Lo tinggal pencet ini, terus ini... nah kan keluar semua masalahnya." Fandy menatap layar laptop dan isterinya dengan tabjuk, "terus habis itu lo laporin semuanya ke bagian permasalahan hotel. Selesai kan?"

"Lo kok?" Fandy menatap isterinya berbinar.

"Kenapa? Mau bilang gue genius?" Tanya Jessica seakan tahu Fandy ingin bicara apa. Setelah itu dia menggelengkan kepalanya, "habis itu lo tanda tanganin satu file aja, setelah itu lo copast. Jadi lo gak perlu ribet."

"Bener juga ya. Gue gak kepikiran." Fandy menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Yaudah cepetan kerjain. Gue laper." Ujar Jessica kemudian berjalan menuju sofa. Kemudian dia duduk disana sambil memainkan ponselnya.

15 menit kemudian...

"Selesai." Kata Fandy dengan bahagia. Dia mematikan laptopnya, kemudian menutupnya. Memasukkannya ke dalam tas laptopnya.

"Yaudah makan."

Jessica dan Fandy berjalan keluar kantor kemudian masuk ke dalam mobil Fandy. Setelah itu Fandy tancap gas.

Jessica menatap Fandy yang sedang menyetir.

"Kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" Tanya Fandy tanpa memalingkan wajahnya.

"Fan..."

"Apaan?"

"Gue mau ngasih tau sesuatu nih." Ungkap Jessica. Fandy menolehkan kepalanya sebentar kemudian kembali menatap jalanan.

"Mau ngasih tau apa?"

Jessica menarik napas perlahan, kemudian membuangnya perlahan. "Gue disuruh bikin skripsi."

Fandy meminggirkan mobilnya setelah mendengar Jessica berkata begitu, "Demi apa?"

"Demi Tuhan!" Jawab Jessica mantap.

"Lo kan baru kuliah 2 tahun?" Fandy mengerutkan keningnya.

"Dosen pembimbing gue bilang kalo nilai ipk gue semua pelajaran itu 4, dari semester 1 sampai semester 4. Gila gak?"

EVERLASTING LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang