Jeje and Faricha's pict.
Erika masih menatap foto itu sampai pemiliknya datang.
"Ngapain kamu?" Tanya Dion. Erika buru-buru menyembunyikan foto tersebut di balik bajunya.
"Enggak ngapa-ngapain kok..." Jawab Erika, "ehmm... aku ke kamar dulu ya kak."
Erika langsung berjalan ke kamarnya.
Setelah di kamarnya, dia menelfon seseorang.
"Ada yang pengen aku omongin... penting. Kita bisa ketemu?" Setelah mengetahui jawaban dari seberang saja, Erika langsung menutup telfonnya dan bersiap pergi.
***
Fandy menutup telfonnya, kemudian memasukkannya ke dalam saku celana.
"Mau kemana?" Tanya Jessica.
"Pergi keluar sebentar. Gak lama kok." Jawab Fandy dengan senyumnya. Setelah itu dia pergi.
Jessica hanya menghembuskan napas saja.
Fandy benar-benar pergi menemui Erika.
Di café. Setelah sampai di café, Fandy langsung mencari tempat duduk yang kosong. Tidak lama kemudian Erika datang.
"Maaf kak, buat kakak nunggu." Kata Erika seraya duduk di hadapan Fandy.
Fandy tersenyum, "gapapa. Lagian gue juga baru dateng kok."
"Hmm..."
"Mau pesen minuman atau makanan?" Tanya Fandy, "gue yang teraktir tenang aja."
"Beneran nih? Hm... orange juice aja deh..." Jawab Erika. Fandy menjulurkan tangannya ke atas. Memanggil pelayan, kemudian pelayan datang.
"Ada yang saya bantu?" Tanya pelayan.
"Ice Americano satu sama orange juice satu." Jawab Fandy. Setelah itu pelayan permisi.
"Apa yang mau lo omongin ra?" Tanya Fandy langsung.
Erika kemudian menggigit bibir bawahnya. Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah foto. Foto milik Dion. Yang tadi dia lihat.
Fandy hanya memandang wajah Erika.
"Lihat deh..." Ujar Erika sambil menyodorkan foto tersebut.
Fandy menerimanya lantas melihat foto tersebut. Matanya membulat, setelah itu dia menatap Erika.
"Kenapa ini ada sama lo?" Tanya Fandy.
"Aku baru aja memuin itu kak. Dan langsung kasih tau Kak Fandy sekarang." Jawab Erika.
"Ini punya siapa?" Tanya Fandy, kemudian tangannya membalik foto tersebut. Terdapat pesan.
"Punya kakak aku." Jawab Erika.
"Dion?" Tanya Fandy.
Erika menganggukkan kepalanya, "Ri-co."
"Gak mungkin." Fandy menyodorkan foto tersebut kepada Erika, "Rico udah meninggal."
"Rico itu kakak aku." Sanggah Erika.
"Tujuan lo ngasih tau gue ini apa emangnya?" Tanya Fandy.
Erika menggigit bibir bawahnya, "sebenernya, aku mau ngasih tau ini karena aku takut kita bakalan gak ketemu lagi nantinya."
"Gak ketemu lagi? Emangnya lo mau kemana?" Tanya Fandy.
"Ibu aku orang Amerika asli. Sebenernya, ayah dan ibu aku pisah udah lama. Jadi waktu itu Dion tinggal di Amerika sama ibu aku." Kata Erika, "kak Dion gak meninggal. Kepalanya cuman robek sedikit, jadi dia sempet di rawat di rumah sakit Indonesia. Setelah itu ayah aku nyuruh kak Dion tinggal sama ibu aku."
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Teen Fiction"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
