Seorang wanita cantik baru saja datang dari luar, bersama seorang gadis kecil. Wanita itu adalah Faricha. Bersama dengan anak perempuannya, Fiona.
"Mami... Phiona mau cedotang itcu..." Ucap Fiona seraya menunjuk ke arah tempat sedotan yang berada di dekat toilet.
"Iya nanti ya sayang." Balas Faricha kemudian Fiona berlari begitu saja dari genggamannya. Faricha menatap tubuh mungil Fiona yang berlari menghampiri tempat sedotan.
Kemudian tatapannya terhenti disatu titik.
Seketika objek yang di tatap Faricha-pun menatapnya demikian.
Fandy.
Faricha.
Mereka berdua mematung layaknya es. Faricha menghembuskan napas berat, kemudian dengan langkah perlahan Faricha menghampiri Fandy.
"Fari...cha?" Tanya Fandy sambil menunjuk Faricha.
"Hi... apa kabar?" Tanya Faricha basa-basi. Kemudian memberi kode untuk meminta dirinya duduk. Fandy menerima kode tersebut. Faricha lantas duduk.
"Lo kemana aja sih cha?" Bukannya menjawab Fandy malahan bertanya sambil memeluk Faricha.
"Gue di Amerika Fan..." Balas Faricha sambil memeluknya balik, "hm Fan?"
Fandy melepaskan pelukannya kemudian menatap Faricha rindu. Faricha berkata, "gue udah punya anak."
Fandy melepaskan tangannya dari lengan Faricha perlahan, "lo... apa?"
"Gue udah punya anak." Jawab Faricha setengah mati, "sorry gue gak bilang."
"Kenapa lo gak bilang?" Tanya Fandy. Faricha tidak menjawab. Fandy bertanya ragu, "siapa ayahnya?"
Faricha lagi-lagi diam. Kemudian dia menjawab, "gue orang tua tunggal." Selang beberapa detik Faricha menghembuskan napas, "ayahnya Han—"
"Mamiiiiiiii!!!!!!" panggil Fiona. Fiona lari menghampiri Faricha, kemudian Faricha langsung menyambutnya dengan pelukan. Fandy menatap Fiona dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Jadi gadis ini adalah anaknya.
Kemudian Fandy memeluk Fiona dalam gendongnya.
Fiona berkata, "mami, om... tadi Phiona di antel cama ante itu... ante Decika..." Fiona berkata sambil menunjuk gadis yang sedang mematung menatap keduanya. Jessica.
Fandy langsung menolehkan kepalanya, menatap Jessica. Fandy terkejut, sejak kapan Jessica disana? Begitupula dengan Faricha.
Setelah itu Jessica menghentakkan kakinya, pergi meninggalkan tempat itu.
"Je!" Panggil Fandy, "nanti gue hubungin lo ya, masalahnya panjang." Kata Fandy kemudian mengambil tasnya dan tas Jessica lantas pergi.
***
Jessica berjalan keluar Bistro ini, kemudian berlari pulang. Untung saja rumahnya tidak begitu jauh dari bistro tersebut.
Setelah sampai rumah, Jessica langsung naik ke kamarnya.
Ih tai banget! Ngapain sih tuh Faricha muncul lagi?! Dia mau ngerebut Fandy lagi dari hidup gue?
Gumam Jessica dalam hati.
Fandy di luar memarkirkan mobilnya kemudian berlari masuk ke dalam rumah. Memanggil-manggil nama Jessica kemudian membuka pintu kamarnya. Nampaklah Jessica yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Je?"
"Kenapa?" Tanya Jessica dengan wajah datar, seperti Jessica yang biasanya.
"Lo kok tiba-tiba pergi gitu?" Tanya Fandy khawatir. Tangannya dia genggam di lengan-lengan Jessica.
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Teen Fiction"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
