Jessica pulang ke rumahnya pukul 5 sore. Tidak disangka main di rumah Fandy begitu melelahkan. Jessica merebahkan dirinya diatas ranjang, kemudian tidak lama dia tertidur.
Hingga pukul 18.40. Renata membuka kamar Jessica, kemudian membangunkan gadis itu.
"Je, bangun.. sebentar lagi jam 7. Fandy udah otw ke rumah." Usaha Renata untuk membangunkan Jessica.
"Hmm.. iya Re, gue bangun." Jessica berusaha bangun. Malas juga sebenarnya menemani Fandy menonton, tapi tidak apa-apa deh. Hitung-hitung untuk mengisi satnight yang sepi.
"Oh iya.." Renata bangkit dari ranjang Jessica, kemudian Jessica menoleh. "Tadi pagi Ghina ke rumah, katanya dia telfon dan LINE lo nggak dibales."
"Nanti gue kabarin ke dia Re." Balas Jessica.
Renata lantas pergi keluar kamar Jessica.
Jessica mengaktifkan ponselnya yang sedari tadi di charge.
31 missed called from Ghina.
42 message LINE from Ghina.
Jessica menghembuskan napas. Kemudian membalas pesan LINE dari Ghina.
Jessica: Ghinakuh yang tersayang, sorry yah gue baru ngasih kabar. Dari kemarin malem gue nginep di rumah sodara gue Ghin, hehe. Besok gue mau pergi ke toko alat musik, mau beli gitar baru. Mau ikut nggak?
Setelah mengirim pesan itu, Jessica bergegas mandi. Hanya lima menit Jessica mandi. Rambutnya yang sengaja tidak ia basahi. Jessica mengenakan kaos hitam polos lengan pendek dengan hotpants jeans. Jessica mengenakan sepatu convers hitam putih miliknya, kemudian tidak lupa dia mengenakan cardigan berwarna abu-abu.
Jessica mengambil ponselnya ketika ponsel itu kembali bergetar. Ternyata ada pesan LINE dari Fandy. Jessica segera membukanya.
Fandy: Keluar.
Jessica: Iya.
Jessica mengambil slingbag. Memasukan ponsel serta dompet miliknya ke dalam tasnya. Jessica membiarkan rambut panjangnya tergerai indah, lantas memoles wajahnya dengan bedak tabur untuk bayi.
Jessica turun ke bawah, kemudian pamit kepada Renata. Setelah itu, dia bergegas keluar rumah.
Mobil Fandy sudah terparkir di depan rumahnya. Jessica langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Lama." Keluh Fandy.
"Bacot." Balas Jessica.
Kemudian Fandy menghembuskan napas, sabar Fandy.
"Mau nonton Mockingjay Part 1, 'kan?" Tanya Jessica sambil mengambil ponselnya di dalam tas.
"Hm." Jawab Fandy malas.
"Gue di bayarin, 'kan?" Tanya Jessica.
"Hm."
Fandy mengumpat dalam hati, dasar cewek gratisan. "Mau makan dulu atau nonton dulu?"
"Nonton." Jawab Jessica.
"Kenapa?"
"Karena kalau kita makan dulu, nanti kita ngantuk pas lagi nonton. Yang ada nanti gue tidur di dalam studio." Jawab Jessica.
"Ok, Jejekuh."
Kemudian Jessica dan Fandy tertawa. Entah kenapa Jessica begitu geli mendengar Fandy memanggil Jessica dengan sebutan seperti itu. Begitupun dengan Fandy, dia menyesali perkataannya. Buat apa dia berbicara seperti itu? Buat malu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERLASTING LOVE
Roman pour Adolescents"Gue kira hidup gue bakal gini-gini aja. Sekolah, bolos, tidur, makan, tidur, sekolah lagi, bolos lagi, hunting foto, dan yah gitu gitu doang deh. Tapi pas ada dia lagi, kok gue ngerasa beda yah? Rasa yang dulu itu hadir lagi. Bahkan tidak pernah be...
