4-1 Ada apa dengan ruang OSIS?

194 30 6
                                        

Sehari setelah pertandingan basket melawan Minerva itu, kelima pengurus OSIS itu berjalan bersama menuju ruang OSIS dan melakukan kegiatannya. Mereka membicarakan pertandingan kemarin yang dibantu oleh anggota klub bayangan. Karena mereka, OSIS bisa mendapatkan ruangannya kembali dan semua berjalan sesuai dengan semestinya.

Hakyeon kemudian membuka pintu ruang OSIS dan langsung terpaku begitu melihat keadaan ruang OSIS yang sekarang. Kertas-kertas berhamburan dilantai, lemarinya ambruk, meja rapat serta dinding dicoret-coret menggunakan cat, papan organisasi dirusak.Hal itu yang terjadi di ruang OSIS sekarang.

Heera, Nayeon, dan Mina hanya terkikik melihat kelima pengurus OSIS yang terpaku begitu melihat ruangannya lewat pintu rekreasi yang terbuka. Guru Baek dan Guru Kim kemudian masuk dan bertanya ada apa dengan ruang OSIS dan siapa pelakunya, apa pengurus OSIS yang melakukannya?.

"Tidak mungkin, untuk apa kami merusak ruangan yang kami pertahankan?" bela Hakyeon.

"Tunggu dulu, Im Nayeon-ssi ada apa dengan rokmu?" tanya Jaehwan sambil menunjuk noda merah di rok Nayeon.

Nayeon melirik ke arah roknya, "Ini? Rumahku sedang direnovasi. Ayahku seorang diplomat. Dan hal seperti ini sering terjadi."

"Ahhh ... aku juga mendengarnya. Kudengar rumahmu di dekorasi ulang setiap ayahmu pulang, benar kan?" ucap Guru Kim.

"Ssaem, jangan tertipu. Mereka yang melakukan semua ini," ucap Hongbin kemudian.

"Menuduh tanpa bukti, kejamnya. Ya kan ssaem?" tanya Nayeon dengan nada manjanya.

"Betul sekali, jangan menuduh kalau kalian tidak punya bukti. Lebih baik kalian rapikan kembali ruangan ini," suruh guru Baek.

"Yah ... itu buruk, tapi selamat bekerja," ucap Mina lalu ketiga anggota Minerva itu pergi dari ruang rekreasi.

Setelah semua orang kecuali pengurus OSIS keluar dari ruangan itu, Hongbin menggebrak meja rapat itu dan menyatakan kekesalannya terhadap Minerva.

"Itu sudah pasti mereka yang melakukannya, dan guru itu beraninya dia membela Minerva hanya dengan godaan dari anggota Minerva. Menjijikkan. 'Ya kan ssaem'." Hongbin kemudian menirukan bagaimana ucapan Nayeon tadi.

"Sudahlah Bin, daripada kau mengeluh terus. Lebih baik kita mencari bukti kalau mereka yang melakukannya. Kalau kita menemukan bukti mereka pasti ..."

Ucapan Hyeri dipotong oleh Hakyeon, "Bahkan ketika kita bisa membuktikan kalau mereka bersalah, mereka akan menyalahkan orang lain lagi. Aku juga tidak ingin membiarkan ini begitu saja. Tapi jika dipikir secara positif, hal seperti ini bisa menjadi hal baik. Contohnya seperti mendekor ulang ruang OSIS. Ya kan?"

Keempat pengurus yang mendengar Hakyeon itu hanya mengangguk membenarkan simpulan positif dari Hakyeon tentang insiden hari ini. Bukankah memulai dari awal itu menyenangkan? Mereka jadi mengubah keadaan darurat menjadi kesempatan, guru-guru tidak akan mengeluhkan hal ini lagi dan mungkin Minerva akan kesal karena ternyata OSIS baik-baik saja dengan hal ini.

"Bagaimana kalau kita memulai kotak saran ini lagi? Masih bisa dipakai, walaupun sedikit rusak sih, tapi kita bisa menambal bagian yang rusak dengan beberapa hiasan," saran Hyeah.

"Kita adakan juga koran sekolah. Kita akan menulis artikel tentang berita terhangat di sekolah ini dan headline newsnya akan ditempel di papan pengumuman, bagaimana?" tanya Hyeri.

Hakyeon sempat berpikir sejenak, "Baiklah kau yang bertanggung jawab."

Mereka semua kemudian membersihkan dulu ruangan OSIS itu dan akan mendekor ulang ruang OSIS itu. Dan seperti biasa Hakyeon akan mampir ke rumah Kyungri dulu sepulang sekolah. Hakyeon mengetuk pintu rumah itu beberapa kali tapi tidak ada yang menjawabnya. Ia ketuk lagi dan kemudian pintu itu terbuka. Tentu saja Kyungri yang membukanya.

[VIXX FF] The Boy's SpeechCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang