Sehari setelah hari dimana ia menyatakan tekadnya yang mungkin bisa dianggap sebagai deklarasi perang terhadap Minerva, Hakyeon datang pagi-pagi ke rumah Kyungri dan meringkuk di sofa yang ada di rumah Kyungri dan menutupi dirinya dengan sebuah selimut.
Hakyeon berulang kali merutuki dirinya tentang pidato pertamanya kemarin. Ia juga membayangkan kalau dirinya masuk hari ini ia pasti akan dilempari oleh siswa lain dan juga Minerva, ia akan beruntung kalau mereka tidak membullynya. Kyungri yang baru saja dari dapur dan mengambil sarapannya kemudian menyingkap selimut yang Hakyeon pakai dan mengatakan kalau Hakyeon seperti kutu kayu jika ia meringkuk terus seperti itu.
"Kau yakin tidak ingin berangkat ke sekolah?" tanya Kyungri kemudian.
Hakyeon menggeleng, "Aku akan izin sakit saja, karena perutku sakit sekarang." Hakyeon kemudian memegangi perutnya dan berlagak seperti sedang sakit perut.
Kyungri hanya bisa memukul kepala Hakyeon menggunakan sendok yang ia pegang.
"Jangan bertingkah seperti anak kecil," ucap gadis itu melihat Hakyeon yang mengaduh kesakitan akibat pukulan sendok Kyungri.
"Jangan karena kemarin mereka melemparimu dan itu membuatmu mundur. Kau sudah mengambil langkah yang baik dengan membicarakan tekadmu. Buat siswa-siswa yang melemparimu itu tahu kalau seorang Cha Hakyeon tidak akan menyerah hanya karena dilempari benda-benda bodoh seperti itu," sambung Kyungri sambil memakan sarapannya.
"Aku tahu aku tahu, tapi ..."
"Mulailah dengan desamu sendiri." Belum selesai Hakyeon berbicara Kyungri sudah memotongnya.
Hakyeon mengerutkan dahinya bingung, "Desa?"
"Untuk membangun sebuah negara kau harus memulainya dari desa."
Hakyeon masih tetap mengerutkan dahinya karena masih belum paham dengan apa yang Kyungri bicarakan.
"Bodoh, maksudku buatlah OSIS menjadi temanmu," ucap Kyungri.
Hakyeon menggeleng menyatakan kalau ia tidak setuju. Menurutnya pengurus OSIS itu terlihat lebih kalem daripada dirinya, tapi Kyungri tetap bersih keras kalau Hakyeon harus memulainya dari OSIS dan segera berangkat sekolah sekarang.
Mendengar nada bicara Kyungri sudah sangat memaksanya Hakyeon berangkat ke SMA Dong Ah yang jaraknya tidak sampai 500 meter dari rumah Kyungri. Ia menghentakkan kakinya kesal sambil menggerutukan hal yang tadi ia dan Kyungri bicarakan.
Tapi begitu sampai di depan SMA Dong Ah, Hakyeon melihat pemandangan yang cukup aneh karena ia melihat banyak dari murid SMA Dong Ah yang berlari dan bukannya menaiki bus. Dari sekian banyaknya siswa, Hakyeon melihat Hyeah yang terjatuh dari kerumunan itu. Hakyeon segera menolong Hyeah sebelum Hyeah terinjak-injak oleh siswa lain.
"Terjadi sesuatu Kim Hyeah? Kenapa para siswa berlari?" tanya Hakyeon.
"Bus sekolah rusak dan hanya satu yang bisa dipakai, para siswa berebut masuk ke bus. Tapi Minerva tiba-tiba saja datang dan membuat kami terpaksa berlari karena bus sudah tidak muat lagi," balas Hyeah.
Hongbin tiba-tiba saja datang bersama Hyeri, yang pastinya mereka berdua juga berlari. "Minerva mempunyai hak prioritas, tidak peduli se terlambat apapun mereka, bus akan menunggu mereka. Begitu juga dengan penggunaan ruang rekreasi yang terhubung langsung dengan ruang OSIS, dan lift."
Hakyeon hanya mengangguk mengerti mendengar penjelasan dari Hongbin. Kemudian mereka berempat memasuki sekolah dan pergi ke kelasnya masing-masing. Begitu sampai di kelas pun Hakyeon dan Hyeah mendapat keluhan dan mereka dipaksa untuk segera melakukan sesuatu. Jaehwan kemudian datang di saat yang tepat dan berkata bahwa OSIS akan bicara kepada sekolah dan mengupayakan supaya mendapat bus sekolah yang baru. Guru pun memasuki kelas tersebut dan pelajaran dimulai.
Setelah menghabiskan waktu berjam-jam akhirnya bel yang ditunggu tiba, bel istirahat berbunyi. Guru Baek yang tadi mengajar segera keluar kelas dan membiarkan siswanya beristirahat. Hakyeon, Jaehwan, dan Hyeah kemudian pergi ke kantin untuk mengisi perut kosong mereka.
"Laparnya ... sejak kemarin aku belum makan apapun," keluh Hakyeon sambil memegangi perutnya.
Jaehwan dan Hyeah yang mendengar hal itu hanya bisa terkekeh dan mengatakan kalau Hakyeon butuh kekuatan. Mereka kemudian melewati stand steak dan melihat papan bertuliskan edisi terbatas. Begitu Hakyeon ingin memesannya, Jaehwan mencegahnya dan tak lama suara dari langkah sepatu anggota Minerva terdengar.
Keenam anggota Minerva itu memesan steak yang ingin Hakyeon pesan. Karena steak itu edisi terbatas dan hanya disediakan enam porsi Hakyeon hanya bisa menghela nafasnya dan memesan makanan yang lain. Hakyeon, Jaehwan, dan Hyeah kemudian berkumpul bersama Hongbin dan Hyeri yang sudah terlebih dulu mendapatkan kursi makan siang.
"Sepertinya aku juga lupa bilang, steak yang ada di sekolah kita ini hanya dibuatkan enam porsi yang itu tandanya enam porsi tersebut khusus dibuatkan untuk anggota Minerva, lagi-lagi itu adalah sebuah peraturan mutlak dan tidak tertulis sekolah ini," ucap Hongbin.
"Hee ... tapi tidak ada yang mengeluh tentang hal itu?" tanya Hakyeon.
"Yah, mau bagaimana lagi. Kita tidak bisa mengatakan apapun kepada siapapun," balas Hyeah.
Hyeri kemudian mengeluarkan sebuah amplop yang tadi ia terima setelah pelajaran dari guru Kim yang merupakan bendahara sekolah. "Guru Kim tadi memberikan ini untuk OSIS, katanya kita harus segera melakukan sesuatu dengan bus sekolah, dan sekolah memberikan cek ini untuk menyewa bus selama seminggu. Aku akan pergi ke perusahaan rental bus nanti bersama Hyeah. Ngg ... Hakyeon-ah, aku titip ini padamu ya," ucap Hyeri sambil memberikan amplop itu pada Hakyeon. Hakyeon mengangguk menerima amplopnya dan memasukkannya ke jas sekolah yang ia pakai.
Sepulang sekolah, OSIS biasanya mengadakan rapat tapi karena Hyeah dan Hyeri berencana pergi ke perusahaan rental bus, jadi rapat dibatalkan. Hyeah dan Hyeri kemudian meminta amplop yang tadi Hyeri titipkan kepada Hakyeon. Hakyeon segera mengecek jas yang ia pakai dan membelalakkan matanya.
"Amplopnya ... tidak ada di jasku," ucap Hakyeon diiringi oleh respon kaget dari seluruh pengurus OSIS yang lain.
"Serius, tadi aku menaruhnya di jas. Kalian juga lihat kan?"
"Lee Hyeri, jumlah uang yang tertulis di cek itu berapa?" tanya Hongbin.
Hyeri mencoba mengingat jumlah uang yang tertulis di cek itu, "Untuk sewa bus selama seminggu jadi satu juta won."
Kelima pengurus OSIS itu kemudian langsung pergi mencari amplop berwarna putih yang di depannya terdapat cap OSIS SMA Dong Ah. Mereka mencari dimulai dari kantin, kelas, ruang rekreasi, ruang ganti, toilet, tangga hingga mencuri perhatian siswa lain.
Melihat sikap OSIS yang kurang wajar itu mereka memulai bertanya apa yang terjadi dan Hyeah mengatakan kaau cek untuk menyewa bus hilang. Sontak seluruh siswa menjadi marah. Itu tandanya mereka harus berlari setiap hari. Enam anggota Minerva itu datang disaat yang tepat dan bertanya siapa yang harus bertanggung jawab, dan seluruh mata pengurus OSIS minus Jaehwan tertuju pada Hakyeon.
Siswa Dong Ah kemudian menuntut pertanggung jawaban dari OSIS dan Hongbin mengusulkan untuk membuat petisi tidak percaya yang tandanya jika dua pertiga pengurus OSIS setuju, ketua OSIS bisa diturunkan. Mereka pun melaksanakan petisi tersebut, Hongbin, Hyeri, dan Hyeah mengangkat tangannya setuju dan itu tandanya dalam jangka waktu dekat Hakyeon akan diturunkan dari jabatannya.
~ To Be Continued ~
A/n: Seperti biasa ini bukan satu chapter kali ini seperempatnyaa, kalau aku post di chapter yang sama nanti kalian pusing. Enjoy iitttt ...
See You
Beautiful Healer
06-06-2016
KAMU SEDANG MEMBACA
[VIXX FF] The Boy's Speech
FanfictionAda yang salah dengan sistem pendidikan jaman sekarang. 1. Diskriminasi berdasarkan status orang tua 2. Orang tua cenderung memaksa anaknya untuk belajar 3. Kegiatan non akademis dinilai tidak terlalu berguna untuk masa depan Percaya atau tidak kata...
![[VIXX FF] The Boy's Speech](https://img.wattpad.com/cover/73990904-64-k420344.jpg)