3-1. Masalah Anggaran Klub

210 26 10
                                        

Hari baru dimulai, seperti biasa pengurus OSIS berkumpul di ruang OSIS untuk mengadakan rapat. Hakyeon, Jaehwan, Hyeah, Hongbin, dan Hyeri sudah duduk di kursinya masing-masing dan bersiap memulai rapat. Mereka semua kemudian terdiam untuk beberapa menit setelah rapat di buka.

"Lalu?" suara Hyeri terdengar dan memecahkan keheningan.

Seluruh mata tertuju pada Hyeri yang baru saja bersuara. Kemudian Hyeri kembali bertanya bagaimana cara mengubah sekolah setelah mengambil langkah awal seperti kemarin. Hakyeon sendiri terdiam, ia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan setelahnya. Keempat anggota OSIS yang lain tercengang. Hakyeon ingin mengubah sekolah tanpa rencana?.

"Kupikir kita ... bisa ... memikirkannya bersama," ucap Hakyeon dengan cengirannya.

Kelima anggota OSIS itu kemudian berpikir. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan ide.

"Ngg ... Hakyeon-ah, bagaimana kalau kita juga meminta saran dari siswa lain. Mungkin mereka punya suatu ide untuk mengubah sekolah, atau mungkin mereka punya sesuatu yang diinginkan," saran Hyeah.

Hakyeon mengangguk, "Ide bagus, Hyeah-ya. Jja kalau begitu mari kita buat kotak saran."

Kyungri meneliti kotak saran yang Hakyeon bawa. Kotak saran itu adalah kotak saran yang tadi Hakyeon dan anggota OSIS lainnya buat. Sebenarnya tidak ada yang spesial itu hanya sebuah kotak biasa yang terbuat dari kardus dan dilapisi kertas warna juga hiasan-hiasan lainnya agar menarik.

"Ng ... Cha Hakyeon, ini tahun keduamu di SMA kan?", tanya Kyungri yang dibalas anggukan oleh Hakyeon.

"Kau yakin? Kau bukan anak SD kan? Apalagi kotak ini warnanya pink," ucap Kyungri.

"Dan kau dengan bangganya membawa kotak ini kemari, kau ini memang BODOH ya?" sambung Kyungri dengan penekanan di kata 'Bodoh'nya.

Hakyeon langsung merampas kotak tersebut dari tangan Kyungri. "Ya sudah kembalikan kalau begitu. Kami belajar di sekolah kalau orang yang memanggil orang lain dengan sebutan BODOH itu TIDAK TAHU DIRI," ucap Hakyeon yang juga menggunakan penekanan pada kata 'bodoh' dan 'tidak tahu diri'.

"Itu karena kau benar-benar bodoh. Lagipula kalau kau bilang kotak ini untuk menampung ketidak bahagiaan di sekolah itu maka kalian benar-benar BODOH!!"

"Memangnya menurutmu siapa yang mau bergantung pada kelompok kalian yang tidak berguna itu? Menurutmu siapa yang mau menaruh sarannya di kotak itu? Memangnya kau tidak tahu kalau ada yang menaruh sarannya di kotak itu mereka akan terkena 'hukuman' oleh Minerva atau anak lainnya?" sambung Kyungri.

"Aku tahu hal itu. Lagipula kau boleh memanggil kelompokku tidak berguna, tapi jangan lupa kalau kau yang menyuruhku untuk merekrut mereka," ucap Hakyeon.

"Jangan senang dulu hanya karena kau bisa merekrut mereka. Bahkan pemberontakkan seorang petani tidak akan berhasil hanya dengan bergenggaman tangan. Lagipula kau tahu kan apa yang akan dilakukan Minerva?" tanya Kyungri.

"Eh?"

"Bagi mereka kalian itu seperti kawanan lalat eh tidak lalat terlalu bagus, bagi mereka kalian itu seperti kawanan semut yang dapat dihancurkan hanya dengan sekali injak," ucap Kyungri sambil menggebrak meja di depannya sehingga membuat mata Hakyeon membulat.

"Jangan menakutiku, OSIS yang sekarang akan bersama melawan Minerva jadi akan seperti 5 lawan 6. Lagipula akan kutunjukkan kalau kotak saran ini bisa menjadi langkah awal untuk mengubah sekolah seperti yang kau ucapkan," balas Hakyeon yang kemudian keluar dari rumah Kyungri dan meninggalkan gadis itu duduk di kursi rodanya sambil tersenyum melihat tingkah Hakyeon.

[VIXX FF] The Boy's SpeechCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang