Esok paginya, lagi-lagi seluruh siswa berdiri di depan papan pengumuman OSIS dan Hakyeon tetap berharap kalau sesuatu yang mereka lihat di papan pengumuman itu bukanlah kerjaan Kyungri, tapi harapan hanyalah harapan.
Beberapa siswa membicarakan dirinya yang membuat klub basket kedua yang anggotanya adalah seluruh anggota OSIS dan menantang klub basket yang dianggotai Minerva untuk bertanding sepulang sekolah.
Begitu dimintai penjelasan dari pengurus OSIS yang lain, Hakyeon mengatakan kalau ia mempercayai Hongbin, dan Hongbin sendiri menyanggupinya. Sudah lama Hongbin menginginkan bertanding di sebuah pertandingan basket.
Taekwoon cs alias Minerva kemudian mendatangi Hakyeon dan pengurus OSIS lainnya. "Kalian yakin ingin bertanding dengan kami?" tanya Taekwoon.
Hakyeon tidak punya pilihan lain selain mengangguk, "Kami yakin. Kita akan bertanding tiga lawan tiga. Kau, Wonshik, dan Sanghyuk akan melawanku, Hongbin, dan Jaehwan. Kalau kami menang klub yang ditiadakan akan diaktifkan kembali, dana dan ruang klub akan dibagi secara merata."
"Dan kalau kalian kalah kalian harus mencukur habis rambut kalian dan berjalan ke sekolah setiap hari," tantang Wonshik.
"Untuk menang kalian hanya harus mencetak poin," sambung Sanghyuk.
"Baiklah, aku setuju," ucap Hakyeon.
Sepulang sekolah gedung olahraga mendadak dipenuhi oleh seluruh siswa. Tentu saja ini pertandingan antara OSIS melawan Minerva siapa yang tidak penasaran dengan hasilnya. Taekwoon, Wonshik, dan Sanghyuk sudah siap dengan seragam basketnya sedangkan Hakyeon, Hongbin, dan Jaehwan sudah siap dengan seragam olahraganya. Guru Kim dan Guru Baek yang menjadi wasit. Mereka menjelaskan aturan bermain sesuai dengan taruhan yang dibuat Minerva dan OSIS, juga larangan-larangan selama permainan basket.
Seperti yang sudah diduga Minerva mendominasi permainan di awal. Kyungri hanya bisa kembali memonitor di rumahnya. Juga memberikan beberapa arahan pada Hakyeon lewat earphonenya. Entah karena OSIS yang terlalu gugup atau bagaimana tapi beberapa kali bola berhasil direbut oleh Minerva ketika mereka sedang memegang bolanya. Dan Minerva juga sudah berkali-kali mencetak poin dan tentu saja yang lebih banyak mencetak poin adalah Wonshik. Minat siswa lain pun menurun, permainan menjadi sedikit membosankan karenanya. Babak pertama pun berakhir dan mereka semua berkumpul.
"Hakyeon-ah, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita pasti kalah," ucap Hyeah.
"Hasil pertandingan ini sudah terlihat dan mulai besok rambut kita akan dicukur dan kita akan berjalan ke sekolah setiap hari," keluh Jaehwan.
Hakyeon kemudian mengatakan kepada mereka untuk tidak menyerah, tapi kelihatannya mereka sudah menyerah. Hakyeon kemudian melirik ke tasnya. "Pakai peralatan perangmu ketua OSIS. Dan teriakan kata-kata yang cocok untukmu sekarang," ucap Kyungri lewat earphonenya.
Ketua OSIS itu meneguhkan hatinya sekali lagi dan memakai bando tersebut beserta toa mobile yang selalu bawa itu. Ia berjalan ke tengah lapangan basket itu dan saat itu juga wakil kepsek dan kepsek Shin memasuki gedung olahraga itu. Beberapa siswa yang tadinya ingin meninggalkan gedung itu kembali begitu mendengar suara Hakyeon.
"SEKARANG MARI KITA SEMUA BERTINDAK MENJADI BODOH," teriak Hakyeon melalui toanya.
"Pakai ini." Hakyeon melemparkan tas berisi beberapa kaus ke arah pengurus OSISnya. "Bertarunglah sebagai ku ... ah tidak tapi bertarunglah sebagai orang bodoh."
"Sepuluh menit. Aku hanya minta waktu sepuluh menit. Maukah kalian menjadi orang bodoh bersamaku selama sepuluh menit?" pinta Hakyeon, sementara Kyungri sesekali melirik kertas berisi tulisan-tulisan yang sedang Hakyeon ucapkan sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[VIXX FF] The Boy's Speech
FanfictionAda yang salah dengan sistem pendidikan jaman sekarang. 1. Diskriminasi berdasarkan status orang tua 2. Orang tua cenderung memaksa anaknya untuk belajar 3. Kegiatan non akademis dinilai tidak terlalu berguna untuk masa depan Percaya atau tidak kata...
![[VIXX FF] The Boy's Speech](https://img.wattpad.com/cover/73990904-64-k420344.jpg)