Chapter 8

278 9 0
                                        

"DELISHA!!" Bentak Shaka seraya mengelap dengan kasar bibirnya.

Sebagai laki-laki normal ia tentu merasakan sesuatu yang berbeda saat Delisha menciumnya. Tetapi sebagai seseorang yang waras, Shaka merasa sangat marah atas apa yang dilakukan gadis itu.

Tetapi bukannya merasa bersalah, Delisha malah cengengesan dan memasang wajah santai.

"Jangan berani-berani lo kaya gitu lagi!" Ancam Shaka dengan mata berkilat dan wajah memerah.

Delisha sama sekali tak menunjukan wajah bersalahnya. Ia semakin bahagia malah. Delisha tetap asyik menyantap nasi goreng ditangannya.

"De...," Kali ini Shaka merendahkan nada suaranya.

"Kita jadian yuk?" Potong Delisha tiba-tiba.

Belum selesai keterkejutan Shaka atas ciumannya sebelumnya. Kali ini Delisha malah mengajaknya berpacaran. Shaka melotot marah padanya.

"Lo gila!!" Hardiknya seketika.

Shaka keluar dari mobil. Menyalakan sebatang rokok. Ia berdiri bersandar pada mobil dan ngacak-acak rambutnya. "Gw tau lo gila dari dulu, De." Ujarnya dengan nada datar. "Tapi ga kaya gini juga."

Delisha mendengar ucapan Shaka. Ia ikut turun dari mobil dan berdiri dihadapan Shaka. "Gw serius, darl."

Ia menangkup wajah Shaka dengan kedua tangannya. Memandang lurus ke dalam matanya. Tatapan mereka bertemu.

Hening menyelimuti. Keragu-raguan merayapi hati Shaka. Matanya melebar dan menatap nanar pada Delisha.

"Kita jadian yuk?" Ajak Delisha sekali lagi. "Lo sendiri, gw sendiri. Kita sama-sama lagi kosong. Lo ada buat gw, gw ada buat lo. See that? We're a perfect couple!!"

------------------------------------------------------

"GOBLOK!!" Maki Shaka pada dirinya sendiri. Ia membanting tubuhnya diatas kasur king sizenya yang nyaman.

Malam ini ia resmi jadian dengan Delisha. Ia tidak tau setan apa yang merasukinya hingga setuju dengan tawaran Delisha.

Mungkin terlalu lama menjomblo membuat Shaka mulai hilang akal. Lama? Dua bulan bukan waktu yang lama sebenarnya untuk menjomblo.

Atau mungkin karena ciuman Delisha yang terasa manis dibibirnya. Sekilas namun membekas.

Shaka mengingat kembali ciuman itu.

Shit!! Rutuknya dalam hati.

Shaka akui 23 tahun lamanya berteman dengan gadis itu tak membuat ia lupa bahwa Delisha wanita dewasa yang cantik dan menarik. Tetapi jadian dengan seseorang yang sudah lama bersahabat denganmu itu terasa konyol, apalagi jika ia adalah sahabat dekat dari mantan kekasih yang paling kau cintai.

Setan apa sih yang ngehantuin gw malam ini. Aduhh.... goblok banget!!

Harum parfum mahal Delisha membekas pada tubuhnya. Wajah gadis itu terbayang-bayang. Bibir merah dan ranumnya. Mata biru lautnya. Dan rambut pirangnya yang indah.

Shaka menutup mata mencoba meresapi apa yang sudah terjadi hari ini.

Wajah cantik Delisha berubah dalam angannya. Tiba-tiba bola mata biru Delisha berubah warna menjadi mata bulat hitam legam, rambutnya pun berwarna hitam dan bergelombang, ada lesung pipi yang menghiasi wajahnya saat tersenyum.

Yaa ampun... Khalilah. Gw goblok banget Kha!!

Obsession [COMPLITE!!]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang