Chaerin Pov
Aku menjatuhkan diriku kekasur nan empuk milikku.
Sudah 5 hari yang lalu kejadian Taeyong menyatakan cintanya padaku.
Aku masih bingung dengan jawabannya.
Aku belum bisa sepenuhnya menyukai Taeyong.
Sejujurnya, Taeyong memang anak yang baik.
Tapi yang membuat ku berpikir adalah secepat inikah pertumbuhan perasaan Taeyong padaku?
Semakin aku memikirkannya, semakin pula kepalaku berkunang-kunang.
Aku kembali membuka mata.
Bagaimana keadaan Mark? Aku merindukan bocah yang satu ini.
Kenapa dia tidak muncul saat aku kebingungan begini.
Aku kembali menutup mataku.
"Chaerin-a. Bisa kau keluar sebentar?"
Aku membuka mataku lagi dan langsung bangkit dari tempat tidur.
"Ye... aku akan turun"((iya.) Dalam bahasa informal)
Aku turun dengan tergesa-gesa ingin melihat wajah yang selama ini ku rindukan.
Aku langsung berlari memeluk sesosok yang ku rindukan selama ini.
"Appa sudah datang. Aku merindukan appa."
Appa akhirnya datang.
Jujur aku tidak bisa berbohong kali ini.
Aku merindukanya.
Aku sangat merindukan suara appa saat memarahiku.
Sebenarnya, jarang memarahiku. Jadi saat dia marah padaku, aku selalu mengingatnya.
"Bagaimana kabarmu a little cheonsa?"(malaikat)
Aku tertawa dan langsung duduk dihadapannya.
"Aku baik appa. Appa bagaimana?"
Masih dengan tertawa khasnya yang tidak pernah hilang.
"Appa sangat baik. Apalagi melihat putri appa."
"Aku sangat merindukan appa."
"Mwoya? Eomma tidak dirindukan disini?!"
"Untuk saat ini biarkan aku dengannya, Sinhwa."
Sahut appa dengan nada tegas tapi seperti olokan.
"Aku diusir rupanya."
Appa dan aku tertawa bersama-sama.
Aku merindukan momen ini.
"Appa ingin membicarakan sesuatu padamu."
Ujar appa langsung memegang tanganku.
Yang satu ini memang serius.
"Appa sudah mengurusnya. Kau tinggal bersekolah dan mendapat teman baru lagi."
Aku tidak mengerti apa yang kami bicarakan sekarang.
"Kita akan pindah ke Jepang. Ini soal pekerjaan appa dan eomma. Kami kesini hanya untuk menjemputmu."
Seketika wajahku berubah. Pindah ke Jepang?
Bagaimana dengan semua harta kami yang ada di Korea?
"Kita akan jual semua harta kita dan pindah kesana. Appa yakin kau akan senang. Kita berangkat 2 hari lagi."
Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Aku bingung bagaimana jawaban ku sekarang.
"Appa. Bukannya aku tidak bisa, aku tidak ingin pindah ke sana. Aku ingin kita hidup disini dengan rukun dan damai. Aku selalu merindukan kalian karena menurutku kalian selalu pergi hanya karena kepusaan semata. Jika disuruh memilih, aku akan tetap di Korea. Aku tidak ingin kalian memaksakanku untuk pindah kesana."
Jawabku tegas dan membuat appa terkejut dengan jawabku.
Aku tidak ingin meninggalkan Korea. Aku sudah sangat mencintai negara ini dan isinya.
"Appa mengerti. Appa minta maaf atas semua perbuatan yang appa lakukan padamu. Alasannya adalah kau sayang. Appa dan eomma sangat menyayangi mu. Kami rela melakukan apapun supaya kau bisa mencapai yang ingin kau kehendaki. Tapi jika ini jawaban mu, appa terima."
Ujar appa panjang dan tepat di hatiku. Aku menangis dan langsung memeluk appa.
Appa juga membelai suraiku dengan sayang.
"Mianhae appa. Aku hanya ingin keluarga kita saling menyayangi satu sama lain."
"Arrata. Saranghae uri ddal."(aku mengerti. aku mencintaimu putri ku)
Aku masuk kamarku dan memikirkan semua perkataan appa.
Mereka akan pergi 2 hari lagi dan aku akan sendirian dirumah ini.
Tapi appa selalu memberikan ku uang bulanan yang mencukupi.
Namun, bukan itu masalahnya. Aku pasti akan menangis sendirian merindukan eomma dan appa.
Saat ini aku berada balkon samping kamarku, menatap kosong dan bingung.
Tiba-tiba aku menangkap sosok yang sangat ku kenal tapi remang-remang
Taeyong.
"Yeogiseo buhae? Ini sudah larut malam. Pulang!"
Ujar ku membentaknya dari atas sini.
"Aku merindukan mu dan bertanya apa jawaban mu!"
"Ini masih belum hujan. Maksudku aku masih bingung apa jawabnya. Pulanglah."
Aku masih bersikokoh untuk menyuruhnya pulang.
"Aniya. Setidaknya aku melihatmu untuk sementara. Chaerin-a, terus tundukan kepala mu supaya aku bisa melihat wajahmu."
Ekspresiku berubah. Dia rela kesini hanya untuk melihat wajahku.
"Kita bisa video call. Pulanglah Taeyong. Ini sudah larut malam."
"Shireo. Ini lebih puas. Wajahmu bisa mengubah semua moodku."
Kami saling menatap dari jarak yang terbilang cukup jauh.
Yang penting aku bisa melihat mata nya.
Even more impressive, a lot of bright stars to accompany our moment.
~To Be Countined ~
Pendek lagi😶
Aku minta maaf karena chapter yang lalu salah saat pengeditan. Aku benar-benar salah😢😢😢. Maaf ya. Jadi sakit. Mata semua yang baca. Maaf banget😭(nangis kejer)
Vomment itu pesan terakhir ku😂🔫
Pai~Pai~
See you Again😍
Whane Manhi Manhi Manhi Manhi 🎼
Katakan bahwa mereka semua keren🔫
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain (FanFiction Lee Taeyong)
FanfictionTidak sengaja Yoon Chaerin bertemu dengan Lee Taeyong. Dan dengan cerobohnya Yoon Chaerin membuat taruhan dengan Mark Lee yang membuat semua kenangan indah dalam memori Yoon Chaerin. Dan sikap Lee Taeyong berubah tak kala dia mengenal gadis yang mer...
