Mark Pov
Ini semua hanya mimpi sesaat.
Dia gadis yang kuat. Dia pasti bangun dan menjalani harinya dengan baik.
Dia pasti sembuh dan dia akan lebih bahagia dari sebelumnya. Chaerin pasti sadar.
Hanya Chaerin yang ada dipikiranku. Yang ku perlukan hanya kesadarannya.
Aku menangis, tidak peduli akan dunia. Yang ku pedulikan hanya Chaerin.
Aku berjanji akan membunuh si brengsek itu jika Chaerin kenapa-napa.
Chaerin jauh lebih bahagia jika bersamaku. Mengapa diantara pria didunia ini, harus pria itu.
Air mataku terus keluar didepan rumah sakit didaerah Incheon. Aku terus menarik kasar rambut dan terus meneriaki nama Chaerin.
Ku putuskan untuk kembali ke ruang operasi setelah ku rasa semuanya lebih baik.
Langkahku terhuyung-huyung dan pikiranku melayang-layang entah kemana, tidak aku berharap Chaerin bangun.
Dokter keluar dari ruang operasi. Kami semua menunggu kabar dari dokter tadi.
"Untuk saat ini, keadaan nona Chaerin sangat memprihatinkan. Kami tidak bisa memastikan bahwa Chaerin akan selamat. Untuk sekarang, nona Chaerin dalam keadaan koma."
Kalian tahu, reaksi kami semua seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.
Kosong. Dan tidak percaya.
"Seonsaengnim, anda benar sekolah kedokteran? Tidak mungkin gadis itu koma karena tabrakan kecil itu. Dia gadis yang kuat. Ini tidak mungkin terjadi?"
Aku mulai menaiki suaraku. Taeil hyung memegang tanganku.
Jika bukan karena Taeil hyung, riwayat dokter dan Taeyong tinggal nama.
"Brengsek! Apa yang kau lakukan pada Chaerin ku. Kau tidak tahu betapa menyesalnya dia meninggalkanmu. Ini semua karena ibu yang serakah, brengsek."
Kurang akan tenaga, Ten hyung juga menahanku supaya tidak meninju wajah Taeyong.
"Aku menyukainya, hyung. Aku menyukainya sampai rela memberikan Chaerin padamu, hyung. Kenapa kau tidak bisa menjaganya?"
Kini tenagaku yang habis. Aku kembali terisak, duduk dikursi tunggu ruang operasi.
"Saya minta maaf, nona Chaerin sudah dipindahkan diruangan rawat inap. Anda bisa mengurus administrasi nona Chaerin."
Taeyong berjalan ke ruangan Chaerin. Dengan langkah yang pelan dan kepala tertunduk.
"Aku akan mengurus administrasi nya. Kalian jaga hyung yang satu sana. Dia juga terluka."
Jaehyun langsung pergi ruang administrasi.
"Kau! Apa mau mu sekarang?"
Tanya Taeil hyung. Aku langsung berdiri.
"Aku ingin bangun dari mimpi ini."
____________________________________
Aku pulang kerumah. Dalam perjalanan, aku melamun, memikirkan Chaerin
"Terimakasih sudah menjadi sahabatku. Aku pergi. Semoga kita bertemu lagi, oppa!"
Semoga kita bertemu lagi?! Aku tidak ingin itu. Aku ingin kau kembali bersama kami lagi, bukan nanti tapi sekarang.
"AISHHHH..."
Aku memukul stir mobil dan menambah kecepatan mobil.
"Baiklah, kita akan bertemu sekarang jika itu mau mu, Yoon Chaerin. Hanya ada kau dan aku. Tunggu aku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain (FanFiction Lee Taeyong)
FanfictionTidak sengaja Yoon Chaerin bertemu dengan Lee Taeyong. Dan dengan cerobohnya Yoon Chaerin membuat taruhan dengan Mark Lee yang membuat semua kenangan indah dalam memori Yoon Chaerin. Dan sikap Lee Taeyong berubah tak kala dia mengenal gadis yang mer...
