Chaerin Pov
Satu minggu berlalu dengan cepat.
Aku belum mendapatkan pacar sebelumnya.
Aku takut kalah.
Apa Mark sudah dapat pacar? Tidak, Mark belum dapat pacar.
Dia tidak dekat dengan satu perempuan pun.
Tidak mungkin dia dapat pacar duluan.
Dan satu fakta, aku adalah sahabat perempuan pertama Mark. Aku cukup bangga.
Aku juga memiliki cukup fakta yang mengejutkan, Taeyong tidak pernah menghubungi ku lagi.
Aku bingung, apa aku ada salah dengan Taeyong sehingga dia tidak menghubungi bahkan bertemu dengan ku.
Terakhir kali kami bertemu saat Taeyong memberikan ku bunga mawar.
Aku melamun saat pelajaran Matematika, dan sialnya aku dapat terguran dari Noh saem.
"Yoon Chaerin. Kau melamun lagi. Kau memikirkan pacarmu?"
Ungkapan Noh Saem membuat teman-teman tertawa.
Apa yang lucu?
"Maaf Noh Saem. Aku akan lebih serius."
Aku mengambil buku oretan ku di bawah laci.
Ketika aku mengambil buku itu, aku menemukan secarik kertas yang menyuruhku untuk membuka isi surat itu.
Aku membuka surat itu dan membaca seluruh isinya.
"Chaerin-a jika kau membaca surat ini, itu berarti kau sudah menjadi yang pertama bagiku. Kau ingin fakta yang mengejutkan? Kau adalah wanita pertama yang ku berikan bunga mawar. Kau bahagia? Aku juga bahagia. Satu lagi, jika kau mendapatkan gantungan kunci ini, pakailah! Tidak ada alasan kau tidak ingin memakai gantungan kunci ini. Sara*ghae :*"
Mwoya? Ada sensor disini. Dasar aneh. Dia kira aku tidak mengerti maksudnya apa?!
Kemudian meraba kedalam isi laci itu.
Tanganku menangkap sesuatu yang lucu.
Gantungan kunci bertuliskan YongRin. Aku tersenyum melihat gantungan kunci itu.
Berwarna putih ditambah manik-manik yang gemerlap. Kembali aku tidak fokus pada pelajaran Matematika.
Istirahat sudah tiba.
Sungguh sangat senang rasanya. Seperti mendengar malaikat menyanyi dari surga.
Semua siswa berlari ke kantin untuk membeli makanan dan minuman.
Sedangkan aku, aku pergi ke aula lagi.
Untuk mendengarkan lagu dan bersantai.
Aku melangkahkan kaki ku ke atas panggung dan duduk menggoyangkan kaki ku sambil mendengar kan lagu.
"Penyusup, sedang apa kau disana?!"
Aku terkejut dengan suara tersebut. Bergema dan tepat masuk ke telinga ku.
"Taeyong! Kau membuatku terkejut."
Taeyong terkekeh dan langsung mengambil posisi tepat dibelahku lalu dengan seenaknya mengambil earphoneku.
Aku menatapnya marah.
Sudah menggangguku ketenanganku, lalu seenaknya mengambil earphone ku.
"Kembalikan."
Ujarku dingin dengannya. Lalu dia menoleh ke hadapanku.
Wajahnya kelihatan takut.
Dengan pelan Taeyong mengembalikan earphone ku.
Setelah aku mengambil kembali earphone ku, aku turun dari panggung dan meninggalkan Taeyong.
"Chakkaman Chaerin-a. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Ini penting."
Ujar Taeyong berteriak sambil mengerjarku yang sudah hampir di ambang pintu.
Aku berbalik dengan wajah yang datar.
"Katakan cepat. Aku tidak punya waktu."
"Aku tidak yakin untuk mengatakannya."
"Sudah selesai? Jika sudah aku pergi."
Aku ingin pergi dari aula ini. Tapi, tangan Taeyong memegang tangaku dengan erat.
Seperti tidak ingin melepaskanku. Aku dipaksa berbalik menghadapnya kemudian Taeyong memelukku.
Aku mematung.
Bagaimana bisa dia dengan seenaknya memeluk seperti itu.
"Taeyong-a tolong lepas pelukanmu."
Perintah ku sambil melepaskan pelukannya.
Tapi Taeyong tetap bersikeras untuk memelukku lebih dalam.
Bisa ku rasakan detak jantung Taeyong sangat cepat dan itu juga terjadi padaku.
"Chaerin-a, aku menyukaimu. Aku menyanyangimu. Aku mencintaimu."
Sontak mataku membulat. Aku membeku tidak bisa berkata apa-apa.
Saat ini, jantung ku sangat ingin lepas dari dalam sana.
"Maukah kau menjadi kekasihku?"
Akhirnya kalimat itu terlontarkan.
Aku bingung. Aku perlu waktu untuk menjawabnya.
Aku perlu waktu untuk memikirkannya.
"Chaerin-a jawab aku."
"Taeyong-a. Terima kasih sudah menyukaiku. Tapi aku perlu waktu untuk menjawabnya. Aku ingin memikirkannya. Begini saja, jika hujan turun, aku akan membalas jawabanmu."
Taeyong langsung melepaskan pelukkannya.
Dia terlihat kaget.
"Hujan? Bukanya ini musim panas? Bagaimana bisa hujan turun?"
"Jika kau beruntung, hujan pasti akan turun."
Ujarku tertawa.
Dia menatap ku sinis dan tajam.
"Pasti akan ku jawab. Berikan aku seminggu."
"Itu sangat lama."
"Kalo kau tidak mau, ya sudah. Aku tidak ingin ja..."
"Arraseo... arraseo. Lakukan apa yang kau mau. Aku pergi."
Ujar Taeyong sambil menempelkan jarinya dibibirnya lalu menempelkan jarinya ku bibirku.
Aku tersentak dengan apa yang dilakukannya.
Indicret Kiss ku!
Telah diambil Taeyong!
Tubuhku membeku lagi.
Bagaimana gilanya Taeyong menempelkan jarinya yang notabene bekas bibirnya.
I will remember this day as the day that my lips had lost its innocence.
~To Be Countined~
Cuma 730 word. Biar greget, aku bikin agak pendek😂
Mau kaya Chaerin😳
Entar Baekhyun yang ngambil secara langsung dariku😂🔫🔪
Update 2 hari sekali oke?!
Makasih vote and commentnya. Yang udah baca juga makasih.
Good bye ya💟😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain (FanFiction Lee Taeyong)
FanfictionTidak sengaja Yoon Chaerin bertemu dengan Lee Taeyong. Dan dengan cerobohnya Yoon Chaerin membuat taruhan dengan Mark Lee yang membuat semua kenangan indah dalam memori Yoon Chaerin. Dan sikap Lee Taeyong berubah tak kala dia mengenal gadis yang mer...
