Someone

1.5K 145 6
                                        

Miso Pov

Ku tatap lautan dari atas sini.

Aku sedang dalam perjalanan ke Korea.

Memang tidak mudah untuk kembali kesana. Karena masa laluku kebanyakan disana.

Aku memang menyukai Korea.

Angan-angan ku selalu melayang jika akan ingat satu nama yang membuatku berubah. Aku ingin memilikinya.

Mengingat nya saja membuatku bahagia.

Apalagi dewa sedang memihak ku sekarang.

Aneh rasanya dijodohkan diumur yang masih muda.

Tapi apa boleh buat, aku juga mencintai nya.

"Miso-ya, kau senang kembali kesini?"

Eomma berbicara lembut padaku. Aku langsung menoleh dan tersenyum.

"Eo, eomma. Aku sangat senang. Aku akan bertemu Taeyong oppa secepatnya."

Pesawat kami terbang membelah lautan. Tidak terasa 35 menit lagi, kami akan sampai di Korea.

Taeyong Pov

"Bisakah kau tidak berlebihan. Apa salahnya Mark berteman denganku?"

"Aku cemburu. Puas! Kau sangat dekat dengannya, tapi dengan ku? Seperti orang asing. Kau sama sekali tidak melihat ku disini."

"Maksudmu, kau mau kita putus?"

"Tidak! Tidak ada kata itu dipikiranku. Maksudku, kenapa kita menjalin hubungan bila kita tidak mengerti satu sama lain, eo? Kau tulus bukan?"

Gadis ini keras kepala. Aku menyayanginya.

Tapi kata sayang tidak pernah keluar dari mulutnya.

"Mian. Maaf karena aku marah padamu. Maaf karena aku membentakmu. Maaf aku bukan yang seperti kau inginkan. Maaf aku -"

Segera kutarik lengannya. Kusalurkan rasa bersalah ku padanya. Aku juga membentaknya.

Oh ayolah...

Hubungan macam apa ini?

Kami bahkan belum 1 bulan pacaran.

"Mian."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Saranghae."

Bisik ku tepat ditelinganya berharap kata-kata yang sama keluar dari mulutnya.

Makin ku eratkan pelukanku pada Chaerin.

Lama-kelamaan, Chaerin pun melakukan hal yang sama.

Kami sama-sama larut dalam perasaan.

Ku harap kami akan menjalani hubungan dengan serius.

"Ehemm... Ada yang mesra-mesran nampaknya. Hyung peluk aku juga."

Saking larutnya dalam perasaan, tamu tak diundang pun masuk seenaknya ke tenda kami.

Lalu Ten berbicara dengan sikap sok imut, tapi menjijikan, setelah itu merentangkan tanganya pada Taeil.

"Kau mau mati."

"Tidak, hyung."

Dengan cepat, Chaerin melepas pelukannya.

Dua makhluk ini sangat mengganggu.

"Sedang apa kesini?"

Tanya ku dingin pada mereka.

Rain (FanFiction Lee Taeyong)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang