Ready

1.4K 151 24
                                        

Chaerin Pov

Aku melihat sesuatu yang bercahaya diseberang sana.

Dari jarak yang jauh sekali pun, aku bisa merasa bahwa disana banyak sekali ketenangan.

Sedikit demi sedikit, kaki membimbing ku menuju sana.

Tatapan mataku mengisyaratkan bahwa diriku sangat penasaran dengan tempat itu.

Tapi tangan seseorang menarikku untuk menjauh dari sana. Menarik ku keluar dari hujan tadi.

Pria itu menarik dengan paksa, lagipula tidak ada perlawanan dariku.

"Sedang apa kau disana? Sudahku bilang jika kau menyerah, kau boleh kesana. Apa kau ingin menyerah?"

"Aku tidak tahu. Aku ingin mencari jawaban dari sana."

Pria itu berdecak kesal karena jawaban ku.

"Jika kau sudah disana, kau tidak akan kembali lagi. Jangan buat keputusan, sebelum mendiskusikannya denganku."

Wajah pria itu sangat merah. Aku tahu dia sangat menahan emosinya.

Tapi apa boleh buat, rasa penasaran ku masih dalam.

"Kau tunggu disini. Ingat jangan kemana-mana, apalagi kalau kesana."

Aku hanya diam. Tidak mengangguk dan tidak mengeleng.

Hanya diam. Namun, menurut.

Pria tadi sudah pergi. Entah kemana, ia menghilang di antara bukit kecil disana.

Aku memainkan kakiku di rumput-rumput pendek ini.

Kakiku terasa di gelitik ketika merasa langsung rumput pendek berwarna hijau ini.

Kemudian aku melihat baju putih panjang ku. Sedikit ada bercak lumpur disana.

Ku kucek pelan dan kuberi sedikit air danau disini.

Noda itu memang memudar tapi tidak menghilang.

Bibir seperti bebek melihat hal itu. Padahal ini bajuku satu-satunya disini.

Aku duduk dipinggir danau. Kakiku pun terkena air didanau tersebut.

Dingin tapi sejuk. Aku bermain-main lagi dengan air disana. Sambil menyengir, padahal itu bukan hal yang harus ditertawakan.

Aku melihat bayangan diair danau. Sontak aku terkejut, tiba-tiba ada orang yang berdiri di belakangku.

"Kau terkejut? Maaf, aku mencari baju untumu. Pakai ini. Bajumu sudah kotor."

Pria tadi memberi baju putih padaku. Aku melihat ke arah baju itu.

Darimana baju itu? Tapi aku berpikir bahwa tidak mungkin pria ini mengerjaiku atau secamnya. Tanpa pikir panjang lagi, ku mengambil baju itu.

"Gantilah disana. Tapi jangan kehutan."

Aku berjalan kearah dimana jari telunjuk pria itu mengarah.

Aku menganti pakaian dan menemukan surat disana.

'Jika sudah selesai, pergi ke danau. Disana ada yang ingin menemuimu. Aku mengambil pakaian ini supaya kau terlihat cantik dihadapannya.'

Siapa orang itu? Apa itu malaikat maut?

Tidak mungkin pria itu memanggil malaikat maut.

Tapi siapa? Aku berjalan kearah danau.

Pakaian putih selutut, mahkota bunga diatas kepala, dan rambut hitam tergerai panjang.

Aku melihat diujung sana ada seseorang berdiri menghadap danau.

Rain (FanFiction Lee Taeyong)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang