Note Angel^^ : Dengerin lagu melow, terserah lagunya. Biar ada rasa tragisnya:v
Mark Pov
38°C, jadi apa yang sebenarnya gadis ini lakukan kemaren?
Aku menatap ia malas. Tapi didalam hatiku, aku sangat khawatir.
"Jadi adik kecil, jelaskan apa yang kau lakukan kemarin!"
Dengan sebuah handuk yang nempel didahinya, ia menatap ku takut.
Sebab, aku sudah seperti ayah yang geram karena kelakuan anaknya yang sulit diatur.
Berkacak pinggang, lengan baju ku lipat, menatapnya tajam, ya, seperti itu gayaku sekarang.
"Aku bisa jelaskan. Aku demam ada sebabnya, kok!"
Aku memutar mataku. Sudah demam, nge-les pula.
"Ya! Aku rela bolos sekolah demi mu. Kau tega tidak memberitahu padaku kenapa keadaan mu seperti, eo!"
~Flashback on~
Aku sedang ditaman, lalu menempelkan earphone ditelinga ku.
Sambil melatih keahlian rapper ku.
Aku melihat kearah jam tangan yang berada dikiri lenganku.
5 menit lagi pelajaran pertama akan dimulai, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari Chaerin.
Dengan sedikit khawatir, aku menelpon Chaerin.
Tapi yang menjawab operator seluler yang baru.
"Kemana sebenarnya orang ini."
Kembali ku coba hubungi ponsel Chaerin.
Hasilnya juga nihil. Tidak ada jawaban sama sekali.
"Kemana sebenarnya Chaerin?"
Gumamku.
Tidak lama kemudian, Taeyong dengan lesu berjalan melalui koridor sekolah.
Tanpa ada Chaerin disebelahnya.
Aku pun langsung berlari ke menuju Taeyong berdiri sekarang.
"Hyung! Dimana Chaerin?"
Raut wajah Taeyong sedikit bingung. Perasaan ku langsung mengerti bahwa ada yang tidak beres dengan Chaerin.
"Chaerin tidak bersama ku. Wae? Ada sesuatu yang terjadi?"
Jawab Taeyong sedikit tergagap-gagap. Dan raut wajahnya pun berubah khawatir.
"Tidak ada, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padanya. Aa... Hyung, aku sepertinya ada acara keluar mendadak. Bisa kau izinkan aku nanti?"
"Eo, baiklah!"
Aku berlari menuju kelas, dan langsung menyambar tasku.
Aku terus berlari menuju parkiran. Membuka kunci mobil dan langsung masuk kedalam.
"Mark, jangan khawatir. Jangan buat tanganmu gemetaran. Mark sadarlah."
Ucap ku pada diri sendiri. Kenapa reaksi ku seperti?
Tanganku bergetar, dan aku panik sekaligus bingung apa yang harus ku lakukan sekarang.
"Oke, nyalakan mesin, tarik rem tangan kebawah, lalu masukan gigi. Kemudian dengan berlahan, injak pedal gas."
Lagi-lagi aku berbicara sendiri. Aku saja tidak tahu apa yang terjadi.
Tapi aku bingung kenapa reaksi tubuhku seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain (FanFiction Lee Taeyong)
FanfictionTidak sengaja Yoon Chaerin bertemu dengan Lee Taeyong. Dan dengan cerobohnya Yoon Chaerin membuat taruhan dengan Mark Lee yang membuat semua kenangan indah dalam memori Yoon Chaerin. Dan sikap Lee Taeyong berubah tak kala dia mengenal gadis yang mer...
