Forced

1.4K 124 6
                                        

Mark Pov

Dia bahkan memeluk kakiku supaya ku tidak pergi.

Bahkan dia berteriak saat pria ini memaksa melepaskan tangannya dari kakiku.

Ujarnya aku boleh pergi saat dia memperbolehkan ku. Pertanyaannya, sampai kapan aku disini?

Misalkan dia menyuruhku kembali dua bulan lagi, bagaimana nasib ku didunia sana?

Sebenarnya aku ingin diam lebih lama lagi disini. Tapi pria tadi seperti mengusirku dari sini.

Katanya 'kau tidak kembali? Buatlah sesuatu yang berguna saat kau bangun nanti.'

Jadi selama ini apa yang kulakukan tidak berguna?

Dan kenapa kita membahas soal pria itu?

"Arraseo. Aku akan kembali jika ada waktu."

"Kau kira aku Taman Mini yang bisa kau datangi saat tidak ada waktu?"

Chaerin masih memegang kakiku. Tepatnya memeluk kakiku.

"Chaerin, lepaskan dia. Kan masih ada aku disini."

Seketika Chaerin melepaskan pelukannya dan berdiri di sebelah pria tadi.

"Pergilah. Aku akan bersamanya di sini. Pergi!"

Pria itu tersenyum dan mengacak rambut Chaerin.

Panas akan hal itu, aku menarik Chaerin padaku.

"Kau yakin tidak ikut denganku?"

Bisik ku kecil ke telinga Chaerin.

"Tidak. Selagi ada pria tampan disebelahku, tidak masalah aku disini."

Chaerin malah balik berbisik di telingaku.

Aku melihat geram padanya. Dia hanya acuh melihatku.

"Ngomong-ngomong, siapa namamu?"

Tanyaku pada pria tadi. Dia hanya tersenyum kearahku.

"Ayo, ku antar kau pergi."

Tariknya tanganku. Chaerin melambaikan tangannya.

"Kembali lagi, oke!"

Aku tersenyum dan agak berteriak.

"Aku berjanji. Tunggu aku."

"Bukan kau, tapi pria disebelahmu."

FAK!

Seperti sebuah pisau yang tertancap di dalam dada, tapi sama sekali tidak berdarah.

"Bercanda. Kembali lagi kapan pun kau mau."

Ujarnya sambil tersenyum. Jangan lupa lambaian tangannya.

"Ah! Aku sudah merindukannya. Tidak bisa kah dia kembali kedunia?"

"Sangat bisa! Tapi, akhir-akhir ini, ia sangat cemas akan sesuatu. Bukan, lebih tepatnya seseorang. Chaerin sangat cemas dan khawatir tentang -"

"Taeyong? Aku sudah tahu."

Sela ku saat pria itu berbicara. Pria itu hanya mengangguk.

"Itu yang membuatnya tidak bisa kembali. Karena dia sedang cemas dan khawatir."

Jujur, aku sangat bingung maksud dari pria ini.

Jika Chaerin cemas, dia bisa kembali. Tapi kenapa ia tetap di sini.

"Taeyong membuat dia cemas sekaligus khawatir. Ia berpikir misalkan ia kembali nanti, apa Taeyong masih memaafkan dia."

Aku berhenti berjalan. Melihat pria itu dengan tatapan bingung lagi.

Rain (FanFiction Lee Taeyong)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang