Supraise

1.5K 130 5
                                        

Taeyong Pov

Kami sudah sampai di Seoul.

Semua sudah pulang ke rumah masing-masing.

Dengan santai, ku banting tubuh yang sangat lelah ini.

Walaupun tertidur dibus tadi sangat lama, masih ada rasa lelah yang hingap.

Tok~ Tok~

"Taeyong-ie~ eomma ingin membicarakan sesuatu denganmu."

"Masuk eomma."

Eomma masuk kedalam kamarku.

Aku sudah tahu apa yang eomma bicarakan, tentang perjodohan Dini ini.

"Kau tahu, Miso sudah datang kemaren. Kau tidak menyapa nya?"

"Aku akan menyapanya besok, aku sangat lelah sekarang."

"Miso akan bersekolah di SMA Sevit. Jadi kau harus menjaganya dan mengawasinya."

Bang!

Sudah kuduga.

Satu sekolah dengan jodohnya, seperti didrama kebanyakan.

Dan nanti, karakter wanitanya menjadi lebih lengket dengan karakter prianya.

Ughh...

Hidupku dipenuhi oleh drama.

"Arraseo. Aku ingin tidur eomma."

"Baiklah."

Esok aku akan bertemu Miso, orang yang dulunya tergila-gila padaku tapi ku anggap keberadaannya.

Chaerin Pov

Sudah siap dengan seragam, buku pelajaran, dan namchin sudah menunggu didepan.

Jadi, go to school!

"Mian, lama menunggu."

Ujarku sambil sedikit berlari ke arah mobil Taeyong yang sudah bertenger didepan halaman.

Aku merasa Taeyong seorang sopir sekarang.

"Gwenchana. Kau ceria hari ini. Karena bertemu denganku? Atau ingin minta morning kiss?"

Aku terdiam didepan mobilnya.

Namun segera ku buka pintu mobilnya dan duduk disebelahnya.

"Jalan! Kita sudah terlambat."

Dengan cepat, Taeyong memajukan wajahnya, seperti biasa ingin mencium pipi lagi.

Tapi, tanganku sudah berada dipipi ku dan melindungi dari serangan gila byuntae ini.

Alhasil, bukan pipiku yang dicium tapi tanganku.

Dan dengan sekuat tenagaku, ku dorong Taeyong menjauh dari pipiku.

"Cepat!"

Taeyong cemburut. Bibirnya mempout dan menatap ku sebal.

Akhirnya dengan perasaan kesal, Taeyong menancap gas dan pergi kesekolah.

Kami sudah dipakiran, dan keadaan dimobil sangat hening.

Sepertinya Taeyong masih marah padaku.

"Tidak keluar?"

Tanyaku pada Taeyong. Ughh...

Sikapnya sangat menjengkelkan saudara-saudara.

"Tidak!"

Rain (FanFiction Lee Taeyong)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang