Destiny

1.6K 157 8
                                        

Chaerin Pov

Semua siswa sudah berkempul di lapangan sekolah.

Kami akan pegi ke Nanji, tempat perkemahan terkenal di Korea.

Tempatnya strategis dan luas.

Aku tidak sabar pergi kesana.

Tadi aku berjanji dengan Taeyong akan bertemu di barisan.

Tapi batang hidungnya sama sekali tidak muncul.

Untuk sementara aku akan menjomblo.

"Selamat pagi siswa sekalian. Sebelum kita ke Nanji, kita akan berdoa untuk bisa sampai ketujuan dengan selamat. Berdoa mulai."

2 menit kemudian

"Berdoa selesai. Para siswa sekalian bisa masuk ke bus-nya masing-masing. Maksimal 30 orang dalam satu bus."

Ternyata bus cukup besar.

Dengan segera, barisan dibubarkan dari lapangan.

Para siswa pun berlari dengan semangat untuk bisa satu bus bersama dengan kawan-kawan akrabnya.

Aku hanya bisa menggeleng kepala melihat adengan itu.

Saat aku ingin menaiki bus yang penumpangnya tidak terlalu banyak, sebuah tangan menarik ku dan menyeret sekuat tenaga, memaksa supaya aku satu bus dengan sang penarik.

Yang ku lihat sekarang hanya jaket kulit, dan sepatu sneakers yang digunakan sang penarik.

Anehnya aku sama sekali tidak menolak tarikkan pria ini.

Akhirnya kami sampai dibus yang menjadi tumpangan pria ini.

Ku edarkan pandanganku pada penumpang bus ini.

"Annyeong Chaerin."

Sapa serentak kawan Taeyong.

Pria -sang penarik, berbalik dan memperlihatkan wajahnya yang dingin.

"Kau darimana saja, aku sangat lelah mencarimu, pendek."

Taeyong?

Ternyata Taeyong yang menarikku.

Aku hanya bingung dan blank.

Pikiranku selalu terbang ke ingatan bahwa Taeyong akan dijodohkan.

"Aku juga mencarimu. Jadi jangan memarahi ku juga."

Ucapku tidak ingin kalah dari Taeyong.

"Arraseo... Duduklah disana. Aku sudah membeli macam makanan untuk mu."

Tunjuk Taeyong pada dua kursi kosong dihadapan kami.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung duduk dan menaruh tasku di bahwa kaki.

Saat sibuk dengan aktivitasku, seperti ada yang bergoyang dan duduk disebelahku kemudian memegang tanganku.

"Jangan marah. Aku bercanda. Aku terlalu khawatir padamu. Mianhae."

"Aku tidak marah. Sudahlah. Tidak enak dilihat orang."

Ku tarik paksa tanganku dari genggaman Taeyong.

Tapi dengan sekuat tenaga Taeyong menahan tangan ku.

Taeyong mengumpulkan percaya dirinya dengan mengangkat tangan ku atas dan berteriak seluruh penumpang.

"Ini yeoja chingu ku yang cantik. Jadi jangan berusaha untuk mendekatinya atau kalian akan berurusan denganku."

Tepuk riuh siswa kembali mengelegar.

Rain (FanFiction Lee Taeyong)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang