Mark Pov
"Kau benar-benar pergi?"
Tanyaku untuk kesekian kalinya. Sekarang aku dan Jaehyun hyung bersandar di pintu kamarnya sambil melihat ia sedang menyiapkan paspor.
"Iya! Apa gunanya aku mengurus pindahku jika aku tidak pergi?"
Yeoja yang keras kepala. Ingin rasanya aku memegang kakinya dan menangis sekeras-kerasnya. Mengatakan 'jangan pergi', tapi aku gengsi.
"Chaerin-a, sebaiknya kau pikir dulu. Menurutku, masih ada satu kesempatan untukmu dari Taeyong hyung."
Tangan Chaerin diam dari aktivitasnya.
"Taeyong bukan alasanku pergi. Jadi jangan bawa-bawa dia, oke."
Jawaban Chaerin pada Jaehyun.
Ya, Jaehyun. Jaehyun hyung yang bertanya. Padahal dia tidak tahu masalah yang sebenarnya seperti apa.
"Memang sebegitu besarnya cintamu pada Taeyong hingga kau tidak rela melepaskannya?"
"Ini tidak ada hubungannya dengan Taeyong!"
Bentak Chaerin. Yeoja ini mulai marah.
"Jika kalian hanya membahas ini dan tidak membantu sama sekali, lebih baik kalian pergi. Maksudku, lebih baik kalian menonton."
Pintu langsung ditutup. Aku menatap tajam ke arah Jaehyun. Pembuat onar.
"Hyung, tidak biasa kau mengurus urusan orang lain?"
"Ani, aku hanya khawatir. Tiba-tiba aku tertarik dengan Chaerin."
Ujar Jaehyun sambil berjalan menuruni tangga.
Jangan-jangan.
"Tidak mungkin. Jaehyun masih belum bisa move on dari Hana. Tidak mungkin."
Ucapku sambil menuruni tangga.
Diruang keluarga, sesepuh sedang menonton dan memakan cemilan.
"Chaerin benar-benar pergi?"
Tanya Taeil hyung sambil memasukkan macaron ke mulutnya.
"Sepertinya. Ia sudah menyiapkan barang-barangnya."
"Lihat saja apa yang kulakukan pada Taeyong hyung. Teganya dia melukai orang seperti Chaerin."
Celetuk Jaehyun tiba-tiba.
"Ya! Kau menyukai Chaerin? Dari kemarin, kau selalu dekat dan membelanya. Isange! Teman No Tikung. Ingat!"
Sindir Taeil.
"Siapa bilang aku suka dengannya! Dia hanya menarik. Lagipula, Chaerin bukan siapa-siapa Taeyong. Bukan?"
'CHAERIN MILIKKU!'
"Siapa tahu, mereka backstreet. Ya, kan!"
Bela ku. Dan semoga tidak.
"Baiklah! Aku menyukainya bukan karena apa! Aku menyukainya karena dia sangat imut. Dia juga baik. Makanya aku menyukainya."
'TIDAKKKK🔫'
"Tunggu sebentar, aku menelpon Taeyong."
Ujar Ten langsung mengambil handphone nya dari saku. Tentu dengan jurus belakangnya, Jaehyun meloncat dan memeluk tangan Ten supaya tidak menelpon Taeyong.
"Hyung! Jangan lakukan. Bisa mati jika Taeyong mengetahuinya."
Rengek Jaehyun.
"Ya! Lepaskan tanganku!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain (FanFiction Lee Taeyong)
FanfictionTidak sengaja Yoon Chaerin bertemu dengan Lee Taeyong. Dan dengan cerobohnya Yoon Chaerin membuat taruhan dengan Mark Lee yang membuat semua kenangan indah dalam memori Yoon Chaerin. Dan sikap Lee Taeyong berubah tak kala dia mengenal gadis yang mer...
