Mark Pov
"Kenapa tulisan tangan ku sangat jelek?"
Frustasi, satu kata yang menggambarkan diriku sekarang.
Selembar kertas, pensil, dan sebuah amplop diatas meja belajarku.
Aku seorang yang tidak mudah untuk merangkai kata. Apalagi surat ini untuk menggambarkan diriku sekarang.
"Oh sialan. Aku salah kata. Penghapus!"
Teriak tidak jelas dan berlarian kesana kemari untuk mencari seonggok penghapus.
Sungguh pengalaman yang tidak pernah kulupakan. Yaitu, menulis surat.
Hampir 2 jam aku akhirnya selesai menulis surat ini. Tinggal mengirimnya saja.
Melihat surat ini, aku sedikit ragu bila Chaerin membaca ini tepat waktu. Tinggal beberapa minggu lagi, aku akan pergi.
Dan kondisi Chaerin masih belum terlalu ada perubahan.
Haruskah aku memberi ini?
"Lantai dua, nomor 28."
Aku terus melihat pesan singkat yang dikirim oleh Jaehyun.
Benar, aku menjenguk Chaerin. Mau tidak mau, aku harus pergi kesana.
Suka tidak suka, aku harus melihat ia terbaring disana. Yah, semua demi Chaerin. Makanya aku kesini.
"Ini dia."
Gumam ku pelan. Ku pegang gagang pintu dan menggesernya ke arah kanan.
Pertama kali yang tertangkap oleh mataku, seorang pria duduk disamping tempat tidur dengan seorang gadis yang penuh dengan alat rumah sakit. Yang entah itu namanya.
Ku sadar, pria itu tidak tahu bahwa aku ada dibelakanya.
Aku menepuk pundaknya pelan. "Hyung, aku ingin membicarakan sesuatu pada mu. Ini masalah Chaerin."
Satu hal yang perlu kalian tahu, hal pertama yang ku lihat darinya, bahwa pria ini sangat menyusut berat badannya.
Ekspresi wajahnya terlihat senang, namun berlahan ekspresi iti berganti menjadi pilu.
"Kau Mark Lee, bukan? Mark, maafkan aku. Aku memang harus disalahkan disini."
"Aniyo hyung. Aku yang bereaksi berlebihan. Tidak seharusnya aku menyumpah seperti kemarin. Maaf!"
Taeyong tidak membalas perkataanku tadi. Aku mengerti kenapa ia bereaksi seperti itu. Tapi aku salah, Taeyong memelukku. Taeyong bahkan menangis.
"Aku yang bersalah. Aku yang membuat semuanya jadi kacau. Jika kau bersama dengan Chaerin, aku yakin dia pasti bahagia. Maafkan aku."
Amarah yang kupendam, entah kemana hilangnya. Aku bahkan menyalahkan diriku sendiri karna aku menyumpah bahkan membenci pria ini.
"Tidak hyung, kalian memang cocok, kalian memang diciptakan untuk bersatu. Aku hanya sahabat Chaerin. Aku juga minta maaf."
Taeyong melonggarkan pelukannya. Dan pertanyaan.
"Apa yang ingin kau katakan?"
"Apa kau membenci Chaerin?"
"Tidak! Aku bahkan membenci diriku sendiri. Jika aku membencinya, jauh-jauh hari sudah tinggalkan Chaerin. Namun, aku berdoa dan terus berjuang untuk kesehatan Chaerin. Kenapa kau bertanya itu?"
Tidak ada kebohongan di mata Taeyong. Aku tahu, ia juga tulus mencintai Chaerin.
"Sebenarnya, Chaerin takut kau pergi jika di bangun nantinya. Kau mau berjanji kau akan bersamanya jika dia bangun nanti?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain (FanFiction Lee Taeyong)
FanfictionTidak sengaja Yoon Chaerin bertemu dengan Lee Taeyong. Dan dengan cerobohnya Yoon Chaerin membuat taruhan dengan Mark Lee yang membuat semua kenangan indah dalam memori Yoon Chaerin. Dan sikap Lee Taeyong berubah tak kala dia mengenal gadis yang mer...
