Hayyy guyss balik lagi nihh mohon maaf karena koment kemarin belum sempet dibales karena fokus sama part ini biar bisa cepet updatenyaa hehe
Happy reading guys ini udah panjang bangett lohhh 5504 kata nahh loo wkwk
🍁🍁🍁
Karel tersenyum lega karena akhirnya dia bisa keluar dari rumah sakit. Hari ini juga dia akan mencari Fian, dan tempat pertama yang harus dia tuju adalah kantor milik keluarga Rain tempat dimana Gavyn bersarang. Karakter yang sama membuat Karel mengetahui secara pasti kekuatan musuhnya. Dengan langkah pasti pria itu masuk ke dalam gedung tinggi itu.
Kedatangan Karel jelas membuat para karyawan kantor kaget karena CEO dari saingan kantor ini datang langsung. Para karyawan wanita menatap kagum Karel, setelah lama hanya mendengar tentang ketampanan CEO dari perusahaan musuh akhirnya hari ini mereka dapat melihat secara langsung. Beberapa berpendapat kalau Karel lebih wah dari Gavyn tapi beberapa berpendapat kalau keduanya sama-sama tampan dan memiliki kelebihan masing-masing. Intinya orang yang menjadi pasangan dari salah satu pria ini harus memiliki mental yang kuat karena setiap hari pasti akan ada godaan.
"Denger-denger bosnya jibran corp udah nikah," bisik salah satu karyawan.
"Masa sih?? yahh sayang banget, bos kita aja belom nikah-nikah, liat aja kelakuan bos yang sering ganti pasangan, pasti itu orang nggak jauh sikapnya," bisiknya lagi.
Karel menghela nafasnya, dia hanya berdiri tenang menunggu lift terbuka. Terserah orang lain ingin bicara apa karena urusannya hanya dengan Gavyn tidak lebih. Pintu lift terbuka, dia langsung masuk dengan beberapa orang yang akan naik ke lantai atas juga. Beberapa orang melirik penasaran pada Karel tapi lebih banyak yang bersikap tidak peduli. Karena bagi beberapa orang, urusan pergi ke kantor hanya untuk bekerja bukan mendengar gosip atau hal tidak penting lainnya maka orang yang tidak peduli akan kehadiran Karel adalah orang yang masuk golongan itu.
Karel berjalan keluar dari lift dan langsung menuju ruangan Gavyn. Tanpa permisi dia membuka pintu ruangan itu.
Di kursi kerjanya Gavyn sudah menunggu dengan senyum menyebalkan seperti biasa. Dia mengangkat alisnya. "Welcome back," ujarnya.
Karel mendengus geli, untungnya dia sudah mampu mengontrol emosinya. Jika tidak, sudah dia hajar pria yang dihadapannya ini. "Kau bawa kemana Fian?" tanya Karel dengan tajam.
Gavyn mengerutkan keningnya. "Kau menanyakan dimana istrimu pada pria lain? kau yang bodoh atau memang pria yang kau tanya itu brengsek sampai berani membawa kabur istri dari pria seperti Karel?"
Karel mengepalkan lengannya, dia mengatur nafas agar tidak terpancing. "Fian milikku, apapun yang kau lakukan padanya dia akan tetap memilihku, jangan membuat dirimu rendah dalam mengemis cinta," ucap Karel.
Mata Gavyn menajam, hanya pria ini yang selalu bisa membalas kata-katanya. Dia tersenyum samar, menyenangkan saat bertemu lawan yang sepadan. Dia bangkit dari kursi kebanggaannya. Kini kedua pria itu saling berhadapan, masih dengan gaya santai tapi tidak mengurangi ketegangan di dalam ruangan ini karena bisa dilihat tatapan mata itu sama-sama tajam dan menghunus. "Kenapa kau yakin Fian akan tetap memilihmu?" tanya Gavyn. "Setelah apa yang kau lakukan padanya selama ini? hemm pria yang cukup arogan.." kekeh Gavyn.
Karel tersenyum sinis. "Cobalah, coba untuk melakukan apapun, ratusan kali kau mencoba maka ratusan kali juga aku akan mengatakan, menyerahlah karena kau sudah gagal. Fian akan tetap memilihku," ucapnya. Rahang Gavyn gemelutuk, bukan karena kata-kata Karel yang sombong tapi karena semua kata-kata itu benar adanya. Fian tidak akan bisa benar-benar meninggalkan Karel.
Gavyn meninju rahang Karel dengan keras. Dia telah kalah dalam pengaturan emosi. Ditinjunya berkali-kali wajah Karel. "Kalau Fian memang berarti kenapa kau menyakitinya terus!!" bentak Gavyn. Karel diam tanpa membalas pukulan Gavyn. "Bagaimana mungkin orang sepertimu bisa mendapatkan Fian!" geramnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not A Dream Wedding
RomansaSUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU TERDEKAT. Ini bukan pernikahan impianku, jika aku tidak bisa menikah dengan orang yang kucintai setidaknya aku harus bisa menikah dengan orang yang sangat mencintaiku. Sedangkan pernikahan ini? tidak sama sekali. Kami t...
