YM - 9

4K 140 4
                                    

Flashback On

Aldin bangkit dari bangku mendekatkan wajahnya pada Ara dan itu membuat Ara takut karna dikelas hanya ada Ara, Aldin dan si kutu buku. Wajah Aldin semakin dekat, mata mereka mulai bertatap. Namun setelah semakin dekat Ara malah memejamkan matanya

Dan ternyata Aldin hanya mengambil bulu mata Ara yang jatuh mengenai pipi Ara. Barulah Aldin menjauh.

"Kenapa merem?"

Ara yang sedang merem tiba-tiba langsung membuka matanya perlahan "Eh."
"Emang gue merem yah?" Lanjutnya

"Eh pipi lo merah?"

"Ini mungkin efek cuaca kali"

Flashback Off

Tangan kanan sedang menyangga kepalanya tiba-tiba saat terbangun dari lamunannya Ara menggelengkan kepala. "Nggak!" Ara bangkit dari bangku belajarnya berjalan bulak-balik seperti orang gelisah "Ara lo nggak boleh baper." ucap Ara sambil menggigit kuku jari-jarinya.

Gue ga boleh baper cuma gara-gara cowok tengil itu.

Ara membantingkan dirinya ditempat tidur yang empuk miliknya itu. Baru saja memejamkan mata ponselnya berbunyi 'LINE!' tanda notifikasi masuk diponselnya. Ara langsung meraih ponselnya yang ada dimeja belajarnya lalu me-unlock layar ponselnya

Sesilya Zahra : P

Sesilya Zahra : Besok gue deh yang kebagian teraktir goodgirls:( tapi gapapa tetep kompak babies and whises all the best

Sesilya Zahra : Eh btw gue dapet nomor handphonenya aldin plus mungkin langsung udah ada kontak aldin di kontak WA dan LINE gue, aduh jodoh emang nggak kemana ye. Gue hari ini seneng banget ra

Saat membaca nama 'Aldin' Ara merasa sedikit down.

Eh Alay nih orang! Baru nomor, jadian aja nggak kan? Belum tentu si Aldin itu jodoh lo Sil.

Dengan cepat jari-jari Ara mengetik layar ponselnya

Cereliara Ressya : Iya deh tau yang lagi bunga-bunga mah sampai lupa ga pulang bareng kita

Cereliara Ressya : Dalam rangka apa lo teraktiran?

Sesilya Zahra : Besok kan anniversary goodgirls yang ke 11 bulan ra. Bulan ini kan gue yang kebagian beli kue dan teraktir kalian

Astaga gue sampai lupa tanggal besok. Kira-kira Rani sama Pelangi tau ngga yah

Cereliara Ressya : Ok. Lo nanti kasih tau pelangi yah kita beda kelas. Jam berapa nih lo teraktirnya?

Sesilya Zahra : Jam 7 malam

*read*

***

06:29

"Non, bangun non," terdengar cukup keras ketukan pintu ditelinga Ara. Ara membuka pelan matanya melihat jam bekernya

"Astagfirullah Kapan coba gue bisa sholat subuh kalo bangun aja siang terus," ucap Ara mengacak rambutnya "IYAH BI, AKU UDAH BANGUN" Teriaknya

"Non mau di bikinin sarapan apa?" Tanya Bi Ina sedikit keras karna terhalang oleh pintu

"GA USAH BI SIAPIN AKU BEKAL AJA,"

"Non mau bekal apa?"

"APA AJA SELAMA ITU BISA DIMAKAN,"

Ara mengambil handuk dan bangkit dari tempat tidur lalu pergi mandi.

Setelah selesai mandi dan memakai baju seragam sekolah Ara berlari kecil menuruni anak tangga "BI, BEKALNYA ARA MASUKIN KE TAS YAH, MAKASIH UDAH DIBIKININ. ASSALAMMUALAIKUM,"

"WAALAIKUMSALAM. HATI-HATI NON," Teriak Bi Ina dari dapur

Ara pergi berangkat kesekolah, setelah sampai di luar rumahnya. Pak Anto sedang menunggunya di depan mobil milik papa-nya "Non, ayo saya antar,"

"Maaf pak hari ini Ara lagi pengen bawa mobil. Kenapa bapak ngga anter papa aja?"

"Saya disuruh papa non buat antar non kesekolah,"

Tumben papa pengertian ke gue?

"Udah pak nggak usah, bapak balik lagi ke kantor papa aja. Bilang kalo Ara bukan anak manja lagi," tegas Ara langsung membuka pintu pengemudi mobil lalu ditutup tanpa mendengarkan sepatah kata pun ucapan Pak Anto dan menancap gas.

Setelah sampai di sekolah Ara melewati koridor tidak sengaja melihat Sesil memberikan kotak hadiah pada Aldin

Ternyata Sesil beneran suka sama Aldin.

.-.

TBC

Maret 2017

YOU'RE MINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang