YM - 10

4.1K 136 1
                                    

Ngumpul di kantin saat jam istirahat itu sudah menjadi kebiasaan Ara dan sahabatnya, sudah menjadi kebiasaan juga di ganggu sama Citra dan teman-temannya.

Anehnya hari ini Sesil ke kantin bawa kertas berisi sedikit tulisan. "Malam ini gue pake baju apa ya?" Tanya Sesil sambil memasukan snack kedalam mulutnya.

Pelangi menaikan satu alisnya "Emang lo mau kemana sil? Kita kan cuma rayain anniversary doang,"

Sesil memasang muka polosnya "Lo kan tomboy, gue sih harus se-feminim mungkin karna gue harus ngasih puisi cinta buat Aldin. Aaaaaaaaa.." ucap Sesil tersenyum-senyum bahagia

"What?" Kaget Ara membulatkan matanya menatap Sesil "Aldin? Nanti malam ikut?" Lanjutnya yang dijawab anggukan oleh Sesil

"Yaampun Sesilya Zahra ini kan acara anniversary good girls. Kenapa lo ngajak orang asing sih?" ucap Pelangi menekan saat mengatakan 'orang asing'

"Sorry girls. Kayanya gue juga datang sama Rama deh," kata Rani membuat Pelangi bangkit dari bangkunya.

"Ini tuh acara anniversary kita bukan acara dinner sama pasangan!" Ucap Pelangi dan langsung pergi dari kantin.

Suara tepuk tangan menggema di telinga Ara, Rani dan Sesil lalu mereka menengok kearah suara itu berasal dan ternyata

Citra?

"Wah good girls mau rayain apa nih? Kok sampe berantem gituh?" ucap Citra menyilang kedua tangannya di depan dada "Dan lo," menunjuk ke wajah Sesil "Nggak usah ke PD-an deh lo mau ngasih puisi ke Aldin," Citra tertawa jahat diikuti oleh kedua temannya "Lo pikir Aldin bakalan suka sama lo? Ga usah mimpi!" Lanjutnya

Sesil yang tidak terima perkataan Citra bangkit dari bangku makannya berjalan mendekat kearah Citra "Lo pikir Aldin juga bakalan suka sama lo? Ga usah ngarep!" Kata Sesil mendorong dada bahu Citra dengan telunjuknya

Seperti merasa jijik tersentuh oleh Sesil. Citra mengusap berkali-kali tubuh yang tadi Sesil sentuh dengan perasaan jijik "Laper sih laper tapi nggak harus makan temen juga kali, upss.." uap Sisil sahabat Citra lalu menepelkan telapak tangan di mulutnya seperti orang bersalah.

"Eh maksud lo apa? Plagiat nama!" Ucap Sesil menaikan sebelah alisnya menatap Sisil

"Lo kali plagiat nama gue!" Sisil tersenyum miring "Sesil.. Sesil.. Di dunia ini mana ada teman setia,"

"Maksud lo apa?" Tambah Ara

Rani yang mendengar itu hanya diam membeku.

"Sil gue cuma ngingetin lo! Buktinya Rani aja nikung Pelangi kan? Mungkin Ara juga nanti bakal jadian sama Aldin," kata Sisil dengan gaya tengilnya

Citra memajukan langkahnya pada Sesil sedikit ke kanan agar mulutnya berada didekat telinga Sesil "Tapi gue nggak akan biarin lo ataupun Ara jadian sama Aldin," Setelah mengatakan itu Citra menjauh dari telinga Sesil dan Pergi bersama kedua temannya dari kantin "Yuk girls!"

"Udah Ran lo nggak usah dengerin kata-kata si Citra itu," Ara yang tadinya duduk dihadapan Rani pindah ke sebelah Rani berniat untuk menenangkannya "Lo juga Sil tenang aja gue nggak akan rebut Aldin dari lo," Sesil duduk kembali dihadapan Ara dan Rani

"Gue percaya ko Ra lo itu nggak akan nikung," ucap Sesil yang langsung di beri sebelah injakan kaki oleh Ara berusaha mengisyaratkan untuk menjaga perasaan Rani saat ini

Sesil yang baru menyadarinya berbicara menatap Ara tanpa bersuara "Maaf,"

Sesil mengusap tangan Rani "Udah Ran, lo jangan nangis, emang mulut si Citra itu perlu di streples biar ngga mangap-mangap sekalian."

Rani menghapus airmata yang berhasil membasahi pipinya "Tapi omongan Citra ada benernya juga Sil. Gue emang sahabat yang nggak tau diri, udah dikasih hati malah minta jantung."

"Sstt, Ran semua orang berhak milih pasangannya masing-masing, yah mungkin Rama memang berjodoh sama lo melalui Pelangi." ucap Ara menengahi

Rani hanya mengangguk mengerti

.-.

TBC

Maret 2017

YOU'RE MINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang