Dari UKS tadi Ara pergi ke kantin karena dia tahu ini sudah bel istirahat jadi mana mungkin teman-temannya masih ada dikelas.
"ARA YAAMPUN DARI MANA AJA LO," Teriak Sesil
Ara duduk dan bergabung bersama temannya itu "Nggak usah pake teriak kali sil, pecah nih gendang telinga gue!"
"Tau nih sesil," Timpah Pelangi
Ara belum memesan minuman, tapi dia saat ini benar-benar dehidrasi, dari pada harus memesan lama mungkin lebih baik minum yang punya Sesil, lagian juga masih penuh.
"Astaga! Haus bandel bu," Celetuk Sesil memperhatikan Ara
Rani sepertinya bawa berita baru karena terlihat dari mimik wajahnya "Eh girls move topic! Sepupu gue dari bogor sekolah disini, eh ralat maksud gue pindah kesini."
Ara yang masih dalam keadaan minum secara spontan tersedak karena kaget "Se-Sepupu lo ran?"
"Cowok atau Cewek?" Tanya pelangi sambil memasukan stik kentang kedalam mulutnya.
Rani hanya mengangguk "Cowok"
"Cowok? Serius lo? Cakep ngga? Kelas berapa? Anak IPA atau IPS? Kira-kira masuk kelas mana ya?"
Sudah tau Ara sedang pusing ditambah tanda tanya Sesil banyak banget. "Anjir Sil, satu-satu kek!"
Sesil tersenyum "Sorry"
Serasa dunia sempit.
Eh kenapa Ara malah jadi mikir gituh? Kan belum tentu cowok tadi yang Ara maksud.
"Iya cakep kan cowok, tapi dia belum pernah pacaran. Dia emang badboy tapi sebadung-badungnya dia, dia nggak pernah mainin cewek apalagi sampai narkoba, kalau gak salah dia anak XI-IPA5"
"Badboy kok belum pernah pacaran. Aneh!"
Ara penasaran dengan wajah sepupu sahabatnya itu "Kenapa nggak lo suruh dia kekantin aja?"
Semua menatap Ara. Mungkin mereka tidak percaya kalau Ara ketularan kepo. "Apasih? kenapa pada ngeliatin gue?!" Ucap Ara cengengesan.
"Ran, XI-IPA5 berarti sekelas sama gue dong?" Ucap Sesil tersenyum sumringah.
"Gue juga kali!"
Sesil menatap Pelangi datar "Iyah tau!"
Rani memperhatikan orang satu persatu disekitar kantin. Dia berharap semoga orang yang dicarinya ada dan akhirnya dia mengunci saat menemukan orang itu lalu melambaikan tangannya keatas "Al"
"Nah itu sepupu gue!"
Orang yang Rani panggil pun berlari kecil menghampiri meja mereka, semua teman-teman Rani menengok kecuali Ara yang cuek.
"Yang mana Ran? Terlalu banyak orang," Kata Sesil
"Ran itu sepupu lo? Gila ganteng parah. Keren lagi." Kata Pelangi yang sudah tau orangnya
Hanya Ara saja yang tidak perduli dan sibuk mengisi perutnya dengan santai.
"Lo kemana aja?" Tanya Rani tersenyum
"Biasa, hari pertama sekolah nyatet banyak. Gue boleh gabung gak? Soalnya gak ada meja yang kosong,"
"Oh, lo duduk sebelah Ara aja! Sambil kita di sini kenalan, gue bakalan kenalin temen-temen cewek gue Al,"
"Ah elo dari dulu nggak pernah berubah,"
Ara masih belum menyadari dia terus memakan stik kentangnya.
Aldin langsung duduk tanpa melihat orang disampingnya.
"Nah kenalin ini temen gue namanya Sesil"
Sesil menjabat tangan dengan Aldin. "Sesilya Zahra, panggil aja Sesil."
"Aldin, kalau gak salah kita satu kelas ya?"
"Iyah"
"Yang satu ini teman gue namanya, Pelangi"
Pelangi menjabat tangan dengan Aldin. "Pelangi"
"Aldin, lo juga satu kelas kan sama gue?" Pelangi hanya tersenyum.
"Dan yang lagi makan terus itu Ara," tapi Ara menghiraukan kata Rani dia tetap terus mengisi perutnya.
"Ra, kenalin dulu sepupu gue!"
Mereka semua menatap Ara.
"Hm.." Ara menoleh kearah Aldin
Dia sangat kaget, ternyata firasatnya benar kalau sepupu Rani si cowok tengil itu. Mereka berdua saling tunjuk tangan, Lagi.
"Elo? Ngapain lo disini?"
Aldin menyerngit heran "Lo ngefans ya sama gue? Sampe nguntit gue kemana-mana dari kemaren,"
Ketiga teman Ara itu termasuk Rani semakin tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan "Maksud kalian apa sih? Kemaren? Jadi kalian udah saling kenal?"
Pelangi heran, padahal kemarin mereka janji hangout tapi hanya Ara yang tidak datang "Tunggu... Tunggu! Kemaren lo nggak hangout bareng kita, terus lo kemana?"
Pertanyaan-pertanyaan yang membuat Ara pusing dan memilih untuk diam sejenak. Bahkan Ara lupa belum cerita pada teman-temannya alasan mengapa dia tidak ikut hangout kemarin "Sorry, gue lupa cerita kemaren itu gue ketiduran dari jam dua siang sampai tadi pagi jam tujuh. Makanya gue tadi telat,"
"Mati suri kali," Celetuk Aldin asal membuat Ara menoleh kearahnya lagi
"Ngaco!"
Sepertinya Rani disini harus menjadi penengah mereka "Sst.. udah-udah gak malu apa jadi bahan tontonan?! Lo berdua kan belum kenalan mending kenalan dulu siapa tau jo-"
"Ih amit-amit ya gue punya cowok kayak dia!"
"Lo pikir gue mau punya pacar kaya lo!"
"Eh tadi nama lo siapa? Gue lupa" Lanjutnya
"Cereliara Ressya"
Aldin terkekeh kecil. "Gue nggak nanya nama panjang lo!"
Ara hampir frustasi menghadapi sepupu tengil Rani "Ya-yaudah.. ngapain tadi lo nanya?!"
"Gue tarik lagi pertanyaan gue tadi!"
Ara melunjurkan lidahnya "Bodo amat!" Lalu pergi ke kelas sendiri.
"Cewek Aneh"
Bodohnya Ara karena dia juga punya telinga mendengar cowok itu, baru berapa langkah Ara balik lagi ke meja dimana temannya ngumpul "Ngomong apa lo barusan?!"
"Jarak jauh aja masih denger," Cowok itu tersenyum miring
"Telinga gue masih normal,"
Aldin melunjurkan lidahnya balik dan pergi meninggalkan kantin "Cewek aneh!"
Ara semakin kesal, dia duduk kembali dan mengepal-ngepal tangannya "Kalau ketemu lagi udah gue jadiin perkedel tuh anak setan," Lalu melanjutkan makan stik kentang lagi.
Memang, kalau mood Ara sedang turun yang dia butuhkan adalah makan.
"Ekhmm" Rani berdeham "Ara lo nggak boleh gituh nanti kalau jodoh baru tau lho,"
Ara hanya diam, mencerna omongan Rani.
.-.
TBC
Maret 2017

KAMU SEDANG MEMBACA
YOU'RE MINE
Teen Fiction[END] Kamu adalah alasanku tersenyum. "Aku milikmu, tapi aku sendiri tidak bisa memilikimu." -Ara "Kamu milikku, selamanya." -Aldin Copyright, 2016.