Part 1 - Siswi Baru
- - - - -
Rindu ini semakin menyiksa. Disaat aku rindu dengan kamu, namun aku hanya bisa memeluk erat bayangmu.
- - - -
Jakarta, adalah sebuah kota yang baru dipijaki oleh gadis yang berasal dari Bandung. Ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta guna melupakan masa kelam yang terjadi pada saat di Bandung. Kini hari pertamanya masuk sekolah swasta terbaik yang ada di Jakarta.
Dahulu, jika ia berjalan di koridor panjang sekolah lamanya. Teman-temannya selalu menyapa dirinya, kini suasana telah berbeda. Hanya ada suasan asing yang meliputi dirinya, berjalan seorang diri bukan hal yang mudah bagi seorang siswi baru seperti dirinya. Banyak pasang mata yang memperhatikannya membuat nya tidak nyaman karna merasa menjadi pusat perhatian.
Matanya tak bisa diam, mencari ruangan kepala sekolah. Tidak ada satu siswa atau siswi pun yang mau menyapanya. Berbeda sekali ketika dirinya berada di Bandung. Karna tidak memperhatikan jalan, akhirnya ia menabrak bahu seseorang yang menyebabkan sebuah buku di genggamannya terjatuh.
"Sorry. Gue gak sengaja. Sorry." Karna tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia mengangguk kemudian berjalan kembali tanpa memperhatikan wajah laki-laki yang bertabrakan.
- - - - -
Dengan ragu, gadis ini melangkahkan kakinya menuju kelas 11 IPA 4 walau disebelahnya terdapat kepala sekolah namun tetap saja rasa gugup menyelimuti dirinya. Ia berusaha menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru ini.
"Selamat pagi anak-anak." Koor kepala sekolah, dan seisi kelas yang sejak tadi ramai, kini berganti suasan hening.
"Kalian kedatangan murid baru. Silahkan kenalkan dirimu, nak."
"Nama saya Aify Maharani, bisa dipanggil Ify. Saya pindahan dari Bandung. Mohon bantuannya ya teman-teman." Ucapnya.
Dari kejauhan, Rio yang memang duduk paling belakang menajamkan matanya. Melihat gadis yang tadi sempat ia tabrak, Rio tersenyum samar melihatnya. Ia tidak mendengarkan lagi ucapan kepala sekolah, ia hanya mendengar bahwa siswi baru itu bernama Aify yah hanya itu.
Perlahan gadis itu berjalan dan duduk tak jauh darinya. Rio menyeringai karna siswi baru itu duduk bersama Shilla. Ia menyiapkan sebuah rencana baru. Yah!
- - - - -
Ify yang sedang asyik membaca buku dikagetkan oleh gerakan tangan Shilla yang sengaja mengambil paksa buku yang sedang di bacanya. Ia menatap bingung Shilla.
"Kenapa?." Tanya nya
"Aduh Fy. Ini udah istiragat masa lo mau di sini aja, ayo ke kantin sekalian lo tau deh seluk beluk sekolah ini." Balas Shilla. Ify menggeleng. Ify memang tipe orang yang susah untuk bersosialisasi, ia lebih suka untuk menghabiskan waktunya membaca. Membaca segala hal yang menurut dirinya penting.
"Gak asik ah lo. Yaudah mau titip jajan ga?." Tanya Shilla dan lagi Ify menggeleng sebagai jawabannya. Shilla mengangguk dan berjalan menghampiri Rio kemudian menarik paksa lengan Rio. Dan Ify masih tetap memperhatikan keduanya, Rio yang merasa di perhatikan langsung menolehkan wajahnya. Keduanya saling diam dan saling tatap, kemudian Ify terlebih dahulu memutuskan kontak mata.
- - - - - -
Selama berada dikantin, Rio sama sekali tidak fokus dengan makanannya. Berbeda dengan Shilla yang sangat lahap memakan makanan yang dipesannya. Rio masih penasaran dengan siswi pindahan baru, hatinya terasa tergelitik ingin mengenal lebih dalam siapa siswi baru itu.
Shilla yang memang sejak tadi memperhatikan Rio, menepuk sedikit keras jemari laki-laki itu dan membuat Rio tersenyak. Shilla tersennyum tanpa dosa ketika melihat Rio menatap dirinya dengan tajam.
"Maaf maaf. Abisnya lo daritadi bengong aja,tumben amat biang onar diem." Ucap Shilla.
"Gue gak bengong cuma ngelamun aja." Jawab Rio seenak jidat. Memang inilah kebiasaannya dengan Rio. Shilla berharap kebersamaanya dengan Rio selalu seperti ini.
"Eh eh lo mau kemana?." Tanya Shilla yang melihat Rio tiba-tiba berdiri dan meninggalkan dirinya.
"Kepo aja. Biasa." Jawab Rio, Shilla mengerti akan jawaban itu. Artinya adalah Rio ingin mencari mangsa baru(?). Siapa yang tidak kenal Rio, si playboy cap kampak yang selalu memainkan hati perempuan. Shilla yang sahabatnya sampai tidak habis pikir, mau sampai kapan Rio seperti itu.
- - - - -
Ify menatap ruangan kelas barunya dengan pandangan datar, ia merindukan sekolah lamanya di Bandung. Semuanya terasa begitu asing baginya, andai saja kejadian yang tidak diinginkannya itu tidak terjadi. Mungkin sekarang, Ify masih hidup dengan tenang di tanah kelahirannya itu. Namun ketika semua kejadian itu terjadi, hal pertama yang membuatnya terpuruk adalah melihat orang yang disayanginya terbujur kaku tepat dihadapannya.
Setelah kejadian itu, hidupnya perlahan berubah. Sedikit demi sedikit, Ify menutup hatinya. Menutup semua jati dirinya. Yang Ify lakukan adalah diam. Ia tidak ingin semua kesedihan yang tersimpan itu terlihat.
Terdengar suara langkah kaki, dengan cepat Ify mengalihkan pandangannya. Terlihat seorang siswa laki-laki berjalan mendekatinya. Ify mengernyitkan dahinya bingung.
"Hay." Sapa nya dengan gaya tengil andalan Rio.
"Lo pasti belum tau siapa gue, yakan? Okelah. Kenalin nama gue Rio. Ario Stevano, bisa dipanggil Rio. Tapi dipanggil ganteng juga gak papa." Ucap Rio. Ify hanya mengangguk tanpa mengucapkan kata.
"Nama lo siapa?." Ify menatap Rio dengan bingung. Bukankah tadi dirinya sudah memperkenalkan diri? Namun mengapa laki-laki ini bertanya lagi.
"Aify maharani." Jawab Ify singkat.
"Jadi gue manggilnya....Ify?." Tanya Rio. Ify mengangguk.
Rio menggaruk tengkuknya, ia bingung kali ini ingin berbicara apa dengan gadis pendiam seperti itu. Yah Rio memang memiliki banyak cara untuk menarik perhatian seorang gadis namun kali ini, Rio mengaku kalah. Biasanya gadis-gadis yang tertarik akan pesonanya namun kali ini, dirinya lah yang tertarik akan pesona siswi pindahan baru ini. Okey kali ini dirinya kalah!
Bersambung...
Cerita baru saya. Wkwkwk semoga suka
@WulandariDevi4
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E ❤ (ENDING)
Teen FictionSebuah kisah yang rumit antara dua sejoli yang saling jatuh cinta dan harus berpisah karna sebuah insiden. Akankah kedunya bisa bersatu? . . . #746 in teenfiction (30 - 09 - 2017)
