Part 6- Cakka Rese!
- - -
Cinta itu, kata sedernaha yang sangat sukar untuk diucapkan~
- - -
Rio dan Ify masuk kedalam kelas beriringan. Ia sempat melirik Shilla yang terdiam di kelas, sebenarnya Rio sendiri tidak mengetahui apa yang membuat Shilla marah. Mungkin sepulang sekolah nanti ia akan bertanya pada sang empu.
Ify melangkahkan kakinya perlahan, kemudian dengan hati-hati, Ify meletakan tasnya di sebelah bangku Shilla. Ify menatap Shilla ragu, ia ingin menyapa gadis itu namun Ify takut jika Shilla tidak meresponnya dan akan marah kepada dirinya. Beberapa detik, Shilla juga tidak bereaksi perlahan Ify pun melangkahkan kakinya keluar kelas, membiarkan Shilla sendiri dengan pikirannya.
Shilla melihat semua apa yang dilakukan oleh Ify, namun Shilla enggan untuk bertegur pada gadis itu. Gadis yang sudah membuat pikiran Rio lebih condong kearahnya. Shilla merasa sakit yang amat sangat. Ia ingin berkata jujur dengan Rio, namun Shilla takut jika Shilla berterus terang, Rio akan menjauhinya. Shilla memejamkan matanya. Sungguh, ia tidak mau menjadi orang jahat karena cinta nya tidak terbalas, Shilla bukan orang yang seperti itu.
Bel masuk sudah berbunyi menandakan pelajaran siap dimulai, Shilla mulai mengelurkan buku pelajaran sejarah. Ify telah duduk di sebelahnya dan mengelurkan buku yang sama dengan miliknya.
"Shilla." Panggil Ify, Shilla memutar kepalanya menghadap Ify.
"Lo marah sama gue ya, gara-gara Rio deket sama gue. Shill, maaf." Ucap Ify, Shilla diam.
"Gue gak ada maksud untuk rebut Rio dari lo." Lanjut Ify, Shilla tersenyum miris.
'Iya lo emang gak ada niatan rebut Rio. Tapi lo berhasil rebut hatinya Rio dari gue, Fy'
"Gue gak marah." Jawab Shilla singkat, Ify menghela.
"Shill. Jangan marah dong, kalo emang lo mau gue jauhin Rio, gue bakal turutin." Ucap Ify.
"Gue gak marah Ify!." Jawab Shilla sekali lagi dengan suara yang sedikit meninggi, Ify hanya diam kemudian menundukan kepalanya. Tidak lagi merespon ucapan Shilla tadi.
Sepanjang pelajaran Ify hanya diam dan memandang Shilla dengan tatapan yang tak bisa diartikan, ia melirik Rio yang duduk tenang di kuris pojok. Rio tampak santai dan tidak membawa pikiran akan masalah Shilla, berbeda dengan dirinya. Walaupun Shilla termasuk orang baru bagi Ify, namun tidak menapik bahwa Ify sangat peduli dengan keadaan teman sebangkunya. Shilla sudah sangat baik terhadapnya, jadi tidak masalah bukan jika dirinya berbuat baik juga dengan Shilla?.
- - - -
Bel istirahat berbunyi, Shilla langsung melangkahkan kakinya pergi ke kantin tanpa memperdulikan Ify yang menatapnya. Ia tampak asik berjalan sendirian, tak lama kemudian Rio menyusul langkah kaki gadis itu. Ify hanya diam memandang keduanya. Jujur, Ify sedikit merasa tidak enak akan hubungan Shilla dan Rio. Ia takut jika kehadiran dirinya akan membawa dampak buruk bagi keduanya, Ify tidak berniat untuk merebut Rio dari sisi Shilla. Sungguh.
Shilla melangkahkan kakinya kearah taman belakang sekolah, hanya itu tempat yang menurutnya sangat pas untuk keadaan hatinya sekarang. Ia menendang apapun yang ada di hadapannya.
"Shilla." Panggil seseorang yang suaranya tidak asing lagi baginya.
"Lo kenapa sih? Lo cuekin gue, lo juga cuekin Ify? Kita ada salah sama lo?." Tanya Rio perlahan mendekat kearah gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E ❤ (ENDING)
Teen FictionSebuah kisah yang rumit antara dua sejoli yang saling jatuh cinta dan harus berpisah karna sebuah insiden. Akankah kedunya bisa bersatu? . . . #746 in teenfiction (30 - 09 - 2017)
