Love (26) - Memulai Semua

857 47 4
                                        

Kini, sudah tidak ada lagi yang ku harapkan.

*****

  Sudah berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Perlahan Ify sudah berdamai dengan semuanya, berdamai dengan hatinya dan juga mulai berdamai dengan Ayahnya. Dan pagi ini Ify telah sampai di Jakarta. Sudah lama ia tidak menginjakkan kakinya di ibukota setelah sekian lama ia bersembunyi di kota Yogyakarta.

    Ify menaikan sedikit kacamata nya yang perlahan mulai jatuh. Matanya tak henti menatap kerumunan orang yang ada di Stasiun. Ia mencari Alvin yang katanya ingin menjemputnya, namun Ify tak kunjung terlihat. Karna barang bawaanya yang agak banyak dan ia merasa berat dengan barang yang dibawanya. Akhirnya Ify mengirim pesan singkat kepada kakaknya itu.

  Namun tak lama, akhirnya ia melihat sosok kakaknya yang mulai mendekat. Dan dibelakang kakaknya, ada Rio yang ikut menjemputnya. Sedikit kaget, namun Ify dengan cepat mengontrol ekspresinya. Ia ingin terlihat biasa saja didepan laki-laki itu.

"Lama banget sih." Gerutu Ify. Alvin terkekeh dan mengambil alih barang bawaan adiknya.

"Maap. Si Rio laper katanya, makanya tadi makan dulu." Jelas Alvin. Dan Ify hanya diam saja mendengarnya.

"Ayok buruan ah." Kata Ify mendahului jalan keduanya, sedangkan Rio hanya diam mendengar percakapan antara kedua kakak adik ini. Ia hanya memandang bahu Ify saja. Tidak ada lagi kini sapaan hangat antar keduanya, yang ada hanyalah tatapan dingin dari keduanya.

   Ify masuk ke mobil mendahului kakaknya, dan kebetulan mobil tersebut tidak di kunci. Ify duduk di kursi penumpang dengan menaikan kakinya, efek capek dan pegal ia melakuka itu. Dan ia mendengar pintu di tutup itu artinya kakaknya dan Rio sudah memasuki mobil. Ify tetap memejamkan matanya. Tidak merasa terusik dengan kegiatan mereka berdua.

    Diam-diam Rio melirik Ify, ia hanya tersenyum samar. Tidak ada yang membuka suara, yang terdengar hanyalah suara radio. Alvin fokus menyetir dan Ify memilih tidur mengistirahatkan tubuhnya. Dan Rio memilih bergulat dengan pikirannya sendiri.

   45 menit kemudian, ketiga nya telah sampai, Ify mengerjapkan matanya dan Alvin mulai turun dari mobil mengambil barang-barang adiknya yang ia taruh di bagasi mobilnya. Dan tak lama Rio juga ikut keluar dari mobil, menyisakkan Ify sendiri di sini. Dan dengan malas, Ify membuka pintu mobil. Bertepatan dengan posisi Rio di hadapannya, jadilah mereka berdua terdiam sejenak. Ify menarik napasnya dalam-dalam.

"Permisi." Kata Ify dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya, dan meninggalkan Rio. Sedangkan Rio hanya menggangguk dan bergeser sedikit untuk memberikan Ify jalan masuk kedalam rumahnya.

   Memang berat, bertemu dengan gadis yang masih ia sayangi. Namun sayangnya Rio harus menahan rasa rindu yang amat dalam. Ia ingin memberi gadisnya pelukan selamat datang, namun percuma. Ify tidak akan mau. Rio tersenyum kecut.

"Ayo masuk." Teriak Alvin di depan pintu, Rio hanya mengangguk.

    Rio manaiki tangga rumah Alvin dan langsung memasuki kamar sohibnya itu. Itu adalah rutinitas yang dilakukan ia kala berkunjung ke rumah ini. Rio langsung saja masuk kedalam kamar sahabatnya itu kemudian merebahkan tubuhnya.

    Rio tahu gadis itu akan kembali ke Jakarta karna Alvin memberitahunya. Dan dengan semangat 45 Rio berkata pada Alvin bahwa ia ingin ikut menjemput gadisnya. Alvin pun tak mempermasalahkannya. Dan Rio sudah tahu apa konsekuensinya jika ia ikut menjemput Ify. Dan konsekuensinya adalah ia harus merelakan hatinya sakit untuk kesekian kalinya.

"Udahlah gak usah terlalu di pikirin. Rio." Kata Alvin yang baru saja masuk kedalam kamarnya.

"Kasih adek gue waktu buat berfikir. Kejadian kemarin itu buat dia trauma untuk kesekian kalinya." Lanjut Alvin. Rio hanya diam tak menjawab

"Mungkin, lo juga harus bersabar io. Luka itu gak mudah buat sembuh." Kata Alvin

"Ya emang semuanya cuma salah paham. Tapi kalo orang yang bersangkutan sulit untuk memahami, ya kuncinya satu, lo harus bersabar." Kata Alvin.

    Rio hanya diam, dan mendengar saja penjelasan Alvin. Karna Alvin yang telah lama kenal dengan Ify. Alvin yang akan selalu melindungi adiknya. Rio tahu itu.

"Gue cinta sama dia. Dan gue juga percaya kalau cinta gak harus memiliki, kan?." Kata Rio. Alvin tersenyum kecil mendengarnya.

   Bukannya Alvin tak mau membantu sahabatnya, namun Alvin juga harus mengerti kondisi adiknya. Alvin tidak bisa berbuat banyak.

*****

   Ify menghembuskan napasnya dalam-dalam. Ia tidak menyangka jika hari ini ia akan bertemu dengan pria itu, yang Ify tahu hanyalah Alvin yang akan menjemputnya namun ia dikejutkan oleh kehadiran laki-laki itu. Sebenarnya, Ify bahagia bisa berjumpa lagi dengan Rio tapi hatinya masih belum terima akan kejadian tempo lalu. Namun dengan tekat yang sangat kuat, Ify ingin sekali berdamai dengan semuanya. Dan semuanya haruslah dirinya dulu yang memulai perdamaian tersebut.

  Rencananya, hari ini Ify ingin mengunjungi tempat tinggal ayahnya. Sebelum berangkat kesini, Ify memang sudah terlebih dahulu menghubungi beliau jika ia ingin bertemu sang ayah. Dengan cepat, Ify mengganti bajunya dan memoleskan sedikit bedak bayi ke wajahnya.

"Kak." Panggil Ify seraya mengetuk pintu kamar Alvin

"Gue mau ketemu ayah ya." Kata Ify. Namun tak lama pintu dibuka dan menampilkan sosok Rio.

"Masuk Fy." Kata Rio mempersilahkan Ify masuk kedalam kamar kakaknya, Ify hanya mengangguk samar.

"Apaan?." Tanya Alvin yang tengah duduk santai di kasurnya.

"Gue mau ketemu ayah. Nanti kalo bunda pulang bilang aja ya." Kata Ify mengulang perkataannya tadi.

"Ga salah denger gue?." Tanya Alvin sedikit menggoda adiknya. Ify hanya diam dan memasang tampang juteknya.

"Bacot."

"Hahaha. Iya iya, lo mau kesana sendiri apa dianter?." Tanya Alvib lagi.

"Sendiri aja deh. Udah ah bye."

"Eh eh. Rio nganggur tuh."

"Enggak usah." Teriak Ify.

  Alvin tersenyum, ia sudah tahu bahwa adiknya itu perlahan sudah mulai membuka hatinya dan mulai memaafkan semua yang terjadi. Alvin bisa membaca dari semua tingkah yang adiknya lakukan. Dan mungkin inilah saatnya Ify berdamai dengan masalahnya dan mengikhlaskan apa yang seharusnya di ikhlaskan.

Bersambung...

Devi Wulandari

L O V E ❤ (ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang