Love (30) - Lembar Baru

611 32 3
                                        

Percayalah, aku telah menjatuhkan hatiku untukmu namun semua itu sia-sia. -Ify-

Disini, di negara yang nan jauh sekali dari Indonesia, Ify menginjakkan kakinya. Dan dirinya memutuskan untuk tinggal di negara ini dan melanjutkan kuliah nya disini, sulit memang untuk mengajukan surat pindah negara. Dan dirinya resmi sudah melanjutkan kuliahnya. Ify menatap suasana kota Berlin dengan tatapan sendunya, sesekali air matanya kembali jatuh tatkala dirinya mengingat semua kenangan bersama dengan orang terkasih.

Setelah kejadian dimana Rio berpelukan dengan Shilla, Ify sadar bahwa kehadirannya menjadi sekat antara kedua sahabat itu. Ify sadar dan membuka matanya bahwa selama ini penyebab kesedihan Shilla. Disini, Ify bertekad untuk mengubur semua kenangannya. Kenangan bersama Gabriel ataupun Rio, semua akan ia kubur dalam-dalam.

Flashback on...

Setelah melihat dengan kedua matanya ketika Rio dengan lembutnya memeluk Shilla, sang sahabat. Ify langsung melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Shilla dan diikuti oleh Alvin. Air matanya sudah jatuh, dan jangan tanya bagaimana kondisi hatinya kini. Kondisinya jauh dari kata baik-baik saja, Ify pikir ketika ia menemukan sosok Rio dirinya tidak akan merasakan kembali rasa sakit hati, ia akan dicintai oleh laki-laki itu namun nyata nya tidak. Justru Rio yang menggoreskan lebih dalam luka hatinya. Ia salah, ia telah salah mencintai laki-laki itu, ia salah telah memberikan hatinya pada pria itu. Nyata nya Rio tidak sebaik apa yang ia kira. Rio tidak bisa menjaga hatinya. Bahkan Rio terang-terangan bermain belakang dengan Maudy, mantan sahabatnya. Itu semua sudah menjadi bukti bahwa memang tidak ada lagi harapan untuk bersama laki-laki itu.

Keesokan harinya, didalam kamarnya Ify melihat-lihat kampus terbaik yang ada di dunia, keputusannya untuk meninggalkan Indonesia sudah bulat. Sudah cukup ia merasakan rasa sakit yang tak ada hentinya, perceraian antara bunda dan ayahnya, Rio yang berkhianat kepada nya dan rasa trauma yang membekas akibat ditinggal pergi selamanya oleh Gabriel, kekasih Ify selama di Bandung. Dan Ify memutuskan untuk pergi meninggalkan Indonesia.

"Kamu serius Fy akan baik-baik aja disana?." Tanya bunda dengan tampang khawatir.

"Aku serius bun, aku udah memutuskan itu." Jawab Ify mantap. Bunda menghela napas, rasanya tidak rela jika harus berjauhan dengan anak gadisnya. Ify berada di Yogyakarta saja Bunda nya merasa rindu yang amat sangat apalagi jika anak gadisnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di lain negara.

"Apa kamu mau Alvin ikut sama kamu? Kakak kamu bisa mengontrol kamu juga Fy." Kata bunda.

"Gak usah bunda, Ify bisa sendiri kok. Lagipula kak Alvin gak bisa ninggalin pekerjaannya gitu aja kan bun." Balas Ify.

"Lagipula, Ify juga udah ngurus-ngurus surat pindah nya kok." Lanjut Ify. Bunda menatap anak gadisnya sendu.

"Sebenernya bunda gak rela jika kamu harus ninggalin bunda disini, bunda gak bisa nahan rindu Fy. Tapi ini semua udah pilihan kamu, jalan yang kamu pilih seperti ini demi kesuksesan kamu." Lirih bunda dengan air mata yang mengalir.

"Bunda rela jika itu semua cara kamu menghilangkan rasa sakit kamu disini. Pergilah Fy, obati luka hatimu. Bunda rela jika semua itu yang terbaik buat kamu. Dan kembali pulanglah jika kesuksesan udah kamu gapai, kembali pulang dengan hati yang baru." Lanjut bunda. Ify langsung memeluk bundanya dengan haru, sebenarnya ia memang tidak rela jika harus berjauhan dengan sang bunda namun apa boleh buat, itu semua adalah jalan pilihannya. Menyembuhkan hati dengan pergi jauh.

L O V E ❤ (ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang