Maaf jika ku mulai menjauh~~
- - - -
Keesokan harinya, Ify berangkat lebih pagi guna menghindari kedatangan Rio. Kini Ify bertekad akan membuat benteng pertahanan, Ify ingin menjadi dirinya yang dulu. Ify yang dingin kepada semua orang. Alvin yang melihat sikap adiknya berubah mulai bertanya-tanya, apakah yang terjadi pada sang adik. Namun Alvin tidak mau bertanya ada apakah pada Ify dan lebih baik ia tanyakan nanti pada Rio.
Jam 6 kurang Ify tiba-tiba mengetuk pintu kamar Alvin, meminta kakaknya untuk mengantar dirinya. Ketika Alvin bertanya, Ify malah mengabaikan dan memilih menuju meja makan. Alvin menghela napas. Dan selama perjalanan ke sekolah diam-diam ia melirik sang adik yang sedari tadi diam.
"Fy." Panggilnya. Ify menoleh.
"Lo kenapa?." Tanya Alvin, Ify hanya menggeleng sebagai jawabannya.
Setiba di sekolah, Ify mencium telapak tangan kakaknya dan kemudian ia keluar dari dalam mobil tanpa berkata-kata. Alvin sendiri heran akan perubahan sikap Ify, seperti ada yang di sembunyikan darinya. Dan sesampai didalam kelas Ify menemukan Shilla yang sudah tiba lebih dulu dari dirinya, dengan segera ia membuka tas miliknya dan mengambil buku milik Shilla.
Ify menghampiri Shilla dengan senyuman tipis, ia menyodorkan buku tersebut. Shilla menyambut uluran tangan Ify kemudian tersenyum kearah Ify yang juga dibalas dengan senyum tipis.
"Makasih ya Fy." Ucap Shilla
"Iya sama-sama."
"Lo...gak baca isi nya kan?." Tanya Shilla hati-hati. Ify menghela napas kemudian menggeleng pelan dan itu membuat Shilla bernapas lega.
"Enggak tenang aja." Sahut Ify.
"Sekali lagi makasih ya Fy." Ify hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya keluar kelas, dan tepat didepan pintu kelas ia bertabrakan dengan dada bidang milik Rio.
"Eh. Fy kok lo berangkat sendiri? Kenapa gak nungguin gue?." Tanya Rio dengan nada yang bisa dibilang khawatir.
"Gak apa kok. Sorry ya." Jawab Ify pelan dan kemudian kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Rio yang belum selesai bertanya. Benar kata Alvin, sikap gadis itu sangat berbeda untuk hari ini. Akhirnya Rio memutuskan untuk berjalan kedalam kelas, ia melirik kearah Shilla yang terdiam. Rio menghela kemudian meletakan tas miliknya disamping Shilla sehingga membuat sang empu mendongakkan kepalanya. Menatap Rio dengan pandangan tak percaya.
"Lo ngapain disini? Ini bukan tempat lo." Ucap Shilla, Rio seolah tidak mendengar dan duduk santai di sebelah gadis itu.
"Gue mau tau dong alasan lo ngejauhi gue tanpa alasan, itu kenapa ya?." Tanya Rio mengabaikan ucapan Shilla barusan. Shilla mendengus mendengarnya, Rio selalu saja menanyakan hal yang sama.
"Ih siapa sih yang ngejauh. Itu cuma perasaan lo aja kali!." Ketus Shilla. Rio mengangkat sebelah alisnya.
"Ah masa sih? Tapi kok gue gak merasa ya kalo itu cuma perasaan gue aja. Ayo dong kasih alasannya,Shill." Paksa Rio, Shilla mendengus kesal.
"Lo bisa gak, gak usah ganggu gue!."
"Enggak."
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E ❤ (ENDING)
Teen FictionSebuah kisah yang rumit antara dua sejoli yang saling jatuh cinta dan harus berpisah karna sebuah insiden. Akankah kedunya bisa bersatu? . . . #746 in teenfiction (30 - 09 - 2017)
