Love (22) - Antara Benci dan Rindu

872 47 3
                                        

Terimakasih untuk semua kenangannya, aku pamit dari hatimu ~

****

Setelah kedatangan Shilla kerumah, Ify sama sekali tidak peduli tentang apa yang diucapkan oleh Shilla. Hatinya masih terasa sakit untuk menerima semuanya. Jika untuk merelakan kisah cinta nya yang kandas begitu saja jujur saja, Ify tidak bisa secepat itu merelakannya.

Semua terjadi begitu cepat, jika waktu bisa diputar ulang Ify sangat ingin mengulang waktu. Mengulang kenangan indah namun rasanya tidak mungkin. Bukan hanya kisah cinta saja yang kandas, keluarga nya pun kini sudah hancur. Ayahnya pergi dari rumah dan tak akan pernah kembali. Ify menginginkan keluarga nya seperti dulu, keluarga yang utuh.

Melepaskan apa yang hampir tergenggam itu tidak mudah. Sungguh, Ify masih belum bisa melepaskan semuanya. Semua beban menumpuk dihatinya, ingin rasanya Ify berteriak sekencang mungkin.

Setetes demi setetes air mata itu kembali membasahi pipinya, membentuk sebuah sungai kecil dipipinya. Hatinya tak terima, hatinya berteriak. Dirinya rapuh, teringat kembali semua masa kecilnya yang sangat bahagia, ada ayah, bunda dan juga Alvin kakakknya. Semua terasa begitu indah namun tiba-tiba kabar perceraian itu datang seolah membangunkan Ify yang sedang bermimpi indah.

"Kenapa tuhan gak pernah adil sama gue." Lirihnya.

****

Rio tersenyum masam ketika mencoba menelpon Ify, namun gadis itu mematikan ponselnya. Rio sangat kehilangan gadisnya, kehilangan Ify seperti kehilangan jiwanya sendiri. Gadis itu mempu membuatnya berubah untuk tidak melulu menyakiti hati seorang perempuan.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Rio pun menangis hanya demi gadis itu. Hatinya kosong tanpa adanya gadisnya disamping. Bukan hanya Ify saja yang terluka, dirinya pun terluka. Rio ingin sekali menghampiri Ify di sana. Namun Rio tak ingin menambahkan luka bagi gadisnya.

"Maaf Fy."

*****

Ify terdiam menatap layar laptopnya, hatinya termangu melihat beberapa e-mail yang masuk. Termasuk e-mail dari Rio yang sangat banyak. Hatinya kembali berdenyut sakit, disatu sisi Ify sangat membenci Rio namun di sisi lain, hatinya sangat merindukan laki-laki itu.

Perlahan namun pasti, air mata itu kembali jatuh. Kenangan demi kenangan kembali terlintas diotaknya. Kenangan yang mungkin membuat dirinya sangat merindukan hal manis yang terjadi antara dirinya dan laki-laki yang kini membuat hatinya sangat terpuruk.

Ify menghapus air matanya, mencoba menetralisir rasa sakit yang sangat menderanya. Sekuat tenaga Ify mencoba tidak menangis dan Ify rasa percuma saja ia menangisi apa yang telah terjadi. Semua yang terjadi itu adalah bagian dari masa lalunya. Setelah membasuh wajahnya, Ify beranjak dari kamarnya berniat menemui sang bunda.

Ify melangkahkan kakinya ke arah taman rumahnya dan benar saja sang bunda sedang berdiam diri disana, perlahan kakinya mendekat kearah bunda. Drai arah yang berlawanan bunda sudah melihat anak perempuannya kemudian bunda melempar senyum pada anak gadisnya.

"Bun." panggil Ify, bunda tersenyum tipis mendengarnya

"Gimana udah lega hatinya?." Tanya Bunda, Ify menggeleng pelan sebagai jawabnya

"Bunda tau apa yang terjadi antara kamu dan Rio." Ify diam

"Kenapa gak kamu coba mendengarkan penjelasannya?" Tanya bunda lagi, Ify menghela napas.

L O V E ❤ (ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang