Love (23) - Cinta dari Jauh

879 52 0
                                        

Jika cintaku bukan bahagiamu, cukup untukku mencintamu dari jauh. (Cassandra - Cinta dari Jauh)

****

Waktu terus berjalan, dan tidak terasa sudah 2 bulan lebih mereka menjalani hari-harinya tanpa saling bertukar kabar. Terkadang Rio ingin bertanya kepada Ify, apakah hati gadis itu masih terluka? Sedalam itukah? Selama 2 bukan, Rio mencoba membuka lembaran baru dihidupnya. Mungkin memang harus semestinya seperti ini, Rio juga sudah berusaha menghubungi wanita yang kini masih bertahta dihatinya namun hasilnya masih sama, yaitu nol.

Kini, Rio berusaha mengikhlaskan semuanya. Ia percaya jika memang jodoh tidak akan kemana. Kini Rio hanya terfokus pada kuliahnya, padatnya jam kuliah membuatnya perlahan melupakan masalah yang menimpa hatinya.

Dan juga masih ada Shilla yang menemaninya, yang setia menghiburnya dikala rasa rindu itu datang tiba-tiba. Cukuplah Rio mencintai gadis itu dari jauh, jika memang Ify telah menemukan tambatan hati yang baru, sebisa mungkin Rio melepaskan gadis itu.

Karna menggenggam apa yang sudah terlepas itu akan terasa sangat sakit. Memaksakan kehendak pula tidak baik, maka jika memang gadis itu menemukan yang lebih dari dirinya mau tidak mau, Rio harus melepaskan semuanya. Namun tidak dengan rasa cinta dan sayangnya, Rio memang berniat melepaskan Ify namun rasa sayang dan rasa cinta nya kepada gadis itu biarlah itu ia simpan sendiri dalam hati. Merasakan pedihnya merindukan seseorang, biarlah itu urusan Rio.

Rio menghela napasnya kemudian melangkahkan kakinya menuju wastafel dalam kamar kost nya. Ia mencuci wajahnya, akhir-akhir ini ia tengah disibukkan oleh dunia perkuliahannya. Terkadang, Rio bahkan sampai lupa utuk makan, entahlah jika tidak ada Shilla mungkin sekarang dirinya bisa di sebut tengkorak hidup.

Karna Shilla-lah yang paling memperhatikan Rio.

"Rioooo woyy ayok keluar, udah siang gini masih aja dikamar." Teriakan yang tidak asing baginya. Rio melihat jam dindingnya dan memang sekarang jam sudah menunjukan waktu kuliahnya. Dengan berjalan gontai, Rio membuka pintunya dan terlihatlah Shilla yang sudah rapi dengan baju dress nya yang berwarna biru, lengkap dengan senyuman khas Shilla.

"Berisik banget sih kalo elo yang ketuk-ketuk pintu." Dengus Rio dengan memasang wajah sebalnya, Shilla hanya terkikik geli.

"Makanya jangan males, gimana sih udah jadi mahasiswa masih aja males." Balas Shilla,Rio diam dan mengambil tasnya kemudian berjalan keluar kamar kost nya dan tak lupa mengunci pintu.

Rio melirik Shilla yang tengah asyik memainkan ponselnya, sesekali gadis itu tersenyum bahagia dan Rio tahu alasannya. Rio berjalan mendahului Shilla dan dengan kejahilannya, Rio mengambil ponsel Shilla tanpa seizin yang punya. Shilla berteriak kesal karna kelakuan sahabatnya ini.

"Riooo ih balikin hape gueee." Teriak shilla super nyaring. Untung saja mereka sudah keluar dari wilayah kost. Kalau belum mungkin ia akan dimarahi oleh ibu kost

"Lagi chat sama siapa si? Tumben banget kalem." Ejek Rio. Shilla memasang wajah cemberutnya yang semakin membuat Rio puas.

"Sama Alvin ya? Cieee." Ejek Rio lagi ketika sengaja ia mengaktifkan ponsel gadis itu. Pipi Shilla bersemu merah.

"Ih udah siniiii ah hp nya."

"Udah jadian ya? Mana pejee donggg."

L O V E ❤ (ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang