Jika memang kisah ini harus berakhir, biarlah.
*****
Sudah berbulan-bulan hubungan antara keduanya tidak juga membaik. Dan kini Ify memutuskan untuk memulai segalanya tanpa laki-laki itu lagi. Hatinya sudah terlanjur sakit, mau apapun itu alasannya tetap saja akal sehatnya tak terima lagi untuk menjadi kekasih laki-laki itu. Segala cara telah Ify lakukan untuk melupakannya. Dalam hati terdalam ada sedikit tak rela untuk melepasnya namun biarlah. Ify membiarkan kenangan itu membeku dan akhirnya akan musnah dimakan waktu.
Kini, dirinya sudah memasuki semester 5 kuliah dan itu artinya segala kesibukan sudah sangat lama menyapa dirinya. Ify juga tidak berpikiran untuk mencari pengganti Rio, Ify tidak ingin merasakan sakit yang kesekian kalinya. Dan rasanya, ia sudah tidak lagi percaya akan artinya cinta. Berkali-kali ia disakiti oleh yang namanya cinta, bahkan ia disakiti oleh orang yang sangat ia sayang.
Suasana sore di Yogyakarta, kota pelajar. Sangat indah, bahkan Ify memutuskan berjalan-jalan sejenak untuk melupakan kesibukannya sebagai Mahasiswa. Terdengar bunyi dari ponselnya dan tertera nama sang kakak yang menghubunginya.
"Halo."
"Fy, ajegila lo gimana kabarnya sist? Seh sombong sekali anda." Kata Alvin lewat sambungan telpon. Ify terkekeh mendengarnya.
"Baik kabar gue baik. Hahaha maap ya kak, gue busy. You know lah ya." Balas Ify.
"I know. Yaudah kalo lagi sibuk gue tutup ya telponnya. Jangan lupa jaga kesehatan ya, kapan ke jakarta?." Kata Alvin.
"Gak tau nih. Abis wisuda kali ya gue ke jakarta. Hahahaha."
"Masih lama beb. Udah ah dadah sisterr."
Klik
Ify belum berbicara banyak, sambungan tersebut sudah diputus sepihak oleh Alvin. Dan Ify pun tak ambil pusing, ia kembali melanjutkan langkah sorenya.
******
Suara tawa menggelegar di sekitar ruangan tengah. Sudah lama sekali tidak terdengar suara tawa yang sangat renyah. Disini, ada Shilla dan Rio yang sedang menikmati waktu kebersamaan mereka. Setelah sekian lama ia tidak bertemu dan disibukkan oleh berbagai tugas kuliah.
Sudah lama rasanya, Shilla tidak melihat Rio sebahagia ini. Setelah berbulan-bulan yang lalu ia melihat Rio bagaikan mayat hidup saja. Namun kini, Rio-nya telah kembali, ceria nya telah kembali dan Shilla sangat mensyukuri itu.
"Gue seneng banget deh. Akhirnya lo kembali jadi Rio yang dulu gue kenal. Bukan Rio yang menye-menye." Kata Shilla sedikit meledek laki-laki itu.
"Apa sih. Lebay amat deh lo." Kata Rio.
"Udah move on belom bro?." Tanya Shilla
"Udahlah. Galauin doi gausah lama-lama,capek." Jawab Rio, Shilla terkekeh mendengarnya.
"Gak percaya tuh kalo situ udah bener-bener lupa." Sindir Shilla
"Ya setidaknya gue gak stuck sama satu orang aja, Shill. Lo gimana sih, giliran gue udah bangkit dari keterpurukan gue malah di nyinyirin. Lo lama-lama kayak netizen yang maha benar ya, nyinyir mulu." Kata Rio sebal. Shilla tertawa mendengarnya.
"Alay banget sih lo bro ngomongnya. Jijay gue." Balas Shilla. Rio merangkul Shilla, sudah lama sekali ia tidak menghabiskan waktunya bersama. Dan Shilla pun merasakan hal yang sama.
"Kadang gue rindu masa-masa SMA Shill. Yang ngominginnya tugas sekolah mulu hahahaha." Ucap Rio
"Sama. Kangen kalo lagi jambak rambut lo io. Hahaha."
"Ah Shill bikin mellow aja lo mah." Ucap Rio seraya menarik rambut Shilla sehingga membuat sang empu marah karna membuat rambutnya berantakan.
"Gapapa berantakan. Yang penting gue bahagia." Kata Rio.
Tanpa Rio ketahui, Shilla merasakan hal yang amat senang. Sungguh, rasa cinta nya sama laki-laki itu belum sepenuhnya memudar. Namun getaran-getaran aneh itu tidak muncul ketika ia bersama Rio, tidak ada lagi rasa salah tingkah. Akankah mungkin rasa cinta itu sudah berpindah kepada Alvin? Entahlah.
*****
Sesampai di kost-annya. Ify duduk dibalkon kamarnya menikmati angin yang menyapa nya, perlahan kenangan itu mulai muncul lagi kepermukaan. Ify memejamkan matanya kemudian menarik napas dalam-dalam. Kadang, ada rindu yang terkadang menyapa nya tanpa permisi. Sungguh, jika disuruh jujur Ify masih mencintai laki-laki itu, setelah berbulan-bulan ia mencoba menguburnya namun kenangan itu terkadang menghantuinya.
Perlahan tapi pasti, air mata itu kembali muncul. Rasa sesak kembali menyapa nya, untuk melupakan itu rasanya sangat sulit. Ify memejamkan matanya dan seperti film dokumenter kenangan itu kembali berputar dan kembali mengingatkannya pada masa itu.
Terkadang, Ify benci akan kata cinta yang sering kali diucapkan. Terkadang, Ify tidak ingin mengenal cinta selama masa hidupnya. Mengapa hidupnya terus disakiti oleh orang-orang yang disayanginya. Pertama Ayahnya dan kini Rio. Segitu butuh cinta kah mereka sehingga mereka memilih untuk berselingkuh. Ify menghapus air matanya dan membuang seberkas foto dirinya dan Rio. Perlahan Ify merobeknya dan membuangnya.
"Terimakasih untuk segalanya. Rio. Terimakasih untuk segala rasa sakitnya." Lirih Ify.
******
Rio terdiam di kamarnya. Memandangi figura dirinya dan Ify, jujur Rio sangat ingin membenci gadis itu namun rasa cintanya begitu besar. Untuk melupakannya saja, dirinya harus jatuh sakit. Lebay memang namun memang itulah yang terjadi.
Rasa sesak terkadang masih mendera namun memang kenyataannya adalah tak ada lagi yang mereka harus perbaiki. Tak ada lagi yang harus dijelaskan. Semua sudah selesai dan Ify pun tak ingin mendengarkan penjelasannya. Semua kisah diantaranya dan Ify, telah usai.
*****
Shilla menatap langit malam berwarna biru. Ia menatap lekat-lekat seolah sedang bertanya apakah rasa cintanya untuk Rio memang sudah menghilang ataukah belum. Namun sejauh ini, Shilla sudah tidak lagi merasakan getaran aneh yang menyergapnya ketika dirinya bersama Rio. Bahkan sudah tak ada lagi getaran aneh yang menyapa nya.
Rasanya, Shilla ingin sekali berteriak senang karna ia berhasil move on dari laki-laki itu. Rasa bahagia sangat mendomisi hatinya setelah sekian lama ia berjuang dan akhirnya rasa itu hilang juga.
"Akhirnyaaaaa gueee bisa juga move on dari dia. Akhirnyaaaa ya ampun." Ucap Shilla bahagia.
"Gue berdoa. Semoga Ify mau balik sama lo ya Rio." Gumam Shilla.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E ❤ (ENDING)
Teen FictionSebuah kisah yang rumit antara dua sejoli yang saling jatuh cinta dan harus berpisah karna sebuah insiden. Akankah kedunya bisa bersatu? . . . #746 in teenfiction (30 - 09 - 2017)
