Jangan lupa play mulmed diatas👆
******
Kekecewaan yang merubah segalanya.
*****
Ify membanting pintu kamarnya kemudian menguncinya. Ia berdiri di belakang pintu nya dengan air mata yang tak kunjung reda. Kedatangan Rio disini hanya menorehkan luka nya, penjelasan apa lagi yang harus ia dengar? Setelah semuanya sudah jelas dan tak butuh untuk dijelaskan lagi. Baginya, semua tak butuh penjelasan. Kenapa dirinya harus kembali jatuh cinta, jika cinta hanya bisa saling menyakiti.
Kini, yang bisa Ify lakukan hanyalah melukis semua kisah cintanya, melukis luka yang bersemayam dihati. Dan mungkin ia hanya bisa melukis bayang laki-laki yang kini masih ia cintai. Nama Rio belum sepenuhnya hilang dari hatinya, bahkan masih jelas nama itu. Namun mengapa harus ada perempuan lain selain dirinya?
"Setelah semua ini terjadi, tapi kenapa gue masih cinta sama dia?."
****
Sepulang dari rumah Ify, Rio menemui Shilla. Rio ingin menceritakan semua yang terjadi pada dirinya saat ini, sungguh jika dirinya disuruh bersumpah. Maka Rio akan bersumpah demi tuhan, dia tidak melakukan hal itu.
Sesampai didepan kost-an Shilla, Rio mengetuk pintu dan menunggu sang empu keluar. Tak lama, Shilla keluar dan bingung mendapati Rio ada disini.
"Ngapain lo?." Tanya Shilla bingung. Ia mempersilahkan Rio duduk di teras.
"Shill." Rio mengusap wajahnya kasar, Shilla mengerutkan dahinya.
"Ada apa sih?." Tanya Shilla lagi.
"Gue...gue berantem sama Ify." Kata Rio dengan suara parau.
"Kenapa? Kok bisa? "
"Ify salah paham. Dia nyangka gue, main dibelakang dia. Padahal gue dijebak." Jelas Rio.
"Dijebak?." Rio mengangguk, ia memperlihatkan foto dirinya bersama gadis yang bernama Maudy. Shilla membulatkan matanya melihat itu semua.
"Heh? Lo gila?." Tanya Shilla dengan suara naik satu oktaf. Rio menghela napas nya.
"Gue dijebak, Shill. Waktu di Bandung, gue lagi ngerjain tugas dan ya tiba-tiba cewek itu dateng. Pas gue pesen minuman lagi, entah apa yang di taro tuh cewek di minuman gue sampe buat gue tidur di kaffe itu. Pas gue bangun, dia udah gak ada." Jelas Rio, Shilla terdiam
"Ada yang mau buat hubungan lo sama Ify renggang." Simpul Shilla
"Pas gue tau Ify di Jakarta, gue langsung kesini. Samperin dia, mau ngasi dia penjelasan. Tapi dia gak mau denger, Shill. Gue harus gimana?." Racau Rio.
"Gue akan coba ngomong sama Ify." Kata Shilla.
"Shill. Lo tau kan, gue dapetin dia butuh perjuangan. Plis bantuin gue." Shilla merasa melihat sisi lain dari sahabat nya ini. Kini, Rio terlihat sangat rapuh. Shilla tersenyum masam, Rio terlalu cinta pada Ify. Dan harusnya dirinya sadar, sampai kapanpun dirinya hanya seorang sahabat untuk Rio dan tidak akan pernah lebih.
"Gue akan coba ngomong sama dia. Dan gak mungkin juga kan lo ngelakuin itu." Ucap Shilla menenangkan Rio.
Mungkin, memang Shilla tidak ditakdirkan dengan Rio. Shilla sudah mencoba mengubur perasaannya pada Rio, namun mungkin belum berhasil. Shilla juga mencoba membuka hati untuk Alvin, namun mungkin hanya beberapa persen saja keberhasilan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E ❤ (ENDING)
Teen FictionSebuah kisah yang rumit antara dua sejoli yang saling jatuh cinta dan harus berpisah karna sebuah insiden. Akankah kedunya bisa bersatu? . . . #746 in teenfiction (30 - 09 - 2017)
