Love (5) - Sejajar

1.4K 100 0
                                        

Part 5- Sejajar
- - - -

Yang aku tahu, aku mau buat kamu nyaman sama aku~

- - - -

Setelah dari pasar malam, ketiganya langsung bergegas ke rumah Alvin. Ify turun lebih dulu kemudian masuk kedalam rumah, tidak lagi memperdulikan Alvin dan Rio yang kini sedang memperdebatkan pertandingan futsal. Entah apa yang di ributkan keduanya, intinya Ify ga ngerti sama sekali!

Alvin mendengus kesal, namun Rio malah terkekeh melihat wajah Alvin yang langsung tertekuk akibat penolakannya. Tadi, Alvin mengajaknya untuk kembali pada team futsal namun dengan tegas Rio menolak karna sebuah alasan yang mungkin tidak diterima Alvin.
"Udah lah kak, lagian gue udah males. Udah lo gak usah ngambek sama gue, kayak anak perawan aja pake ngambek segala." Ucap Rio kemudian keluar dari mobil, matanya langsung mencari dimana Ify.

"Fy. Besok berangkat sekolah bareng gue, nanti gue jemput." Rio melihat Ify menganggukan kepala sebelum gadis itu masuk kedalam rumah. Alvin menatap Rio serius, tanpa ada wajah jahil.

"Lo beneran naksir adek gue?." Tanya Alvin, Rio menggaruk tengkuknya kemudian tersenyum.

"Jangan sekali-kali lo sakitin dia. Kalo gue liat dia nangis karna lo, gak segan-segan gue bakal hajar lo sampe mati." Ucap Alvin.

"Iya kak iya. Gue...nyaman sama dia. Gue juga gak ada niatan nyakitin." Jawab Rio, Alvin tersenyum.

"Jaga dia. Jaga hatinya, dia itu sebenernya rapuh. Jadi jangan sekali-kali lo buat dia semakin rapuh." Jelas Alvin, Rio mengangguk mantap.

- - - -

Shilla berguling-guling dikamarnya dengan ponsel yang belum juga terlepas dari tangannya. Ia masih memikirkan kejadian di pasar malam tadi saat bertemu dengan Alvin, kakaknya Ify. Ia sedikit terkena pesona Alvin yang menurutnya sangat keren. Shilla terkekeh membayangkannya.
"Alvin Mahendra. Mmm dia baik sih, ramah juga." Gumamnya.

Shilla terkekeh ketika dirinya membayangi seseorang sampai segininya. Entah hanya tertarik atau hanya sebatas kagum, yang ia tahu Shilla nyaman di dekat Alvin. Ponselnya bergetar dan dengan cepat, Shilla menyalakan ponselnya.

Rio Anying.
Besok berangkat sama siapa?

Shilla mengernyitkan keningnya, kemudian mulai membalas pesan yang dikirim oleh Rio

Shilla.
Sama lo kocak.

Rio Anying.
Besok, Ify ikut kita ya? Kasian. Wkwkwk ya. Gapapakan?

Shilla
Y. Gpp

Rio Anying.
Okeeeeyy shilla 💞😂

Pesan yang terakhir dikirimkan oleh Rio, sengaja ia tak balas. Shilla sudah terbiasa akan sikap Rio yang seperti ini. Ia terdiam dan menaruk ponselnya, Shilla menyandarkan kepalanya di bantal. Ia kembali memfokuskan pikirannya pada Rio.

Mengapa Rio sangat sulit untuk di raihnya. Padahal Rio sangat dekat untuknya namun seperti ada sebuah sekat yang menuntunnya untuk tidak terlalu dekat tidak juga jauh. Shilla iri dengan Ify yang dengan mudah menarik perhatian Rio.

Bahkan sekarang, sepertinya Rio sudah semakin dekat dengan Ify. Shilla semakin menjadi gusar, ia mengusap wajahnya kasar kemudian menghela napas.
"Aduh Shill. Inget, jangan egois. Rio itu punya pilihannya sendiri." Gumamnya.

L O V E ❤ (ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang