Love(3) - Kesedihan

1.8K 112 1
                                        

Part 3 - Kesedihan
- - - - -


Hey kamu yang disana, aku disini merindukan kamu~

- - - - -

Rintik hujan yang tadinya kecil kini semakin besar. Hujan yang di sertai petir yang berbunyi, menggema di seluruh penjuru. Ify termenung di balkon kamar rumah barunya, ia teringat ketika dulu hujan turun, dirinya dengan semangat menarik orang kesayangannya untuk bermain hujan bersamanya.

Air mata nya kembali jatuh, seiring hujan yang turun. Dada nya kembali sesak, mengapa harus orang terkasih nya yang harus pergi meninggalkan sejuta kenangan. Kenangan yang manis dan tak bisa terulang kembali.

Berkali-kali, Ify mencoba melupakan semuanya namun berkali-kali juga dirinya gagal. Yah! Ify kalah dengan kenangan manis itu. Ify juga terlalu larut dalam kesedihan yang mendalam, yang membuatnya lupa akan jati diri sebenarnya.

Ify menarik napas kemudian menghapus jejak air mata yang mulai mengering, ia mencoba ikhlas dan berdamai pada egonya. Namun tetap saja, dikala rasa rindu menghampirinya yang bisa ia lakukan hanyalah menangis, meratapi hati nya yang kini sudah hancur berkeping. Kini dirinya bukan Ify yang dulu. Tidak tahan lagi, akhirnya Ify memutuskan untuk menangis sepuasnya. Memang menangis tidak menghapuskan masalah, namun setidaknya dengan menangis membuat hatinya menjadi tenang.

Isakan kecil nan pilu mulai terdengar, ia mencengkram erat boneka yang ia bawa. Seakan menyampaikan bahwa dirinya merindukan seseorang. Mengapa merindukan orang yang sudah tiada itu sangat menyakitkan?.
"Kenapa lo pergi, Kak? Kenap lo jaht biarin hati gue terluka kayak gini?." Lirihnya. Kembali terbayang wajah orang yang dicintainya yang membuatnya semakin larut dalam kesedihannya.

"Lo janji sama gue, Kalau lo gak akan biarin gue nangis karna lo. Tapi lo gak tepatin janji lo, lo bahkan buat gue nangis karna lo." Isakanya semakin menjadi. Rasa sesak kembali menghantamnya.

"Gue hancur saat liat lo pergi, Lo bilang lo bakal kuat dan gak bakal pergi. Tapi kenyataanya lo malah ninggalin gue, tanpa ada kata pamit."

Perlahan terdengar suara orang berjalan, Ify membiarkannya saja ia tetap menikmati kesedihan dan suasana yang mendukung untuk mengenang seseorang. Ify merasakan tepukan ringan di bahunya, Ify tahu itu adalah kakaknya.
"Mau sampe kapan lo kayak gini?." Tanya kakak laki-lakinya. Ify diam.

"Dia udah tenang. Lo coba ikhlas lah Fy. Dan lo harus tahu, setiap makhluk yang bernyawa pasti bakal kembali lagi ke sang pencipta." Ucap Alvin(kakaknya).

"Kalo lo mau ketemu dia, lo bisa bunuh diri. Tapi apa lo mau ngelakuin itu? Gak kan? Lo janji sama dia, kalau seandainya dia udah gak disini, lo janji kalo lo bakal turutin apa yang dia mau. Tapi sekarang? Lo melanggar janji itu sendiri. Lo bahkan kehilangan jati diri lo, bangkit Fy! Udah 1 tahun dia pergi, dan lo gak ada perubahan?." Ungkap Alvin, Alvin ingin adiknya yang dulu. Adiknya yang banyak sekali tingkah, yang selalu bawel dalam kondisi apapun. Alvin merindukan bertengkar dengan adiknya.

"Gue..gue gak bisa kak. Susah untuk gue mencoba ikhlas sama keadaan..."

"Lo Egois kalo gitu. Dia pergi juga bukan karna dia gak sayang sama lo. Itu takdir tuhan yang gak bisa di ganggu gugat. Bahkan lo nangis darah depan mayat nya pun, kalau tuhan berkendak lain dan tetep ngambil dia dari dunia, kita bisa apa? Dia butuh doa sekarang, bukan air mata lo. Air mata gak bakal bisa ngerubah segalanya. Lo mau nangis se-abad pun air mata lo gak akan ngerubah keadaan Fy." Ify hanya diam mendengarkan nasihat sang kakak.

L O V E ❤ (ENDING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang